Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 80


__ADS_3

"Makasih banyak Abang kamu sudah tulus mencintai, kalau boleh jujur aku sangat bahagia mendengarnya," imbuhnya Kejora.


"Kejora mulai detik ini kamu harus memanggil saya adalah Mas bukan Abang, sedari tadi selalu memanggil dengan sebutan Abang,"


Kejora mendongak ke atas ke arah wajahnya Naufal," apa benar yang Abang katakan, jika hanya aku perempuan yang Abang sayangi sepenuh dan setulus hati?" Tanyanya Kejora yang ingin memastikan hal tersebut.


Naufal mengapit kedua dagunya Kejora agar keduanya saling bertatapan satu sama lainnya," pegang dadanya Abang, apa kamu bisa rasakan debaran jantungku yang berdegup dengan kencangnya? Itu tandanya aku mencintaimu karena, jujur baru hari ini aku tahu dan bisa bedakan kenapa dengan Pelangi asli aku tidak pernah sama sekali merasakan apa yang sekarang saya rasakan," ucapnya Naufal dengan menyentuhkan telapak tangan kanannya Kejora ke dadanya itu.


Kejora tersenyum cengengesan menangapi perkataannya Naufal," saya sudah terbiasa manggil semua orang itu dengan panggilan Abang seperti semua sepupuku khusus yang cowok karena aku lahir di Sumatera dan sejak berusia delapan tahun barulah Mama Rindu memboyong kami ke Jakarta hingga sekarang, Kakek nenek dari Papa orang Kalimantan sedangkan Mama campuran Sumatra dengan Sulawesi," jelasnya panjang lebar Kejora Aysila Mandala.


"Ohh gitu, tapi mulai sekarang kamu harus memanggilku sapaan Mas bukan yang lainnya," pungkasnya Naufal Adlan Budianto.


"Mas, apa aku boleh minta sesuatu padamu?" Tanyanya Kejora yang meminta sesuatu pada Naufal.

__ADS_1


"Apa cara duduk kamu yang seperti ini enak?" tanyanya Naufal yang melihat posisi duduknya Kejora agak tidak enakan.


"Enggak kok Mas, aku malah suka dengan cara dudukku yang begini, kalau enggak baikan pasti akan aku katakan pada Abang rrhh maksudnya Mas," ucapnya Kejora yang kembali salah ucap.


"Tadi kamu mau minta apaan sih? Tidak perlu sungkan ataupun segan dengan Abang,"


"Sebenarnya aku pengen makan disuapin sama Mas, kalau itu mas bisa enggak ngerepotin gitu," kilahnya Kejora Aysila Mandala Jauhari.


"Ya elah kalau hanya itu tidak masalah kok, Mas kira ada yang emergency yang kamu minta, karena katanya emak-emak biasanya orang yang hamil muda itu biasanya ngalamin masa ngidamnya yang berbeda-beda, kalau kamu gimana?" Tanyanya Naufal yang sangat penasaran dengan apa yang dialami oleh calon istrinya itu.


"Kalau gitu kita makan makanan yang sedari tadi Mas beli, sepertinya makanan itu akan kamu sukai,Mas yakin dengan hal itu," ujarnya Naufal sembari membuka kotak makanan yang sempat dibelinya tadi.


Kejora yang mendengar kata makanan segera memperbaiki posisi duduknya, seperti sikap seseorang yang belum makan siang dua hari saja.

__ADS_1


"Sini Mas, Kejora langsung makan saja di tempat itu, gak tahan sudah ini," cerca Kejora yang langsung merebut kotak makanan itu dari genggaman tangannya Naufal pria yang menjadi kekasihnya sekaligus calon ayah dari calon bayinya itu.


Naufal hanya tersenyum simpul melihat tingkah laku pacarnya yang sangat lahap memakan makanannya.


"Kamu harus makan yang banyak, karena mulai sekarang kamu itu makan untuk dua orang jadi harus banyak makan tidak seperti makan untuk seorang saja, terutama makanan yang banyak nutrisinya dan juga vitaminnya," tuturnya Naufal seraya mengambilkan air minum untuk Kejora.


"Ini enak sekali loh Mas, sayur dan ikannya enak banget teringat dengan masakannya Mama Rindu dengan Nenek Ratih," ucap Kejora dengan mulutnya yang penuh makanan itu.


"Kamu tahu gak, Mas sangat gembira melihatmu makan seperti ini, besok-besok kalau kamu pengen makan apapun tinggal kontak telpon saya saja, ingat jangan pakai sungkan untuk menyampaikan pada Mas apapun menu masakan yang kamu inginkan," harapnya Naufal.


Kejora hanya tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang tersusun rapi dan putih bersih itu.


Naufal mengecup keningnya Kejora disaat masih mengunyah makanannya, hingga matanya melotot saking tidak menyangka jika, Naufal akan melakukan hal itu lagi.

__ADS_1


"Kalian berdua memang mirip, tapi sifat dan karakter berbeda, ada hal yang tidak aku dapatkan di dalam dirinya Pelangi Arunika Rahmany dengan Kejora.


__ADS_2