Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 107


__ADS_3

Kabar gembira itu segera tersiar ke seluruh keluarga, kerabatnya baik yang dari daerah luar pulau Jawa, Jakarta hingga ke daerah Sulawesi Selatan Makassar, dalam negri sendiri bahkan ke luar negeri pun sudah mendapatkan undangan khusus dari kedua calon mempelai pengantin pria dan wanita tersebut.


Relasi bisnisnya serta teman kerja semuanya sudah mendapatkan undangan spesial dari Pak Rizaldi dan istrinya Bu Annisa dan juga Bu Sandra Dewi Winata bundanya Veri yang sudah berstatus janda itu. Kesibukan sudah jelas terlihat dari rumah besar kediaman keduanya.


Nawja dan Veri pun sudah mengadakan foto prewedding mereka sehingga gedung, catering, wedding organizer, undangan semuanya sudah beres sesuai dengan harapan kedua belah pihak keluarga besar mereka.


"Mbak kamu harus makan yang banyak agar calon babynya Mbak sehat, Mbak juga kuat besok dihari akad nikahnya Mbak, cukup aku saja yang baru mengetahui jika aku hamil di hari itu pula aku harus merelakan kepergian calon anakku dengan abang Noah," bujuknya Pelangi di depan kakak iparnya yang saat itu mengalami ngidam dan morning sicknes yang membuatnya tidak mau makan.


"Kamu harus sabar, kalian berdua masih muda insha Allah akan memberikan kalian kesempatan kedua untuk memiliki calon anak lagi, Mbak yakin akan hal itu.," Imbuhnya Najwa yang berusaha untuk meyakinkan adik iparnya yang sedih karena teringat dengan anaknya yang baru berusia sebulan itu harus keguguran.


"Makasih banyak Mbak insya Allah saya bisa kuat dan sabar yang paling penting setiap hari berusaha untuk prosesnya," ucapnya Pelangi yang terkekeh.


"Pelangi kau dan Kejora pernah ngomong katanya mau pergi umroh, setelah kami menikah apakah itu benar?" Tanyanya Najwa yang sudah mulai memakan makanan khas buatannya sendiri tangannya Pelangi khusus untuk kakak dari suaminya itu.


Pelangi tersenyum penuh gembira dan bahagia ketika harus mengingat rencana baik mereka.


"Rencananya seminggu setelah Mbak menikah kami akan bertolak ke Mekkah Arab Saudi, itu rencana kami, katanya papa dan mama juga ingin ikut, Naila, Nagita pun sudah mendaftar, papaku, Kejora, Naufal dan paman dan bibinya Naufal pun bersedia ikut dalam rombongan jamaah umroh, kalau Mbak dengan mas Veri gimana apa bersedia juga ikut?" Harapnya Pelangi.


Najwa memegangi punggung tangan adik ipar itu," maafkan Mbak sepertinya enggaj bisa pergi dan gabung dengan kalian karena aku ngidam cukup parah besok saja di acaraku aku sedikit was-was takutnya aku mual-mual bisa mereka para tamu undangan akan mengetahui permasalahan kami," ucapnya sendu Najwa.


"Insya Allah semuanya akan berjalan lancar dan berpikiran positif saja Allah SWT itu maha adil dan maha penyayang kepada semua umatnya," tukasnya Pelangi.

__ADS_1


Perbincangan keduanya pun berakhir karena sudah larut malam. Keesokan harinya pagi-pagi sekali semua orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Calon pengantin wanita sudah duduk cantik dan manis di dalam kamar pengantinnya itu. Segala persiapan sudah dilaksanakan tersisa menunggu rombongan keluarga pengantin prianya.


Segala pujian didapatkan oleh Najwa setelah balutan pakaian gaun pengantin adat Jawa Barat sudah membalut tubuhnya itu yang sedikit gemuk dari biasanya. Tamu undangan rekan kerjanya di rumah sakit semuanya sudah hadir untuk memberikan ucapan doa restu untuk dokter muda itu.


Berselang beberapa menit kemudian, Veri sudah duduk di hadapan Pak penghulu dari kua setempat dan yang bertindak sebagai wali nikah adalah papanya sendiri yaitu pak Rizaldi Brotoseno Lubis.


"Bagaimana dengan Pak Rizald dan calon manten laki-laki apa sudah siap?" Tanyanya Pak Jusman Syafii selaku penghulu yang diutus dari kantor urusan agama setempat.


"Insya Allah kami siap pak!" Jawab keduanya bersamaan.


Pak Rizaldy dan Veri sudah saling berjabat tangan," Veri Alfiansyah Winata saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri pertamaku yang bernama Najwa Ayuna Ariesta Rizaldi bin Lubis dengan mas kawin emas murni 24 seberat 12 gram dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!" Ucap Pak Rizaldi.


"Bagaimana para saksi apakah sah!?" Tanyanya Pak Penghulu.


"Sah!!" Jawab mereka serentak hingga suara mereka semua membahana di dalam ruangan rumahnya Bu Annisah yang cukup besar itu.


Semua orang bersyukur dan bahagia atas pernikahan kedua. Ucapan selamat dan doa restu mengalir dan berdatangan ke arah kedua pengantin baru itu yang sudah duduk saling berdampingan satu sama lainnya.


"Alhamdulillah putriku sudah menikah semoga mereka bahagia sakinah mawadah warahmah hingga kakek nenek,"

__ADS_1


"Selamat menempuh hidup baru semoga pernikahannya langgeng hingga kakek nenek,"


"Amin ya rabbal alamin," ucapnya beberapa orang yang berada di sekitar pengantin itu.


Acara selesai setelah tengah malam dengan resepsi pernikahan yang begitu megah dan mewah.


Satu minggu kemudian…


Erka Mandala Jauhari, Kejora Aysila Mandala, Naufal Alfian, Pelangi atau Bintang Airen Mandala, Noah Javier Lubis, Pak Risaldi dan istrinya Bu Annisa Gottardo Lubis, Bu Sandra Dewi Winata, Nagita Ayana dan Naila Aprilia serta keluarga lainnya yang berjumlah sekitar sepuluh orang kalau disebut kepanjangan.


Mereka semua sudah bersiap berangkat menaiki pesawat yang akan membawa mereka dari bandara internasional Soekarno Hatta Jakarta Selatan menuju ke bandara internasional Jeddah Arab Saudi.


Suasana suka cita haru mewarnai kepergian mereka ke Timur Tengah dalam rangka melaksanakan salah satu kewajiban mereka sebagai umat Islam yaitu umroh plus.


"Alhamdulillah akhirnya kami sekeluarga akan berangkat ke Mekah, lancarkan lah segalanya ya Allah aku serahkan hidup dan mati kami di dalam genggaman tanganMu," batinnya Pelangi.


"Ya Allah bahagiakanlah kami ya Allah… jauhkan kami dari segala marah bahaya," Gumamnya Kejora.


"Semoga segala hajat baik kami terkabulkan ya Allah…" cicitnya Bu Annisa.


Semua orang bahagia dengan keberangkatannya ke Mekah secara bersama-sama dengan harapan adalah bahagia dunia dan akhirat amin ya rabbal alamin.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩ TAMAT ΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2