Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 48


__ADS_3

Pelangi terus memberontak melawan beberapa orang yang duduk di dekatnya. Tapi, satupun tidak ada yang mau menolongnya.


"Bos, Kejora sudah kami tangkap dan sudah dalam keadaan aman,apa kami langsung membawa menghadap Tuan Muda?" Tanyanya seorang pria yang bertubuh kekar.


Pelangi dibawa ke suatu tempat di salah satu komplek perumahan elit di daerah bilangan Jakarta Selatan.


"Ya Allah… kenapa bisa aku terjebak dalam situasi seperti ini? Siapa sebenarnya mereka dan tuan muda yang mereka maksud itu siapa dan apa juga tujuannya mereka menculik ku apa mereka tidak tahu jika aku hanya perempuan miskin," batinnya Pelangi.


Tidak lama kemudian, mereka sudah sampai di tempat tujuan. Sebuah rumah yang cukup besar dan tinggi. Dari luar saja sudah nampak jika, pemilik rumah itu adalah orang yang kaya dari kalangan kaum jetset.


"Nona Kejora tolong bekerja samalah dengan kami, Nona berbaik hatilah pada kamii jadi tolong dengarkan apapun yang kami katakan," ujarnya salah satu dari mereka yang nampak dari raut wajahnya dia yang paling tua.


"Betul, Nona demi anak dan istri kami di rumah jadi apapun yang terjadi kedepannya tolong menurut lah pada Tuan Muda Noah Steve Atmanegara, jika tidak nyawa kami dan seluruh anggota keluarga kami menjadi taruhannya," ucapnya yang satu lagi dan tersenyum penuh maksud ketika melihat Pelangi terdiam dan raut wajahnya nampak peduli dengan apa yang dikatakannya.


Pelangi pun mulai berbicara," auu uuhh," ucapnya Pelangi yang mulutnya masih tertutup lapban yang cukup kuat awalnya memakai kain tapi berhasil dilepas oleh Pelangi.


"Lepaskan penutup mulutnya," perintah pria yang paling jangkung diantara yang lain.


"Kejora!" Beonya Pelangi.


Pelangi pun bernafas lega dan menghirup udara sebanyak-banyaknya.


"Maksudnya apa yang harus aku lakukan demi kalian semua?"


"Nona jika Tuan Muda Noah mengajak Nona kesuatu tempat untuk menikah maka tolong berpura-puralah untuk menikah demi kami semua Non," jelasnya pria tambun itu sambil berlutut dan menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya.


Pria yang berjumlah enam orang itu pun kompak mengikuti langkah apa yang dilakukan oleh rekannya.


"Sepertinya Nona Kejora baik hati dan mudah tersentuh, ini sinyal yang bagus untuk kedepannya," batinnya Joko.


"Aku juga harus menyelidiki kenapa mereka memanggilku Kejora," lirih Pelangi.


Pelangi tidak banyak waktu untuk berfikir dan juga tidak punya alasan untuk menolaknya, lagian menurutnya hal yang mereka minta adalah hal yang mudah sekali untuk dilakukan kalau hanya berpura-pura menikah saja. Pelangi terdiam sesaat untuk memikirkan segala resiko dan kemungkinan besar yang akan terjadi kedepannya.


"Baiklah aku bersedia,"

__ADS_1


"Syukur lah Nona setuju, kita antar secepatnya Nona ke salah satu ruangan khusus karena sedari tadi tim make up sudah menunggu kedatangannya Nona,"


Semua ikatan tali yang sedari tadi mengikat Pelangi sudah terlepas. Mereka berenam mengawal dan mengawasi Pelangi hingga sampai di dalam ruangan tujuan mereka.


Tidak butuh waktu lama, Pelangi sudah dimake up sangat cantik penampilannya berubah bak Cinderella modern saja.


Awalnya mereka sempat beradu argumentasi dan pendapat masalah hijab. Tapi, dengan memikirkan pertimbangan dari pada Kejora Aysila Mandala menolak untuk menikah dengan Tuan Muda mereka, makanya mereka sepakat dan setuju untuk memakaikan hijab Kejora dengan dipadupadankan dengan pakaian gaun pengantinnya yang berwarna putih gading.


"Perfeck," ucap perempuan yang mendandani Pelangi.


"Gimana apa sudah selesai, karena sudah waktunya Kejora menikah dengan Tuan Muda Noah,"


"Silahkan mempelai pengantinnya dibawa ke arah luar," imbuhnya Reva sang tim make up-nya.


Pelangi Arunika Arman berjalan diapit oleh beberapa pengawal yang berjas serba hitam siang itu. Sungguh naas kejadian penculikan itu terjadi disiang bolong itu, tapi saking kuatnya pria yang menculiknya hingga kejadian itu tidak disadari oleh siapapun.


Semua cctv yang merekam kejadian tersebut semuanya diretas dan dihapus serta dikacaukan agar tidak ada yang curiga. Sedangkan beberapa orang yang melihat kejadian itu, segera disuruh tutup mulut dengan beberapa sejumlah uang dan beberapa kata-kata berupa ancaman pastinya.


Pelangi berjalan dengan penuh percaya diri, tanpa ada sedikitpun rasa gentar dan ketakutan terpancar diraut diwajahnya. Noah yang sedang duduk di atas kursi rodanya melihat kedatangan Kejora.


"Kenapa ia sangat cantik memakai hijab, padahal selama ini sangat tidak pernah memakai jilbab sekalipun," gumam Noah Javier Atmanegara.


Pak penghulu dan juga beberapa anggota keluarga dari kedua belah pihak calon mempelai pengantin pun turut berdiri menyambut kedatangan Kejora.


"Pengantin wanitanya bikin pangling saja," pujinya dari beberapa orang.


"Tapi sayangnya calon suaminya itu cacat gara-gara kecelakaan," sarkas yang lain.


"Hush! diam jangan sampai ada yang dengar bisa gawat loh," ketusnya ibu-ibu disebelahnya.


Pelangi melihat kondisi fisik calon suami pura-puranya itu. Dia tidak menyangka jika, pria tersebut ternyata pria lumpuh.


"Ya Allah… pantesan gadis yang dipanggil Kejora itu kabur dari hari pengantinnya karena aku yakin alasannya suaminya itu cacat," tatapan matanya tajam menelisik ke arah Noah Javier Atmanegara.


Pak penghulu sudah berhadapan langsung dengan Noah, Pelangi pun sudah duduk di samping kirinya Noah. Tidak lama kemudian mereka sudah mengucapkan ijab kabul dan keduanya resmi sudah menikah.

__ADS_1


"Syukur Alhamdulillah putriku sudah menikah, andai Mama kalian masih hidup mungkin dia sangat bahagia," lirihnya Erka Mandala Jauhari.


"Selamat sayang kamu sudah menikah dengan gadis yang sangat cantik," ucapan selamat dari maminya Noah dokter Annisa seraya mengelus punggung putranya itu seraya memeluk tubuh yang sedari tadi terduduk di atas kursi.


"Selamat puteraku sudah resmi menikahi gadis yang sangat cantik dan aku yakin dengan Kejora akan membuat kamu bahagia," timpalnya Pak Rizal papinya Noah.


Noah hanya tersenyum pahit karena, mengingat kondisi fisiknya. Dia juga tahu karena apa dan alasan apa yang membuat Kejora setuju menikahinya itu.


Erka memeluk tubuh putrinya itu sambil meneteskan air matanya," putrinya Papa sangat bahagia karena, kamu sudah menikah Papa harap kamu bisa dewasa dan menjalankan pernikahan ini dengan tulus sepenuh hatimu Nak, mamamu di surga pasti melihat kalian dengan tersenyum bahagia,"


Pelangi cukup terenyuh mendengar perkataan dari pria yang dianggap papannya kejora.


"Insya Allah Papa, pe eh Kejora akan menjalankan apapun yang Papa katakan, doakan saja yang terbaik untuk Kejora Pa," tukasnya Kejora Aysila Mandala yang tanpa ia sadari air matanya menetes membasahi wajahnya yang masih cantik memakai make dengan kualitas yang bagus.


"Ya Allah… kenapa meski aku terjebak pada pernikahan orang lain yang bernama Kejora itu,"


Berselang beberapa jam kemudian, tepatnya jam delapan malam. Pelangi sudah berada di dalam kamar pengantin yang sudah didesain begitu cantik dan elegan. Pelangi duduk di ujung ranjang setelah berhasil membersihkan seluruh tubuhnya dan juga mengganti pakaiannya.


"Apa sebenarnya maksud dari semua ini, kenapa aku harus terjebak dalam pernikahan seorang perempuan yang sama sekali aku tidak kenal," cicitnya Pelangi.


Noah membuka pintu itu dan masuklah dia sambil menjalankan sendiri kursi rodanya. Pelangi yang melihat hal tersebut segera berdiri untuk membantunya.


"Stop! Tidak perlu membantuku dan jangan sekali-kali perlihatkan tampang kasihanmu itu di depanku karena aku tidak suka!" Gertaknya Noah.


Tangannya Pelangi menggantung di udara yang awalnya akan menyentuh tangannya Noah suami yang ia dapatkan karena sumbangan dari perempuan lain.


Sedangkan di tempat lain, seorang perempuan berlari dan terus berlari menghindari pria yang sejak tadi mengejarnya.


"Kejora berlarilah terus berlari apa kamu ingin hidup dengan pria cacat seumur hidupmu," gumamnya Kejora.


Kejora bersembunyi di balik tembok sebuah kafe yang baru saja dibuka. Hingga suara seruan dari seseorang mampu mengalihkan perhatiannya itu.


"Pelangi! Apa yang kamu lakukan disini?" Tanyanya Naufal Arkansa Dirga.


Kejora tersentak terkejut mendengar perkataan dari pria itu yang memanggilnya dengan panggilan Pelangi.

__ADS_1


__ADS_2