
Bukan karena dia kuat, tapi karena Tuhan yang maha kuat bersama dengan langkahnya.
Kebahagiaan tidak selamanya dilihat dari segi banyaknya materi dan harta yang Kamu miliki, tapi bagaimana Kamu bisa membuat dan melihat senyuman yang tercipta dari orang-orang yang Kamu sayangi.
Kesadaran Pelangi telah terkumpul,ia segera turun dari pangkuannya Noah. Dengan secepat kilat ngacir ke dalam ruangan khusus untuk berganti pakaian.
"Aahh!!" Jeritnya Pelangi yang kembali menyilankan kedua tangannya di hadapan dadanya.
"Jangan berteriak, diamlah aku suka kamu seperti ini, aku ingin melihat dan memandangi wajahmu yang cantik alami tanpa make up," jelas Noah yang baru kali berkata jujur tentang apa yang sedang ia rasakan.
Pelangi menutup pintu kamar tersebut dengan kencang dan kuat sehingga menimbulkan suara yang cukup bising.
Prang!! Bukk!!
Noah hanya tersenyum simpul melihat reaksinya Pelangi yang jarang sekali mereka berdekatan seperti sekarang ini.
"Saya berjanji akan membuat kamu mencintaiku dan setelah saya tahu apa yang terjadi sebenarnya denganmu maka saya akan lakukan apapun itu untuk menyembuhkan penyakitmu dan membuatmu mengingat kenangan sewaktu kita masih kecil dulu," gumamnya Noah kemudian berdiri untuk berjalan meninggalkan ruangan kamar pribadinya Pelangi.
Senyuman itu tersungging di sudut bibirnya hingga beberapa asisten rumah tangganya dan juga beberapa anak buahnya dibuat terpana dan terdiam sesaat serta menghentikan kegiatan mereka. Apa yang mereka lihat saat itu, adalah hal langka yang jarang sekali mereka lihat langsung.
Mereka saling berbisik-bisik satu sama lainnya,"Hey! lihat Tuan Muda Noah apa yang terjadi padanya yah? Sejak keluar dari dalam kamarnya Nona Kejora senyuman itu tidak pernah luntur,"
"Iya betul sekali apa yang kamu katakan, kalau menurut aku sih ini kemajuan yang bagus karena selama saya bekerja di sini yah hampir enam tahun, saya sama sekali tidak pernah melihat senyuman itu,"
"Semoga saja setelah mereka menikah kedatangan Kejora di dalam istana ini membawa kebahagiaan untuk kita semua," timpalnya yang lainnya.
Pelangi hanya bersandar di balik pintu ruangan ganti pakaiannya tanpa melakukan apapun. Ia hanya sibuk memegang degupan jantungnya yang berdetak kencang, wajahnya merona memerah mengingat kejadian beberapa menit lalu ketika dirinya sedang mandi dan suaminya lah yang membersihkan punggungnya.
__ADS_1
Pelangi menutup wajahnya," ya Allah… berarti Tuan Noah sudah melihat semua yang ada pada tubuhku ini, waduh pasti pikirannya akan lain-lain dan mengatakan jika tubuhku ini jelek, engga seaduhai model dan artis-artis terkenal," gumamnya Pelangi seraya menggelengkan kepalanya saking malunya dengan situasi yang terjadi padanya itu.
Noah sudah berencana untuk memperlihatkan kepada semua orang, jika dia sudah sembuh total dan bisa berjalan kembali.
"Selamat Tuan Muda atas kesembuhan Anda, ini berita yang sangat bagus dan harus segera menghubungi nomor hpnya Nyonya Besar Annisa dengan Tuan Rizaldi," imbuhnya Pak Hasan sebagai kepala pelayan di kediamannya Noah yang ada di Kuala Lumpur Malaysia.
Pak Hasan tanpa meminta persetujuan dari Noah Javier Rizaldi segera melakukan apa yang barusan ia rencanakan. Bu Annisa dan suaminya sangat bahagia mendengar hal tersebut. Mereka segera berangkat ke Malaysia setelah mendengar kabar bahagia dan gembira itu.
"Tuan Muda katanya Tuan Besar dia akan ke Malaysia bersama Nyonya Besar," imbuhnya Pak Hasan yang sedari tadi berdiri di sampingnya Noah pagi itu.
Noah kaget mendengar penuturan dari mulut Pak Hasan," apa!?"
"Katanya informasi yang terakhir kalinya saya dapat, kedua adik Tuan Muda yaitu Nona Muda Namira dan Naizah juga akan ikut ke sini," jelas Pak Hasan.
"Ya Allah… kalau seperti ini apa yang terjadi dalam pernikahan kami akan ketahuan,hal ini tidak boleh terjadi jika sampai mamo mengetahuinya mami akan stres dan ngomel-ngomel hingga akan mengeluarkan aku dari kartu keluarga," batinnya Noah.
"Pak Hasan tolong sampaikan pada semua orang di rumahku, katakan pada mereka untuk tidak berkata jujur kepada papi dan mami apa yang terjadi dengan pernikahan kami selama ini, jadi tutup mulut mereka dengan rapat jika tidak nyawa mereka akan menjadi taruhannya, camkan itu baik-baik," ancamnya Noah lalu segera berdiri dari duduknya.
"Kejora harus segera tahu jika papi dan mami akan segera datang, kami harus pintar-pintar akting dan bersandiwara di depan mereka," cicitnya Noah.
Pintu itu terbuka lebar dari arah dalam sebelum Noah brhasol memutar kenop pintu hingga pintu itu terbuka.
"Azizah menundukkan kepalanya," Maaf apa ada yang bisa kami bantu Tuan Muda?" Tanyanya Azizah pelayan yang khusus mengurus semua keperluannya Pelangi selama berada di rumah itu.
"Tolong pindahkan semua barang-barangnya Nona Muda Kejora ke dalam kamarku, cepat jangan sampai terlambat sebelum Papi dan mamiku datang dari Jakarta!" Perintahnya Noah.
"Baik Tuan Muda," balasnya Azizah ya kembali berjalan ke arah dalam kamarnya Pelangi.
__ADS_1
Pelangi yang baru saja selesai berpakaian lengkap melihat kedatangan suaminya itu.
"Ya ampun, kenapa pria itu datang lagi, sekarang apa yang akan ia lakukan, apa jangan-jangan ingin menuntut aku untuk memenuhi tanggung jawabku sebagai istrinya," Lirihnya Pelangi yang mulai ketakutan.
Noah terus berjalan ke Pelangi yang berdiri dengan menundukkan kepalanya saking tidak beraninya memperlihatkan wajahnya di hadapan suaminya sendiri.
"Kejora, kamu harus bersiap karena papi dan mami akan datang, mereka sudah berada du dalam pesawat siap berangkat ke sini, jadi aku minta sama kamu jangan sekali-kali melakukan kesalahan apapun untuk membuat mereka curiga jika kita tidak seperti hubungan suami istri lainnya, Ingat mulai sekarang kamu harus berakting jika kita ini sebagai pasangan suami istri yang bahagia dan serasi," terangnya Noah.
Noah menyentuh dagu lancipnya Pelangi dan mengangkat sedikit," mulai sekarang jika aku berada di dekatmu jangan sekali-kali berani untuk menundukkan kepalamu, karena aku tidak berada di bawahmu sekarang," ucapnya Noah yang tersenyum penuh arti.
"Ihhss apaan, siapa juga yang mau di atas Tuan," ketusnya Pelangi yang menatap intens wajahnya Noah hingga debaran jantungnya tiba-tiba berdendang ria dikala tatapan mereka saling bertemu.
Pelangi spontan memegang dadanya itu dengan penuh drama," kenapa dadaku seperti ini apa yang terjadi?"
Noah yang melihat apa yang dilakukan oleh Pelangi segera memajukan wajahnya ke arah Pelangi. Pelangi mundur beberapa langkah hingga punggungnya terantuk di dinding tembok kamarnya. Pelangi refleks mendorong dada bidangnya Noah hingga menepis jarak keduanya.
"Apa yang ingin Tuan Muda lakukan?" Tanyanya Pelangi yang mulai ketakutan.
Noah hanya tersenyum smirk sambil menumpukan tangan kirinya ke dinding tepat di samping telinganya Pelangi," kira-kira kalau sepasang suami istri berduaan saja du dalam kamar apa yang akan mereka lakukan dan apa yang akan terjadi!?"
Pelangi dengan gesit berusaha untuk meloloskan dirinya dari dalam kungkungannya Noah,tapi usahanya gagal karena Noah segera memegang kedua tangannya Pelangi. Tangannya Pelangi sudah berada di atas kepalanya itu dengan posisinya tubuhnya menempel ke dinding.
"A-pa yang akan Tuan lakukan?" Tanyanya Pelangi yang sedikit gemetaran dan berbicara gagap.
Noah segera mendekatkan wajahnya hingga bibir mereka saling bersentuhan. Noah tanpa ragu langsung mee luuu maat bibir yang merah merona itu. Hingga nafas mereka saling berbagi pasokan udara, air saliva mereka saling bertukaran satu dengan yang lainnya.
Karena ini pengalaman pertama mereka yang sama-sama perdana sehingga tampak jelas mereka sangat kaku untuk melakukannya. Noah memegang tengkuk lehernya Pelangi hingga memudahkan apa yang telah ia perbuat di atas bibirnya Pelangi.
__ADS_1