Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 15


__ADS_3

"Tolong jangan perlakukan papa seperti ini Nak, papa sama sekali tidak mengetahui jika Mama kamu waktu itu sedang mengandung setelah kepergian Papa dari Jakarta dan berangkat kerja ke Kalimantan Selatan tepatnya di Banjarmasin, maafkan Papa dengan semua kesalahan Papa yang sudah menyia-nyiakan kalian dan meninggalkan kalian juga, papa waktu itu disaat berpamitan pada mama kamu dan papa sama sekali tidak mengetahui jika kamu sudah hadir dalam perutnya Mama," jelasnya panjang lebar Erka Mandala Jauhari di depan anak sulungnya itu.


"Papa tidak berniat sedikitpun untuk meninggalkan kalian bertiga dan juga Papa itu pergi karena urusan pekerjaan dan demi masa depan kalian sshjnggy dengan berat hati Papa pergi bekerja tapi, setelah enam bulan, kepulangan Papa kembali ke Jakarta dengan niat untuk melamar Mama Rindu sudah tidak ada di rumah yang ditempati Mama, saya sudah berusaha untuk mencari keberadaan kalian tapi hingga beberapa bulan dan tahun kemudian, Mama sama sekali tidak menemukan keberadaan kalian hingga suatu hari papa memilih untuk menyerah dengan keadaan saja dan kembali menetap di kota Banjar," ungkap Erka panjang lebar.


Bintang menangis tersedu-sedu saking bahagianya mendengar kenyataan tersebut, tapi disisi lain ia juga merasa sedih karena harus membuka aib dan kesedihan mamanya yang sebenarnya sudah dikubur dalam-dalam karena terlalu sedih, menyedihkan serta kecewa dalam waktu yang bersamaan.


"Aku yakin Mama akan bahagia setelah mengetahui kenyataan jika papa belum menikah dengan perempuan manapun dan juga Senja bukan anak kandungnya Papa," imbuhnya Bintang yang cukup dewasa memaknai permasalahan dan kemelut dalam hubungan percintaan dan asmara kedua orang tuanya.


Erka tersenyum sumringah mendengar perkataan dari mulut anak sulungnya itu," syukur Alhamdulillah… kamu cukup pintar dan dewasa mengerti dengan keadaan dan kondisinya Papa dan Mama kamu semoga apa yang akan papa rencanakan kedepannya dan berharap agar Mama bisa memaafkan kesalah pahaman yang terjadi selama ini, tapi sepertinya Mama kamu sangat benci dengan Papa," ujarnya Erka yang sedikit sedih.


Bintang segera menghabiskan makanan yang tersisa di atas piringnya itu dengan lahapnya. Ia tanpa ragu dan malu melahap dengan penuh kenikmatan semua makanan yang tersaji di atas meja yang sudah dipesan khusus oleh papanya.


Erka menyeka sudut bibirnya Bintang Airen Mandala yang kebetulan ada nasi di pipinya tepatnya di sekitar bibirnya itu. Bintang tersentuh hatinya diperlakukan penuh perhatian oleh Papanya yang baru saja dia ketahui status dan hubungan apa sebenarnya yang terjadi dan tercipta diantara mereka.

__ADS_1


Bintang segera menyentuh dan menggenggaml kepalan tangan papanya yang kebetulan menangis tersedu-sedu dalam penyesalannya.


"Maafkan Papa atas ketidak berdayaan papa selama ini, Papa berjanji akan memperbaiki dan mengisi waktu yang telah terlewati dan terbuang itu dengan baik tapi, papa boleh minta sesuatu enggak sama kamu?" Tanyanya Erka seraya membalas genggaman salah satu anak sulungnya.


Bintang menyeka air mata papanya itu dengan menggunakan tangan kecilnya. Bintang yang baru berusia tujuh tahun lebih, tapi cukup dewasa memaknai permasalahan yang menerpa hubungan percintaan kedua orang tuanya.


Bintang dengan penuh kebahagiaan dan antusias, "Insya Allah… saya akan berusaha untuk membantu Papa agar mama Rindu kembali mencintai papa seperti dulu lagi sehingga kita bisa berkumpul seperti layaknya keluarga kecil lainnya, tapi Papa juga harus berusaha untuk meyakinkan kembali hati dan perasaannya Mama agar dia tidak membenci Papa lagi," terangnya Bintang yang spontan menutup mulutnya itu karena sudah jujur dan keceplosan mengatakan jika mamanya sudah membenci papa biologisnya itu.


Raut wajahnya Bintang salah tingkah dan menutup mulutnya rapat-rapat dan tertawa cengengesan menanggapi perkataannya sendiri.


"Jadi Senja adalah adik sepupunya Bintang yah Pa! Tapi mama dan papanya dede Bintang ada dimana kok saya nggak pernah melihat mereka sih Pa padahal kami tinggal di kompleks perumahan itu sudah cukup lama," tutur Bintang Airen Mandala yang mulai muncul sifat keponya.


"Iya sayang putrinya Papa yang cantik," balasnya Erka.

__ADS_1


"Tapi, apa papa akan pergi lagi dan meninggalkan kami lagi karena papa bekerja di daerah Banjarmasin Kalimantan Selatan?' tanya Bintang yang sudah melupakan jam istirahat sekolah sudah usai.


"Aku tidak akan pergi jauh lagi, karena papa menerima tawaran dari perusahaan untuk menjadi dosen d salah satu sekolah pelayaran PPIP Jakarta," tampiknya Erka.


"Serius Papa akan jadi dosen di kampus, woow sungguh luar biasa dan amazing loh Papa, aku sangat bahagia dan bangga dengan kemampuan Papa, berarti papanya the twins itu sungguh hebat dan luar biasa," pujinya Bintang yang sangat bahagia mendengar berita gembira tersebut.


Erka Mandala Jauhari dengan anak sulungnya sudah berbincang-bincang dan berdiskusi untuk merencanakan rencana yang sungguh besar untuk menyatukan kedua orang tuanya itu.


"Bintang berjanji pada papa akan membantu apapun itu agar Papa segera bisa melamar dan menikahi Mama Rindu," ujarnya Bintang Airen Mandala Jauhari dengan menggebu di hadapan papanya itu.


Erka tersenyum dan bersyukur karena anaknya cukup terbuka dan dewasa mengerti dengan keadaannya selama ini. Berbeda dengan anak keduanya yaitu Kejora Aysila Mandala yang lebih sensitif dan masih bersifat kenakan sehingga Erka lebih memilih untuk bekerjasama dengan putri sulungnya.


Erka tersenyum bahagia," thanks sayang, kamu memang putrinya Papa yang pantas papa andalkan,papa berharap penuh dan besar padamu Nak, semoga apa yang kita rencanakan bisa sukses dengan baik," jelasnya Erka dengan senyuman penuh bahagiaannya.

__ADS_1


"Kalau gitu aku masuk kelas dulu Papa, aku akan telpon Papa setelah sampai di rumah tapi, Ingat jangan sampai kita ketahuan dari Mama Rindu karena ini adalah rahasia antar putri dan papanya," imbuhnya Bintang sambil menautkan jari kelingkingnya di jari papanya itu.


__ADS_2