
"Suster! Tolong!" Teriaknya Naufal sembari menurunkan tubuhnya Kejora diatas bangkar rumah sakit.
Suster dan beberapa perawat lainnya bergegas membantu Naufal untuk menangani kondisinya Kejora dengan secepatnya mendorong tubuhnya Kejora ke dalam ruangan ugd tersebut.
"Kami akan memberikan yang terbaik untuk semua pasien yang membutuhkan perawatan, tapi kami harap Bapak menunggu di luar saja,kami akan segera menangani istri Bapak," ucapnya salah satu dokter wanita yang berambut pendek.
Naufal pun tidak melawan dan banyak bicara lagi. Dia duduk di salah satu kursi sambil menunggu pintu ugd terbuka lebar. Ia baru teringat dengan kantong kresek yang kebetulan dipegangi Kejora ketika ditemukan dalam keadaan pingsan tak sadarkan diri lagi.
Naufal segera beranjak dari duduknya lalu berjalan dengan cepat ke arah parkiran. Dia sedikit curiga dengan apa yang terjadi pada Kejora Aysila Mandala Jauhari disebabkan oleh benda yang berada di dalam kantong kresek itu.
Naufal Arian Budianto segera meraih tas handbagnya dan juga kresek itu segera. Ia belum sempat memeriksa kedua benda itu, karena berniat untuk membukanya setelah berada di dalam area ugd.
"Ya Allah… lindungilah Kejora, semoga dia baik-baik saja, aku tidak akan sanggup untuk hidup dengan baik jika terjadi sesuatu padanya perempuan yang sangat aku cintai ya Tuhan," batinnya Naufal.
Bersamaan dengan kedatangannya, Kejora pun sudah selesai diperiksa secara keseluruhan. Naufal segera berjalan ke arah rombongan tim dokter dan perawat yang barusan keluar dari pintu.
"Dok, bagaimana dengan kondisi istriku?" Tanyanya Naufal yang mulai memperlihatkan kepanikannya.
Dokter itu tersenyum ramah," Bapak tidak perlu khawatir dengan kondisinya karena dia tidak apa-apa hanya saja kelelahan dan selamat Pak istri Anda hamil," terangnya Bu Dokter itu.
Naufal tubuhnya langsung kaku mendengar perkataan dari dokter yang mengatakan Pelangi hamil.
"Apa istri saya hamil Dok?!" Tanyanya Naufal yang tidak mempercayai hal tersebut.
__ADS_1
"Iya, selamat yah Pak istrinya hamil dengan usia kehamilannya itu sudah dua bulan lebih," ungkap dokter.
"Dua bulan lebih!" Beonya Naufal yang mengingat sudah hampir jalan tiga bulan mereka berpisah.
Dokter tersebut segera berlalu dari hadapan Naufal yang seperti kebingungan dan keheranan dengan apa yang telah terjadi pada Kejora.
"Pelangi Arunnika Rahmany hamil anakku aku yakin itu," gumamnya Naufal lalu segera berjalan ke arah dalam untuk melihat Pelangi.
Suster yang melihat kedatangan Naufal di ranjang bangkarnya Kejora segera berjalan ke arahnya untuk bertanya beberapa hal.
"Maaf Pak, tolong secepatnya administrasi pasien diurus agar bisa segera dipindahkan ke kamar rawat inap," perintahnya suster itu.
"Baik Sus," balas Naufal.
"Maaf apa ada kartu identitas dari pasien seperti misalnya kartu tanda penduduk," pinta kepegawaian administrator.
Naufal segera merogoh tas itu dan menemukan dompetnya Kejora. Tanpa memeriksa terlebih dahulu, Naufal langsung saja menyerahkan KTPnya Kejora ke hadapan pegawai itu.
"Dengan ibu Kejora Aysila Mandala Jauhari,benar Pak?" Tanyanya Mbak Ita Lismawati.
Naufal semakin dibuat terkejut dan keheranan mendengar nama orang yang memiliki KTP itu.
"Maaf Anda tadi bilang apa? Maaf says kurang dengar," kilahnya Naufal yang sebenarnya ingin memastikan bahwa apa pendengarannya yang bermasalah atau nama yang tertera di atas ktp itu.
__ADS_1
"Apa bapak keluarga pasien yang bernama Kejora Aysila Mandala Jauhari,"
"Kejora Aysila Mandala Jauhari," cicitnya Naufal.
"Benar sekali Pak,nama yang tertera disini adalah Kejora Aysila Mandala Jauhari," ujarnya Pegwai itu yang mengerutkan keningnya melihat tingkah dan reaksinya Naufal.
"Kenapa namanya bukan Pelangi Arunika Rahmany yah, apa sebenarnya yang telah terjadi padanya?"
Pegawai itu terdiam sesaat menunggu Naufal kembali untuk membuka mulutnya untuk berbicara. Karena ia kembali terdiam tak bergeming ditempatnya memikirkan banyak kejanggalan yang terjadi saat itu.
"Tolong berikan perawatan yang terbaik untuk istriku Mbak," tuturnya Naufal sembari meyerahkan sebuah kartu kredit ke depannya Pegawai itu.
"Baik pak," jawabnya Mbak Ita.
Naufal berjalan tertatih menuju ke kamar perawatannya Kejora. Ia masih tidak paham dan ngerti dengan apa yang terjadi.
"Kenapa di ktpnya namanya Kejora tapi, wajahnya Pelangi?" Gumamnya yang berjalan lesu tanpa semangat.
Kejora sudah berada di dalam kamar perawatan VVIP sesuai dengan keinginannya Naufal. Dia melihat kekasihnya masih tidak sadarkan diri dengan raut wajahnya yang pucat pasi.
Selang infus terpasang sangat dipergelangan tangan kanannya. Tatapannya Naufal tertuju pada tangan kirinya dimana letak cincin tanda ia waktu itu melamar Pelangi setelah dari makam almarhumah mamanya itu.
Naufa tersenyum bahagia karena cincin yang beberapa minggu lalu ia beli khusus untuk Pelangi ketika mereka bepergian untuk berziarah ke makam mamanya.
__ADS_1
"Kamu adalah Pelangi tapi, namamu diktp adalah Kejora, apa ini Maksudnya kamu hari itu mengatakan pada Mas jika kamu bukanlah Pelangi apa alasan inilah yang kamu pergi jauh dari hidupku dan memutuskan sepihak hubungan kita?" Lirih Naufal sambil menggenggam tangannya Kejora dengan sesekali mengecupnya.