Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 37


__ADS_3

Setelah berbincang-bincang santai dengan kapten Rizal Haeri Wijaya dan Istrinya Annisa seorang perempuan yang bekerja sebagai dokter ahli kandungan.


"Saya tanya istriku dulu apa dia mengijinkan aku apa tidak karena mulai kejadian beberapa tahun lalu,Annisa sangat selektif menerima tawaran pekerjaan dari siapapun itu untukku," timpalnya Rizal.


Hingga acara praktek Dokter Annisa sudah selesai, mereka masih duduk d tempat semula tanpa ada merasakan kebosanan sedikit pun.


"Sayang kesini dulu, aku kedatangan tamu spesial nih!'" teriaknya Rizal sambil menjemput kedatangan Istrinya itu.


"Kami sangat senang dan bahagia karena ada kalian berdua yang menyambangi dan berkunjung ke rumah kami yang sederhana ini," candanya Annisa yang lebih berkesan merendah.


"Dokter bercandanya bisa saja rumah dokter seperti istana malah dibilang kecil," tampiknya Rindu dengan candaan pula.


Semua tertawa di sore hari itu, mereka seperti keluarga sendiri yang baru saja bertemu setelah beberapa tahun lamanya terpisah.


Seorang perempuan paruh baya berjalan ke arah mereka sambil membawa nampan yang berisi beberapa jenis makanan,"Maaf ini makanan yang Nyonya pesan," ujarnya sambil mengatur piring itu di atas meja.


"Makasih banyak Bu Sarmi," ucapan Dokter Annisa Khaerani Azizah.

__ADS_1


Rindu yang melihat asisten rumah tangga itu kerepotan segera berinisiatif untuk membantunya tapi, baru saja memegang salah satu piring, tiba-tiba perutnya bergejolak seolah isi dalam perutnya menginginkan untuk keluar dari dalam lambungnya Rindu.


"Owek.. oek…"


Suara mual Rindu yang segera menutup mulut dan hidungnya karena tidak menyukai mencium bau bumbu makanan itu.


Erka Mandala Jauhari yang melihat kondisi Istrinya segera bertindak," sayang apa yang terjadi padamu?" Tanyanya yang mulai panik dan kebingungan dan juga ketakutan.


Sedangkan Rizal dan Annisa hanya saling bertatapan satu sama lainnya sambil tersenyum penuh maksud.


"Erka kamu tidak perlu khawatir seperti itu juga kali, istri kamu baik-baik saja itu malahan aku akan memberikan selamat kepada kamu karena sepertinya istrimu ini Mbak Rindu Anjani Chandani sudah hamil alias berisi," terangnya Rizal dengan penuh keyakinan.


"Istriku apa benar kamu sedang hamil anak kita?" Tanyanya Erka yang seperti pria yang baru akan memiliki anak saja.


Apa yang dikatakan oleh Erka itu membuat gelak tawa dari Annisa dan Rizal yang kembali membuat Erka keheranan dan menatap kedua orang itu bergantian.


"Ya Allah… Erka.. Erka apa kamu belum pernah berada di posisi seperti sekarang ini sampai-sampai kamu tidak mengetahui gejala yang dialami oleh Rindu?'" tanyanya Rizal yang mendapat pelototan dan sekaligus cubitan mesra dari isterinya Annisa.

__ADS_1


Rizal kembali terdiam dan teringat jika mereka memiliki anak awalnya karena insiden dan kejadian yang sepatutnya tidak boleh mereka lakukan.


Suasana sempat menjadi hening seketika itu," kalau ingin mengetahui lebih jelasnya gimana kalay Mbak Rindu ikut saya ke lab pemeriksaan Ibu hamil supaya dugaan dan pikiran kita semua bisa terjawab dengan baik dan benar sehingga kita semua tidak salah kaprah lagi," sarannya Annisa yang sudah berdiri dari duduknya sambil mengayunkan tangannya ke arah Rindu.


Rindu tanpa banyak berfikir segera menyambut tangannya Annisa. Mereka berempat segera berjalan ke arah laboratorium pemeriksaan.


Rizal menepuk pundaknya Erka," selamat saudara saya yakin istrimu itu sedang hamil karena sesuai tanda-tanda yang diperlihatkan oleh Rindu seperti dulu yang dialami oleh Annisa ketika hamil anak pertama kami," tuturnya Rizal yang tersenyum penuh kemenangan.


"Syukur Alhamdulillah kalau kenyataannya seperti itu Abang, aku sangat bahagia karena pernikahan kami yang sudah lebih setahun tapi, Rindu belum mengandung juga yang sudah lama kami tunggu dan nantikan,"


"Amin ya rabbal alamin, semoga saja apa yang Abang katakan benar adanya dan semoga calon bayi kami cowok," tukasnya Rindu yang sudah bergandengan tangan dengan Erka bahkan saking protektif nya Erka merangkul pinggang Istrinya seolah Rindu itu kalau berjalan belum pintar.


Wajahnya Erka Mandala Jauhari semakin berseri bahagia karena apa yang sudah lama ia harapkan sudah terpenuhi dan dikabulkan oleh Allah SWT.


Rindu sudah berbaring di atas ranjang bangkar klinik praktek dokter Annisa. Annisa sudah mengoleskan gel khusus untuk mempermudah melakukan pemeriksaan terhadap Rindu melalui USG 4D itu. Annisa memutar kiri dan kanan untuk lebih memastikan dengan detail calon bayinya Rindu.


Annisa tersenyum penuh bahagia," Mbak coba lihat ke layar komputernya itu jabang bayi kalian dan saya perkirakan usianya sudah jalan tiga bulan sesuai dengan perkembangan janinnya yang masih kecil," jelasnya Annisa.

__ADS_1


"Syukur Alhamdulillah, makasih banyak ya Allah atas segala nikmat dan karunia-Mu," gumamnya Erka yang tak bisa menyembunyikan kegembiraannya itu atas kehamilan Rindu.


Bagi Like, Komentar, gift iklan,poin dan koinnya dong kakak readers...


__ADS_2