Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 99


__ADS_3

Kejadian yang sedang terjadi dan berlangsung di dalam kafe itu cukup membuat heboh beberapa pengunjung. Kafe Pelangi milik Naufal Aslam Budianto menjadi geger dan ricuh, gara-gara ulah seorang perempuan yang melabrak suaminya dengan perempuan lain yang sedang berduaan di dalam kafe.


Nafa Sananta nyalinya langsung menciut, raut wajahnya mulai nampak kepanikan, ketakutan dan kecemasan yang berlebih-lebihan. Hingga ia gentar dan tidak seberani sebelumnya. Nafa beranggapan jika, Nazril tidak akan bertindak kasar seperti itu padanya mengingat selama mereka menikah Nazril selalu bersikap lemah lembut dan perhatian padanya itu.


"Saya tidak bakalan minta maaf pada pelakor macam dia, Mas memaksaku pun saya tidak sudi untuk merendahkan martabat dan harga diriku di hadapan perempuan lucknut dan perebut suami orang itu!" kesalnya Nafa Azalia Sananta Nirwan.


Nafa tidak menduga dan menyangka jika ia akan mendapatkan perlakuan kasar dari pria tidak lama lagi akan bercerai dengannya itu. Nafa menghentakkan kakinya ke atas lantai keramik sebelum meninggalkan ruangan kafe tersebut.


"Saya tidak akan tinggal diam, tunggu pembalasanku padamu perempuan jaa laaang!" Ancamnya Nafa lalu pergi dari sana.


Nazriel Irham Alamsyah Yunus berjalan ke arah Nagita Ayana Agatha Rizaldi untuk bertanya masalah kondisinya. Nagita baru tersadar jika, cafe yang dia datangi adalah kafe milik suami dari adik kakak iparnya.


"Ya Allah… semoga saja kejadian ini tidak sampai kedengaran di telinganya mami Annisa dengan Papi Rizald jika, tidak aku akan dihabisi habis-habisan oleh Mami," batinnya Tata yang sering disapa oleh Nazril panggilan khusus yang diberikan oleh mantan kekasihnya itu.


"Tata,you are okey?" Tanyanya Nazril Irham yang khawatir terjadi sesuatu pada Nagita perempuan yang sedari dulu hingga detik ini rasa sayangnya masih sama yang dia rasakan untuk Nagita tak pernah tergantikan atau pun berubah, walau pun statusnya suami Nafa Sananta itu.


"Eehh a-nu a-ku baik-baik saja kok kak," jawabnya Nagita yang sedikit tergagap itu.


Nazril tanpa ragu segera menarik tangannya Nagita tanpa persetujuan atau pun aba-aba langsung pergi dari dalam kafe itu.

__ADS_1


"Kak, kita mau ke mana dan kenapa meski berjalan seperti ini juga,"ketusnya Nagita yang kembali menjadi pusat perhatian akibat ulahnya Nazril.


"Aku akan mengantarmu pulang, tidak baik kamu terus-menerus dalam keadaan seperti ini," ucapnya Nazril Irham yang terus berjalan ke arah parkiran.


Mereka pun pulang bersama, Nazril berniat untuk langsung datang ke rumahnya Nagita Ayana Agatha untuk bertemu dengan Pak Rizaldi Umar dengan istrinya Bu Annisa sang dokter spesialis kandungan itu yang memilih pensiun tahun ini, dan lebih memilih mengurus anak-anak dan suaminya.


Mobil yang dipakai oleh Nazril sengaja ia simpan di sekitar area parkiran kafe pelangi sentosa. Dia sengaja melakukan hal itu agar bisa mengantar Nagita pulang ke rumahnya dengan aman.


Nagita Ayana Agatha Pricilla langsung menumpahkan segala gunda gulananya dan kesedihannya itu ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


Air matanya menetes membasahi pipinya itu, dia tidak menyangka jika dirinya yang berniat reunian dengan sahabat sekaligus mantan kekasihnya itu menjadi acara dilabrak dan dipermalukan oleh istri dari mantan pacarnya itu.


"Kakak, ini semua salahku telah menyetujui permintaanmu untuk bertemu, saya yang salah mengajak bertemu suami perempuan lain, aku yang tidak tahu diri, kurang ajar karena sudah mencintai suami dari wanita lain," ratapnya Nagita dengan penuh penyesalan.


"Tata, please jangan seperti ini, kakak yang sudah salah bukan kamu dan stop untuk berkata jika kamu itu pelakor,"


Berselang beberapa menit kemudian, Nazril dan Nagita sudah sampai di depan pintu masuk rumahnya keluarga besar Rizaldi Umar. Mereka kemudian mengetuk pintu itu dan yang membuka pintunya adalah Pelangi yang kebetulan terjaga karena, kehausan habis berolah raga malam dengan suaminya Noah Javier Rizaldi.


"Kak besok saja ngomongnya sama mami papi karena sepertinya dia sudah tertidur," imbuhnya Nagita yang saling berhadapan satu sama lainnya sambil menunggu pintu rumahnya terbuka.

__ADS_1


"Oke, besok pagi kakak akan datang meminangmu langsung di hadapan kedua orang tuamu bersama mama dan papaku," imbuh Nazril.


Nazril tanpa basa-basi langsung menarik tangan Nagita hingga wajah mereka saling berpandangan satu sama lainnya. Nazril meeee luuu maaat bibirnya Nagita tanpa tanpa ragu sedikitpun. Nagita Ayana Agatha tanpa bimbang juga membalas ciumannya Nazril.


Apa yang mereka lakukan itu sudah biasa terjadi pada keduanya ketika mereka masih pacaran. Tapi, hanya sekedar cii uuu man saja tidak pernah lebih, karena masih tahu dan sadar sampai mana batasan gaya berpacaran mereka.


Hingga pintu itu terbuka, posisi mereka masih sangat dekat, Nagita melingkarkan tangannya di lehernya Nasril sedangkan, Nazriel mengalungkan tangannya ke pinggangnya ramping milik kekasihnya itu.


Hingga suara deheman seseorang yang sedari melihat keduanya hingga matanya melotot, mulutnya menganga lebar membentuk huruf O untuk pertama kalinya dalam hidupnya melihat pasangan muda-mudi seperti itu, walaupun dirinya juga sudah kerap kali berbuat seperti itu dengan suaminya.


"Heemph!!"


Nagita dan Nazriel segera menghentikan kegiatannya karena kedapatan sedang berrr cuum buuu mersa. Nagita jadi salah tingkah, dilihat dalam keadaan seperti itu oleh adik iparnya istri dari adiknya sendiri.


"Pelangi," cicitnya Nagita yang jadi salah tingkah hingga raut wajahnya langsung memerah merona seperti buah tomat saja.


Pelangi Arunika Rahmany terdiam melihat keduanya yang berani melakukan hal seperti itu di rumahnya kedua mertuanya.


"Kenapa mereka seperti itu, gimana kalau orang lain yang lihat pasti bisa gawat," gumamnya Pelangi.

__ADS_1


__ADS_2