Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 29


__ADS_3

"Perempuan itu kecentilan dan sok cantik menggoda Pak Erka, tapi aku harus tahu siapa perempuan itu," gumamnya Lusi sambil mencengkram kuat ballpoint yang dipegangnya itu


Erka dan Rindu bergandeng tangan terus menerus ke dalam ruangannya. Pintu ruangan itu ditutup rapat dari arah dalam.


"Abang maaf yah aku hanya masak makanan ini saja, semoga saja Abang suka," imbuhnya Rindu yang segera menata beberapa makanan ke atas meja kebetulan di dalam setiap ruangan dosen dilengkapi satu set sofa.


Ada sayur asem, udang goreng tepung, tempe mendoan, ikan gurame tumis rica-rica dan tidak lupa sambal terasi kesukaan suaminya itu.


"Woooo makanannya sungguh lezat sayang, apa semua ini kamu yang masak?" Tanyanya Erka Mandala Jauhari yang sudah duduk dan siap menyantap makanan tersebut.


"Abang belum nyoba dan makanannya belum dicicipi sudah bilang lezat, jangan sampai tampilan dan rasanya nggak sesuai dengan ekspektasi dari Abang," ucapnya Rindu yang merendah.


"Kamu itu sedari dulu selalu masakan yang kamu masak pasti enak sayang jadi saya tidak pernah meragukan kehebatan kamu itu," pungkasnya Erka lalu menarik tubuh istrinya itu ke atas pangkuannya.


Rindu yang diperlakukan seperti itu tersenyum malu-malu, wajahnya berseri merona memerah seperti buah tomat yang sudah mateng di atas pohonnya.


Erka mengelus punggungnya Rindu yang membuat bulu kuduk Rindu refleks berdiri. Dia tahu jika suaminya menginginkan dirinya saat itu juga sehingga Rindu hanya terdiam saja menantikan apa selanjutnya yang akan dilakukan oleh Erka di atas tubuhnya.


Erka berbisik-bisik di telinganya Rindu yang hembusan nafasnya mengenai wajahnya," kamu bawa pakaian ganti enggak?"

__ADS_1


Rindu menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan dari mulut suaminya itu.


"Kalau gitu aku ingin meminta hakku dulu sebelum kita makan siang bersama," imbuhnya Erka Mandala yang kedua bola matanya sudah berkabut gaaa iii rah yang sangat menginginkan tubuh dari istrinya itu.


Erka memperlakukan Rindu dengan begitu lembut, perlahan tapi pasti satu persatu kain yang menutupi seluruh tubuhnya Rindu sudah terlempar ke sembarang arah.


Rindu bukannya yang pertama kali mereka lakukan tapi, selalu merasa malu jika berhubungan lebih intim dengan suaminya sendiri.


Siang itu, mereka lewati dengan penuh semangat dan penuh rasa cinta dan kasih sayang yang menggebu-gebu dan tersalurkan dalam penyatuan mereka berdua.


"Ya Allah… semoga saja kali ini berhasil dan istriku bisa segera hamil, walaupun kami sudah menikah baru beberapa bulan dan punya dua anak kembar, tapi aku tidak suka dan sedih melihat istriku murung memikirkan kenapa dia belum hamil juga," batinnya Erka sambil terus menggenjot dan berpenetrasi di atas tubuh istrinya itu.


Hubungan mereka sudah dikaruniai dua orang anak kembar yaitu Bintang Airen Mandala dengan Kejora Aysila Mandala yang sudah duduk di bangku sekolah dasar kelas empat.


Deru nafas mereka memenuhi segala penjuru ruangan tersebut yang kedap suara. Erka sengaja merenovasi ruangannya sedemikian rupa khusus untuk istrinya tercinta jika sewaktu-waktu mereka bertemu seperti sekarang ini.


Keasyikan dan kesyahduan yang mereka alami berbeda halnya di luar ruangannya. Berkat provokasi seseorang mengakibatkan banyak orang yang berdiri di depan pintu ruangan kantor Erka.


Salah satu dosen yang kebetulan datang ke arah tersebut terkejut melihat begitu banyaknya mahasiswa yang berdiri bergerombol dengan keributan yang mereka ciptakan.

__ADS_1


"Apa yang terjadi di sini, kenapa kalian mencari keributan dan masalah, apa kalian tidak belajar?" Kesalnya pak Budi selaku salah satu dosen yang sangat mengenal Erka dan istrinya Rindu.


"Kami berdiri disini ingin menuntut penjelasan kepada Pak Erka kenapa dia berani sekali bertindak tidak senonoh di wilayah kampus sedangkan dia adalah seorang tenaga pendidik dan pengajar," umpatnya seorang dari mereka.


Pak Budi terperangah dengan perkataan dari mahasiswanya.


"Maksudnya, Bapak tidak mengerti dengan perkataan kalian, dimana buktinya kalau Pak Erka mengerjakan pekerjaan yang seperti kalian tuduhkan?" Anaknya Pak Budi lagi.


Semuanya tersenyum merendahkan dan meremehkan, mereka tidak ada yang mengetahui jika Erka sudah menikah dan perempuan yang bersamanya adalah istrinya itu.


"Kalau bapak ingin tahu buktinya, tolong dobrak pintu itu agar semuanya terbuka dengan jelas," ketus dari mereka lagi.


"Sesuai dengan rencanaku, dasar perempuan gatal bersiaplah karena kamu akan dipermalukan di depan orang banyak," batinnya Lusi yang ternyata ikut bergabung dengan mereka yang hanya diam menonton dan tersenyum penuh kelicikan.


"Ya Allah… apa kalian tidak tahu kalau Pak Erka itu sudah menikah jadi ia tidak mungkin membawa seorang wanita ke dalam kantornya kalau bukan istrinya sendiri," sanggahnya Pak Budi.


Tiba-tiba pintu itu terbuka dengan lebar, keluarlah penghuni rumah kantor tersebut.


"Ini dia wanita kurang ajar itu yang berani menggoda dan memanjat ranjangnya Pak Erka!" Cibir seorang mahasiswi.

__ADS_1


Rindu dan Pak Budi yang mendengar perkataan menghina itu cukup dibuat terkejut.


__ADS_2