
Noah menepuk-nepuk pipinya Pelangi, "Kejora bangun sayang kita sudah sampai di Paris loh," ujarnya Noah yang berusaha untuk membangunkan istrinya itu.
Pelangi terlonjak kaget," apa! Kita sudah di Paris, Perancis negaranya pemain bola favorit aku itu loh Mbape!" Teriak histeris Pelangi sembari berdiri dari duduknya dengan melompat-lompat kegirangan.
Noah memerintahkan kepada Boy untuk mengambil tanda tangannya Kejora dan saking buru-burunya waktu itu, Kejora melupakan jika dia bertindak sebagai Pelangi dan menandatangani surat cerai itu dengan tanda tangan aslinya Kejora. Noah sangat bersyukur dengan berkah tersendiri itu. Karena semua yang ia rencanakan berhasil dengan baik.
Berselang beberapa jam kemudian, pesawat yang mereka tumpangi telah lending dengan selamat di bandara internasional Paris Perancis. Mereka menuju hotel yang sudah diobservasi oleh Mami dan papinya itu untuk beristirahat sejenak, karena pagi besoknya baru ia akan menikahi wanita pujaan hatinya itu.
Noah dibuat terkejut melihat reaksinya Pelangi yang menurutnya itu tidak biasa tapi, luar biasa banget malah. Noah hanya tersenyum menanggapi sikap dari Pelangi.
"Kau gembira seperti ini semakin cantik saja, aku sangat bahagia melihat senyummu itu semoga setiap hari dalam hidupku, aku masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk melihat senyuman indahmu itu," batinnya Noah Javier Rizaldi.
"Hemm!" Boy asisten pribadinya Noah segera berdehem agar kegembiraan Pelangi segera berhenti. Untungnya Noah sengaja membiarkan semua penumpang turun lebih duluan, baru dia membangunkan Pelangi.
"Untung saja Bos sudah mengosongkan kabin pesawat sehingga sikap kekanak-kanakan dari istrinya itu hanya pilot dan pramugari yang melihatnya, kalau banyak mau ditaruh dimana wajahnya si bos," gumamnya Boy.
Pelangi menutup mulutnya saking malunya karena lepas kontrol teriak-teriak saking bahagia dan girangnya Pelangi Arunnika Rahmany.
"Boy!" Tegurnya Noah.
"Ehh a-pa Bos?" Tanyanya Boy yang gugup karena kedapatan mengumpat berbagai macam ucapan untuk Pelangi.
"Maaf Tuan Noah," sesalnya Pelangi.
__ADS_1
"Tidak perlu minta maaf seperti itu juga, karena aku suka lihat kamu tersenyum bahagia," tukasnya Noah.
Pelangi menundukkan wajahnya sembari menggoyangkan tubuhnya itu di depan Noah seperti anak TK saja yang semakin lucu dimatanya Noah.
"Kamu segera turun dan cek mobil dan juga barang bawaan kami,"perintahnya Noah.
"Baik Tuan Muda," balasnya Boy Andrew Garfield segera melaksanakan perintah dari bosnya itu.
Noah segera mengayunkan tangannya ke arahnya Pelangi dengan senyuman smirknya. Pelangi menatap ke sekelilingnya terlebih dahulu sebelum meraih tangannya Noah suami pura-puranya itu.
Noah masih berharap dan mengulurkan tangannya ke arah Pelangi yang berharap Pelangi segera menyambutnya. Pelangi awalnya sedikit ragu dan bimbang untuk melakukan uluran tangan itu,tapi entah dorongan apa yang tiba-tiba ia menyambut tangannya Noah tanpa ragu sedikitpun.
"Begitu dong," ujarnya Noah.
Mereka kemudian berjalan menuruni tangga dengan bergandengan tangan menuju pintu keluar pesawat dan menuruni tangga itu dengan hati-hati.
Pelangi sudah berbunga-bunga hatinya diperlakukan penuh kelembutan dan kebahagiaan,tapi ternyata itu semua rekayasa dan hanya sekedar akting belaka.
Raut wajahnya Pelangi seketika berubah sendu yang awalnya sangat bahagia, "Ya Allah… aku sangat bahagia hingga seolah aku terbang tinggi ke atas langit tingkat tujuh tapi, dengan ucapannya barusan seakan membawaku langsung terjun dari puncak tertinggi langit, hingga sakitnya tuh disini," batinnya Pelangi sembari menyentuh dadanya itu.
Noah memperhatikan sedari tadi reaksi wajahnya Pelangi yang berubah-ubah," maafkan aku sayang, aku terpaksa melakukan hal ini, jika kita telah resmi kembali menikah barulah aku memberikan semua cintaku padamu hanya untukmu seorang Bintang Airen Mandala gadis kecilku," Noah membatin.
Boy berniat membukakan pintu mobil untuk Pelangi, tapi segera dicegah oleh Noah," tidak perlu mulai hari ini tugas kamu untuk buka tutup pintu apapun itu jika aku ada kami cukup nganggur dan berdiri saja,"
__ADS_1
"Baik Tuan Muda semuanya akan saya laksanakan sesuai dengan permintaannya Anda, ngomong-ngomong setelah ini kita ke mana apa ke hotel atau ke salon?"
"Salon," beonya Pelangi.
Noah hanya menatap ke arah Pelangi tanpa berniat untuk menjawab perkataan dari Pelangi Istrinya hanya menjawab pertanyaan dari Boy, "Kita ke butik terlebih dahulu lalu ke salon," jawabnya Noah yang membukakan pintu mobil untuk Pelangi.
"Trims Abang," imbuhnya Pelangi yang berusaha untuk tersenyum lebih alami dan natural.
"Sama-sama,"
Mobil mereka melaju dengan kecepatan yang sedang saja membelah kota Paris, kota yang terkenal dengan julukan kota romantis dan kugy kota mode. Pelangi segera menggeser tubuhnya ke arah jendela.
Pelangi mengulurkan tangannya seolah-olah ingin merasakan sentuhan angin langsung menerpa kulitnya yang putih mulus dan halus itu.
"Indahnya, aku sangat bahagia akhirnya mimpiku selama ini ujarnya sejak dulu ingin ke sini sudah terwujud, makasih banyak Abang sudah secara tidak langsung mengabulkan mimpiku itu, bahkan saking bahagianya, saya kira ini semua hanya mimpi yang jika aku terbangun aku akan kecewa dengan kesedihan dengan sangat," ujarnya Pelangi dengan jujur.
"Kalau gitu apapun yang aku katakan kedepannya kamu nurut dengan semua yang aku katakan oke, jangan sekali-kali pake protes dengan yang aku lakukan untukmu dan jika kamu menuruti keinginanku itu aku akan memenuhi permintaan itu apapun itu mau jalan-jalan kemanapun aku jabanin keinginanmu itu," terangnya Noah yang menatap ke arah Pelangi.
Pelangi yang mendengar perkataan dari Noah segera memasukkan kembali kepalanya ke dalam mobil, tapi karena kurang hati-hati hingga kepalanya terantuk ke ujung atasnya pintu mobil.
"Auhh huhu sakit!" Keluh Pelangi yang mengusap puncak kepalanya yang tertutup hijab merah maroon itu.
Noah tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari Pelangi yang terantuk pintu, karena wajahnya Pelangi merah saking malunya dan juga kesal karena ditertawai oleh Noah
__ADS_1
Boy yang duduk dibalik kemudi mobilnya itu keheranan melihat reaksi dari Noah bosnya yang sudah hampir enam tahun bekerja tapi, baru kali ini melihatnya Noah yang tertawa lepas dan sebahagia itu.
"Ini harus saya laporkan kepada Tuan Besar dan Nyonya juga, pasti mereka akan terkejut dan bahagia mendengar kabar baiknya," cicit Boy.