Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 105


__ADS_3

Pelangi dan Kejora sudah memutuskan untuk pergi umroh beberapa hari kemudian. Tapi, mereka kesusahan mencari waktu yang tepat. Tapi,ada masalah yang cukup rumit dan besar terjadi di dalam keluarganya Noah dan ketiga saudarinya.


"Kita tunda saja dulu rencana perginya ke tanah suci setelah masalah selesai, insha Allah kita akan ke Mekkah," ucapnya Pelangi di depan kakak kembarnya itu.


Keempat orang tersebut menunda keberangkatan mereka untuk umroh sementara akan menunggu masalah Nawja selesai. Mereka pun bubar dan kembali ke dalam kamar masing-masing.


Sedangkan di dalam kamar pribadi yang bernuansa girly, seorang perempuan terduduk di atas lantai keramik. Wajahnya pucat pasi, air matanya menetes membasahi pipinya dengan rambutnya yang terurai seperti rambut singa saja.


Apa aku bahagia atau sedih karena aku hamil, padahal selama ini aku divonis tidak bisa hamil, tapi kenyataannya hari ini berkata lain sudah lebih sepuluh kali dengan alat tes kehamilan testpack aku mencobanya,tapi hasilnya positif.


Ya Allah bagaimana jika papa dan mama mengetahui jika saya hamil, tamatlah hidupku jadi bulan-bulanan kemarahan mereka.


Dia adalah Najwa Ayuna Ariesta Rizaldi perempuan yang berprofesi sebagai dokter muda itu mengetahui dirinya telah hamil. Padahal seingatnya baru sekali ia berhubungan intim dengan Veri pria yang telah bertekad untuk memutuskan keputusan dokter tentang vonis jika Najwa tidak bisa hamil karena telah dioperasi beberapa tahun silam.


Aku harus mendatangi mas Veri Ahmed Ali Winata untuk mengatakan kepadanya yang sejujurnya bahwa aku hamil dia bersedia menikahiku atau tidak itu urusan belakangan. Najwa hendak berdiri dari duduknya itu, tapi langkahnya terhenti ketika mamanya melihat apa yang dilakukan oleh Najwa di dalam kamar putrinya itu.


"Mama tunggu kamu di ruang tengah!" Perintahnya Bu Annisah.


Najwa kelimpungan,ia panik dan ketakutan karena tidak menyangka jika mamanya mengetahui apa yang sedang terjadi padanya. Tapi,ia berusaha untuk meyakinkan diri dan hatinya jika mamanya tidak mencurigai apa yang sudah terjadi padanya.


Najwa menuruni undakan tangga satu persatu dengan sangat pelan. Ia melihat sudah ada ketiga adiknya dan juga kedua orang tuanya. Ada Noah Javier Lubis, Pelangi atau Bintang Airen Mandala Jauhari, Naila Ayumi, Nagita Ayana yang baru saja sembuh total dari akibat kecelakaan yang dialaminya itu.


Apa jangan-jangan mereka sudah tahu jika saya hamil anaknya Mas Veri yah. Segala macam pertanyaan muncul dalam benak dan pikirannya Nawja.

__ADS_1


"Naila kamu pindah bergeser sedikit Nak,kakakmu mau duduk di situ," pintanya Bu Annisa.


Najwa dan Naila bergantian duduk di sofa yang sudah ditentukan oleh Nyonya Besar Annisa.


"Najwa, Mama sudah mengetahui apa yang terjadi padamu,kamu tidak perlu menyembunyikan kenyatannya, walaupun mama sangat sedih,kecewa dan membenci kelakuanmu ini,tapi Mama tidak mungkin menghukum kalian saja, makanya mama meminta dia berterus terang kepada mama dan katanya dia siap bertanggung jawab atas perbuatannya itu, Najwa Mama sebenarnya sangat malu atas perbuatanmu ini Nak," ucapnya Bu Annisa dengan air matanya yang sudah meneteskan air matanya saking sedih dan kecewanya atas sikap dari anak sulungnya itu.


Najwa segera bangkit dari duduknya sambil berlutut dan bersimpuh di hadapan kedua orang tuanya.


"Mama, Papa maafkan kesalahan Najwa, aku memang salah dan telah tergoda dengan bujukan mautnya, aku akui aku yang salah, maafkan Najwa mama jangan menangis karena gara-gara khilaf dan dosa Najwa akan menggugurkan kandunganku ini lagian baru dua bulan kok Ma, masih bisa digugurkan," ratapnya Najwa yang masih bersimpuh di depan anggota keluarganya itu.


Sedangkan yang lain hanya duduk sambil menatap ke arah ketiga orang tersebut tanpa ada yang berniat atau berani untuk mengutarakan apa yang akan dikatakan oleh mereka.


Pak Rizaldi menampar anak gadisnya itu dengan pelan untuk melampiaskan rasa kecewanya tanpa berucap sepatah katapun ketika menampar anaknya itu.


Suara tamparan itu terdengar jelas di dalam ruangan keluarga yang sering mereka pakai untuk bersantai bersama.


"Papa! Jangan seperti ini Pa, walaupun Mbak Nawja salah tapi jangan main tangan!" selanya Noah yang kasihan melihat kakaknya itu.


Pelangi segera menyentuh punggung tangan suaminya itu sambil menggelengkan kepalanya agar Noah sabar dan tidak ikut campur dalam urusan kedua mertuanya itu.


"Noah jika kamu menjadi seorang ayah kamu akan mengerti kenapa papa menampar wajahnya, ingat dosa tetap dosa tapi saya tidak akan mengijinkan siapapun untuk membunuh darah dagingnya sendiri yang sama sekali tidak berdosa, ingat kalian itu sudah berdosa berzinah tapi kenapa masih ingin menambah kesalahan untuk kesekian kalinya ha!!" Bentaknya Pak Risaldi dengan tegas dan tidak ingin diganggu gugat keputusannya.


"Putrinya Mama,kami kecewa, marah, menyesal, sedih dan sakit hati tapi mana mungkin kami akan membiarkan kamu membunuh calon bayimu, jadi kamu harus menyuruh pria itu datang untuk melamar secepatnya sebelum perutmu semakin membesar dan orang-orang mengetahui kesalahanmu ini," perintah Bu Annisa Haerani Gottardo.

__ADS_1


Najwa semakin mengeraskan suara tangisannya itu. Ia kebingungan bagaimana caranya untuk membuat dan meyakinkan agar Veri datang melamarnya.


Hingga pintu berdaun dua itu terbuka lebar dan masuklah dua orang, satu perempuan paruh baya yang masih cantik dan satu seorang laki-laki muda seusia Noah.


"Putraku akan bertanggung jawab kepada putrinya bapak Najwa kami datang kesini untuk melamar Najwa menjadi istri dari putraku Veri," tuturnya Bu Sandra Dewi Winata dengan penuh kesungguhan dan keseriusan.


Nyonya Sandra Dewi Winata dan pak Rizaldi Umar Lubis saling bertatapan satu sama lainnya.


"Sandra!" Cicitnya Rizaldi dengan senyuman khasnya itu.


"Ya Allah… Rizal apa dia adalah putrimu?" Tanyanya Sandra.


Bu Sandra berjalan ke arah Rizaldi sedangkan yang lainnya saling berbagi satu sama lainnya dengan menautkan kedua alisnya itu.


"Papa apa mengenal Tante Sandra?" Tanyanya Najwa.


"Dia adalah teman SMA-nya papa dan dulu sudah merencanakan akan menjodohkan anak-anak kami," jelasnya Pak Risal.


"Kalau gitu hari ini janji kita dulu akan jadi kenyataan," imbuhnya Bu Sandra.


"Benar sekali calon besan,tapi anakmu sudah buat anakku hamil dua bulan!" Ketusnya Bu Annisa.


Hahaha suara gelak tawa nyaring dan membahana di dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2