
Dengan puppy eyes yang diperlihatkan oleh Pelangi mampu membuat jantungnya Noah Javier Rizaldi berdetak kencang wajahnya merona memerah saking terpananya melihat Pelangi memperlihatkan wajah imutnya itu.
Noah langsung menunjuk ke arah pipinya itu," saya bisa mengabulkan semua itu tapi, ada syaratnya," ujarnya Noah.
Pelangi menatap intens ke arah Noah tanpa berkedip sedikitpun, ia tanpa ragu, bimbang dan risih ataupun gentar langsung mengecup pipi bagian kanannya Noah.
Noah cukup terkejut diperlakukan seperti itu untuk pertama kalinya dari seorang wanita, apalagi perempuan itu adalah istrinya sendiri sekaligus cinta pertamanya sejak masa kecilnya.
Noah tersipu hingga pipinya memerah seperti buah tomat saja," Setelah ingatanmu pulih aku yakin kamu akan mengetahui dan mengingat kenangan masa lalu kita sewaktu kecil Bintang Airen Mandala Jauhari." Tatapan itu sesekali mengarah ke wajahnya Pelangi.
Kendaraan roda empat itu sudah melaju dengan kecepatan sedang, semilir angin sepoi-sepoi menerpa ujung hijabnya Pelangi Arunnika Rahmany.
Pelangi semakin dibuat takjub melihat pemandangan jalan yang dilaluinya itu. Begitu indah dan cantiknya kota Paris Perancis malam itu.
"Ternyata apa yang dikatakan oleh semua orang jika, pemandangan malam hari Paris benar-benar sangat romantis," cicitnya Pelangi yang kedua bola matanya berbinar cerah dan terang.
"Apa kamu suka?" Tanyanya Noah tanpa mengalihkan perhatiannya ke arah jalan yang dilaluinya itu.
"Iya aku suka banget malah,thanks sudah kabulkan cita-citaku selama ini yang selalu bermimpi untuk ke sini," ucapnya Pelangi dalam bahasa Prancis seraya langsung berdiri dari duduknya itu dengan merentangkan kedua tangannya.
__ADS_1
Noah terkejut mendengar perkataan Pelangi yang fasih memakai bahasa Paris dan juga kaget melihat tingkah berani dan nekatnya Pelangi itu.
"Pe, duduk jangan seperti ini, apa yang kau lakukan itu bahaya loh," teriak Noah Javier Renaldi yang sedikit berteriak agar Pelangi mendengarkan penjelasan dan perkataannya itu.
Pelangi bukannya menuruti perkataan dari mulut suaminya itu yang melarangnya tapi, malah semakin berani saja seolah menantang suaminya.
"Aaahhh Paris i miss u!" Pekik Pelangi yang sangat bahagia dengan apa yang dia kerjakan.
Noah semakin menambah kecepatan mobilnya karena, melihat Pelangi yang tidak ketakutan dengan hal tersebut. Seperti seakan-akan Pelangi sengaja menantang adrenalinnya sendiri dan juga kemampuan menyetir suaminya itu.
Berselang beberapa menit kemudian mereka, sudah sampai di di sekitar menara Eiffel. Pelangi dengan secepatnya melepas sabuk pengamannya dan secepatnya berlari ke arah menara tersebut sambil menjinjing kaki gaunnya malam itu.
Noah kembali tersenyum melihat tingkah lakunya Pelangi. Hari ini seorang pria yang sangat jarang sekali tersenyum, akhirnya dari sepanjang jalan senyuman selalu tersungging di sudut bibirnya itu. Hal ini bagi siapapun yang mengenalnya adalah hal tersulit bahkan langka.
Noah segera mematikan mesin mobilnya dan melempar kuncinya ke arah salah satu anak buahnya agar memarkirkan mobilnya di tempat parkiran. Letak mobilnya sekarang terparkir di sembarang tempat saja.
Anak buahnya sigap menangkap kunci tersebut. Tanpa bicara sang anak buahnya itu tanpa menunggu lama langsung menjalankan perintah dari Noah tanpa ucapan apapun. Noah berjalan mengekor di belakangnya Pelangi yang seperti anak kecil saja yang semakin mempercepat langkahnya.
"Pe! Jangan berlarian entar kamu jatuh lagi," jeritnya Noah.
__ADS_1
Jeritan dan teriakan dari suaminya itu sama sekali tidak digubris sedikitpun oleh Pelangi Arunika Rahman. Nafasnya ngos-ngosan peluh keringat bercucuran membasahi pipinya itu.
Noah segera meraih tangannya Pelangi sedangkan Pelangi menyambut uluran tangannya Noah dengan berusaha mengatur pernafasannya yang tidak teratur itu. Pelangi tersenyum penuh kebahagiaan. Kemudian mereka berjalan beriringan dengan bergandengan tangan.
Hingga suasana romantis mereka terganggu dengan suara bunyi perut Noah dan Pelangi yang hampir bersamaan. Keduanya tertawa terbahak-bahak mendengar suara perutnya yang keroncongan itu.
"Sepertinya ada yang lapar," kelakarnya Pelangi yang tertawa cengengesan menutup mulutnya itu.
"Kamu mau makan apa istriku?" Tanyanya Noah.
Pelangi kembali wajahnya blushing mendengar perkataan dari mulutnya suaminya yang menyebut namanya dengan panggilan istriku.
"Ya Allah… Tuan Muda Noah ternyata bisa sweet juga, tapi kenapa selama kami menikah ulang untuk kedua kalinya selalu menyapaku dengan sebutan istri yah," lirihnya Pelangi.
"Gimana kalau kita makan di restoran itu, katanya teman makanannya enak-enak dan halal tapi, harganya enggak buat kantong menipis," tuturnya Noah.
"Serius!?" Tanyanya Pelangi yang sangat antusias dan eksaitik banget menyambut sarannya Noah.
"Dua rius sayang, kalau gak percaya yuk kita ke sana untuk buktikan langsung," ajaknya Noah yang sudah berjalan mendahului Pelangi yang kembali terbengong melihat dan mendengar sikapnya Noah barusan.
__ADS_1
Pelangi menyentuh wajahnya dikedua sisinya yang merasa panas jika, Noah selalu memanggil namanya dengan panggilnya sayang ataupun perkataan yang lebih mesra dan romantisme.
Noah melihat ke arah Pelangi lalu berteriak kencang," kalau kamu mau kelaparan kamu jadi patung sekalian saja," candanya Noah. Pelangi spontan berlari terbirit-birit mengejar Noah, ujung gaun kembali ia angkat dengan jinjing.