Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 86


__ADS_3

Keesokan harinya, Pelangi menarik selimutnya karena kedinginan.


Percobaan demi percobaan dilakukan oleh Noah tapi, usahanya kembali gagal untuk membobol pertahanan Pelangi. Dengan berbagai usaha, peluh keringat pun dari tubuh masing-masing sudah bercucuran hingga Pelangi mengeluh kesakitan yang tidak tertahankan.


"Kok cuacanya semakin dingin saja,' lirihnya Pelangi seraya menarik selimutnya hingga ke batas lehernya.


Diluar turun salju yang begitu dinginnya hingga cuaca pagi itu minus beberapa derajat celsius.


"Abang Noah! Matikan dong acnya aku kedinginan," teriaknya Pelangi.


Tapi, karena tidak ada tanggapan ataupun jawaban dari Noah sehingga mau tidak mau Pelangi segera mengerjapkan kedua kelopak matanya. Ia menggosok matanya kebiasaan yang sering ia lakukan sejak kecil jika baru terbangun dari tidurnya.


"Abang Noah ada dimana? Kok enggak ada jawaban darinya?" gumamnya Pelangi Arunnika Rahmany.

__ADS_1


Baru saja hendak berdiri, tapi karena bagian daerah intimnya merasakan ngilu, pedih, perih, sakit dan terasa seperti teriris pisau ia kembali terduduk di tempatnya di atas ranjang king size-nya.


"Auhh sakit!!" Keluhnya Pelangi sembari memegang benda berharga miliknya itu.


Pelangi terkejut melihat betapa banyaknya tanda kepemilikan yang ditinggalkan oleh suaminya itu. Ia tiba-tiba tertawa ketika mengingat si jago milik suaminya.


"Ya Allah… ternyata model dan ukurannya seperti itu yah, rapi anaknya Ibu kos yang baru berumur enam tahun itu kecil enggak gitu-gitu amat juga gedenya, pantesan sampai-sampai aku masih merasakan kesakitan ternyata oh ternyata karena itu yah," cicitnya Pelangi sambil menutup mulutnya dengan membayangkan bagaimana dan apa yang dia kerjakan semalam sampai subuh bersama suaminya itu.


Pelangi berusaha sekuat tenaga bangkit dari duduknya," masa sih sakit seperti ini saja bisa mengalahkan aku, katanya yang dilakukan artikel rasa sakit itu wajar dialami oleh semua perempuan jika baru pertama atau kedua kalinya dan katanya lagi kalau semakin lama biasanya sang istri malah minta nambah, terus sakitnya dan darah pee raaa waan setiap wanita itu yang berbeda pula masalah sakitnya semuanya relatif dan faktor penyebabnya juga, karena size-nya yang kegedean, pantesan aku berteriak-teriak kencang saat Abang gituin punyaku," gumam Pelangi yang menggelengkan kepalanya sambil menutup mulutnya sendiri.


"Kalau macam gini cara jalan guwe bisa-bisa aku dicap ratu pinguin dong," kesalnya Pelangi.


Pelangi mengisi bathub nya dengan air hangat lalu menuangkan sabun cair khusus untuk membuat rileks dan bisa nyaman.

__ADS_1


"Berendam dulu aah semoga selesai berendam rasa perih dan ngilu terobati hingga hilang rasanya sakitnya dan berganti dengan rasa enak dan bahagia," lirih Pelangi.


Berselang beberapa menit kemudian, hingga rangkaian perawatan yang dilakukan oleh Pelangi sampai sudah selesai berpakaian, Noah belum datang juga. Pelangi menatap ke arah jam dinding yang terpasang dengan rapi itu sudah menunjukkan pukul dua belas siang.


"Abang pergi ke mana yah? Kok belum pulang juga, aku cek hp gak ada juga panggilan masuknya atau pesan chatnya,"


Pelangi mengambil baju hangatnya dan memakai sarung tangan serta kaos kaki yang cukup tebal lalu membuka tirai gorden jendela kamarnya itu. Hujan salju itu cukup tebal hingga nenjuioi sebagian badan jalan raya.


Pelangi duduk di balkon kamarnya, walaupun cuacanya sangat dingin hingga dari dalam mulutnya keluar dari uap asap saking dinginnya cuaca siang itu.


"Kenapa aku merasa merindukan seseorang,tapi aku enggak tahu siapa orangnya, semalam aku bermimpi dua orang sepasang suami istri yang memanggil namaku, tapi aku kesulitan melihat wajah mereka yang nampak menyilaukan, mereka memanggil aku Bintang Airen Mandala Jauhari, kata-kata yang paling terakhir aku dengar dari mereka adalah mereka adalah kedua orang tuaku dan juga katanya sebelum menghilang aku punya adik kembar yang wajah kami sangat mirip,"


Batinnya Pelangi sembari menatap salju yang turun seakan-akan tidak ada habisnya.

__ADS_1


Pelangi memegangi dadanya itu, "Ya Allah… kenapa hatiku merasakan kerinduan yang sangat, tapi dengan siapa aku kangenin aku seolah sudah lama sekali tidak bertemu," lirih Pelangi hingga air matanya menetes membasahi pipinya tanpa ia sadari.


Pelukan hangat yang dirasakannya membuatnya tersentak terkejut lalu buru-buru menyeka air matanya itu.


__ADS_2