
" Itu ide yang sangat bagus Nak, jangan menunda lebih lama lagi karena jangan sampai Rindu pergi dari sini, Kalau seperti itu bawa ke sini menantunya Mama dan juga kedua cucuku, karena setiap kali kedua anakmu itu datang ada perasaan aneh yang muncul dalam dirinya Mama seolah mereka sangat dekat denganku, pantesan hal itu bisa terjadi karena mereka adalah darah daging putraku dan penerus keluarga Jauhari seorang kapten pelaut," jelasnya Bu Halimah dengan penuh dramatis.
"Siap Ma, aku akan menempuh cara apapun agar mereka menjadi milikku selamanya,aku tidak ingin menundanya lebih lama lagi, doakan saya Mama, semoga Rindu dan kedua putriku kembali kesisiku dan kami tidak akan terpisahkan lagi untuk selamanya," timpalnya Erka sembari meraih tangan mamanya itu karena ingin berangkat ke sekolah kedua putrinya untuk mengambil beberapa helai rambut kedua anaknya itu karena akan segera merencanakan tes DNA.
Erka segera mengendari mobilnya menuju sekolah dasar tempat keponakannya bersekolah sekaligus tempat sekolah kedua putri kembarnya itu.
Erka berniat untuk melakukan tes DNA secepatnya untuk mengetahui lebih jelasnya apa benar dugaannya jika Bintang Airen Mandala dengan Kejora Aysila Mandala adalah benar-benar anak kandungnya.
"Aku harus menghubungi pihak kantor dan menerima tawarannya untuk menjadi dosen tetap di kampus pelayaran PPIP Jakarta, karena aku tidak mungkin berjauhan lagi dengan Rindu dengan kedua putriku," gumamnya Erka sambil menyetir mobilnya menuju sekolah tersebut yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kompleks perumahannya.
Setelah sampai, ia segera memarkirkan mobilnya di depan pagar sekolah tersebut. Awalnya hanya di pinggiran jalan raya saja, tapi ternyata penjaga sekolah tersebut ternyata bapak dari salah satu abk kapal yang baru-baru ia tempati untuk bekerja di sana.
Erka adalah kapten kapal pelayaran tagbout yang beroperasi di Kalimantan Selatan tepatnya di Banjarmasin. Kepulangannya ke Jakarta karena merayakan ulang tahun keponakannya dan juga tahun baru tahun ini sehingga memutuskan untuk balik ke Jakarta.
__ADS_1
"Makasih banyak Pak Zainal sudah diijinkan parkir di dalam area parkiran sekolah," imbuhnya Erka Mandala Jauhari.
"Sama-sama Pak,saya yang harus lebih berterima kasih kepada bapak karena sudah menerima dan membantu putraku untuk bekerja di kapalnya bapak, walaupun sekarang bapak sudah memutuskan untuk off jadi kapten," pungkasnya Pak Zainal.
Erka tersenyum ramah," Bapak bisa saja anggap saja saya sama sekali tidak pernah melakukan hal itu, lagian saling tolong menolong itu kan kewajiban setiap umat muslim Pak," tukasnya Erka.
"Alhamdulillah, semoga di luar sana masih banyak pria yang seperti bapak Erka, kami sekeluarga tidak mungkin melupakan kebaikan bapak karena putraku tidak mungkin dapat kapal yang bagus jika tidak cas sebelumnya, bagaimana kalau saya minta nomor hpnya Bapak sempat besok-besok kami bisa datang berkunjung ke rumahnya Bapak Erka dan bertemu dengan Istrinya bapak juga," tampiknya Pak Zainal.
Mereka pun saling bertukar nomor hp, Pak Zainal sangat bersyukur karena bisa bertemu dengan kapten kapal anaknya.
Pak Zainal tersenyum ramah dan sangat bersyukur karena diberikan kesempatan untuk bertemu dengan penolong anaknya yang hampir setahun terlunta-lunta di pulau Kalimantan Selatan mencari pekerjaan setelah menyelesaikan sekolahnya di PPIP Sidorejo.
"Semoga kebaikan bapak dibalas kebaikan pula oleh Allah SWT, jasa-jasa bapak tidak akan kami lupakan," gumaman Pak Zainal.
__ADS_1
Erka bertemu terlebih dahulu dengan wali kelasnya kedua anak kembarnya untuk membayar melunasi semua biaya sekolahnya Bintang termasuk juga dengan biaya les privatnya juga serta biaya-biaya lainnya.
Setelah itu, ia segera berjalan ke arah ruangan kelasnya Bintang Airen Mandala karena sudah waktunya keluar main juga. Erka duduk di salah satu kursi panjang yang kebetulan berada tidak terlalu jauh dari ruang sekolah anaknya.
Sejak tadi, raut wajahnya selalu memperlihatkan senyuman kebahagiaannya. Ia tidak pernah memperlihatkan raut wajah kesedihan, kecewa, dan kerinduan yang mendalam sejak pertemuan dengan Rindu perempuan yang selalu ia cintai setulus hatinya.
"Apapun akan aku lakukan demi bisa aku bisa menikahi Rindu dan menjadikan dia seutuhnya milikku, entah kenapa akhir-akhir ini aku merindukan sentuhan hangatnya yang sudah hampir sembilan tahun lamanya aku tidak pernah lagi merasakannya," Lirihnya Erka sambil menatap ke arah langit yang hari itu begitu cerah di siang hari yang cukup terik tidak seperti biasanya yang selalu hujan mengguyur Ibu kota Jakarta.
Kebahagiaan tidak menghampiri mereka yang memiliki segalanya, namun kebahagiaan akan menghampiri mereka yang berterus bersyukur atas nikmatnya.
Terkadang cobaan menghampiri hidup kita, agar kita menjadi orang yang lebih sabar dan ikhlas untuk menghadapi segalanya.
Hal yang paling sulit dari hidup ini adalah menerima kenyataan pahit, percuma disesali jadikan saja pelajaran.
__ADS_1
Semua hanya tentang waktu, tunggulah dan tetap doakan, jangan berubah atau menyerah.