
Siang menjelang sore itu mereka berbincang-bincang santai sambil menikmati kue penutup dan teh hangat buatannya Rindu.
"Makasih banyak atas makan siangnya, saya sungguh sangat bersyukur dan bahagia karena telah diberikan makanan yang sangat lezat dan apa besok kamu akan bawakan makanan untuk suami kamu?" Tanyanya Budi yang berharap masih bisa menikmati makanan adik iparnya itu.
Rindu melirik sekilas ke arah suaminya untuk meminta jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya Budi kakak sepupunya Erka Mandala Jauhari. Erka spontan menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan permintaan dari Budi.
"Insya Allah Abang, saya akan kembali lagi sesuai dengan keinginannya suamiku, tapi jangan dicela yah Abang makanan yang aku masak karena semua makanan itu masakan kampung," ujarnya Rindu yang merendah diri.
__ADS_1
Budi langsung tersenyum sumringah bahagia mendengar jawaban dari Rindu yang besok akan kembali datang untuk membawa makanan bekal untuk suaminya tercinta.
"Syukur Alhamdulillah, tapi ada lagi yang sebenarnya ingin aku minta sama kamu Rin tapi nanti saja lah aku katakan padamu karena sekarang bukan saat yang tepat," tuturnya Budi seraya menatap ke arah jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangannya tersebut.
"Kapan pun Abang minta dimasakin sama Istriku ini katakan saja, jangan sungkan Abang selama Rindu bisa pasti dia akan masakin makanan kesukaan Abang karena sepertinya ada seseorang yang ingin bernostalgia dengan masakan mantan istrinya," candanya Erka yang tersenyum tipis.
Rindu menatap ke arah suaminya itu,"maksudnya Abang?"
__ADS_1
Budi sama sekali tidak berniat untuk menggubris perkataan dari adik sepupunya itu. Lagian apa yang dikatakan oleh Erka benar adanya. Pintu ruangannya kembali tertutup rapat. Rindu kembali berbincang-bincang dengan suaminya itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan kehidupan keluarganya Abang Budi, kenapa bisa mereka akan bercerai apa sudah tidak ada jalan lain lagi?" Tanyanya Rindu yang mulai kepo dengan kehidupan keluarga suaminya itu.
Erka menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya dengan cukup keras.
"Abang Budi menikah dengan istrinya sekitar sepuluh tahun lalu, tapi hingga saat ini istrinya itu belum hamil juga padahal mereka sudah menjalani program hamil, berobat ke sana kemari juga dan sudah banyak cara yang ditempuh keduanya tapi, Allah SWT belum memberikan mereka keturunan tapi Om sama Tante kedua orang tuanya Budi itu sudah mendesaknya untuk hamil tapi, istrinya enggak hamil juga hingga suatu hari Tante Wina menyuruh Budi untuk menikahi salah satu dari anak saudara jauhnya dari situlah awal mereka akan bercerai walaupun keduanya sama sekali tidak pernah berniat dan bermaksud untuk bercerai tapi, karena desakan dari Tante Wina hingga mau tidak mau istrinya pergi dari rumahnya padahal Budi tidak pernah mendaftarkan perceraian mereka apa lagi menyebut kata cerai di hadapan perempuan yang sangat dicintainya itu dengan setulus hatinya," terangnya Erka yang mengingat kejadian itu.
__ADS_1
Rindu menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan hal itu," ya Allah… bagaimana dengan Mama apa dia akan menyuruh kita bercerai karena aku belum hamil?" Raut wajahnya Rindu seketika langsung berubah drastis sendu dan sangat khawatir dengan ibu mertuanya karena secara ibunya Budi dengan mama mertuanya saudara.
Erka menarik tubuh istrinya kedalam dekapannya," dasar bodoh, Mama tidak mungkin bersikap seperti itu walaupun mereka saudaraan lagian kita kan sudah punya si kembar yang setiap hari selalu vbanyak ulahnya," jelasnya Erka yang tersenyum tipis menanggapi perkataan konyol Istrinya itu.