Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 67


__ADS_3

Naufal yang melihat penampilannya Kejora hari itu dengan susah payah menelan air liurnya sendiri. Dia baru kali ini melihat seorang gadis langsung didepan matanya berpakaian seksi.


Kejora hanya melilitkan handuk yang berwarna biru itu di tubuhnya. Dia melupakan keberadaan orang lain di dalam rumahnya yang kebetulan juga hanya memakai handuk sebatas perutnya sehingga otot-otot dadanya yang bidang dan sispack itu terekspos dengan jelas dimatanya Kejora Aysila Mandala Jauhari.


Naufal tersenyum tipis penuh kebahagiaan ketika mengetahui telah berhasil menjadi orang pertama yang meraih hal terpenting dalam kehidupan Kejora. Ia mengecup sekilas keningnya Kejora lalu buru-buru menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya Kejora yang tidak terbungkus sehelai benang pun.


Kejadian dan peristiwa yang seharusnya tidak boleh terjadi akhirnya terjadi juga. Pihak ketiga diantara mereka sangat mendominasi sehingga hal yang seharusnya, tidak boleh dilakukan mereka perbuat. Godaan dan bisikin yang merasuki pikiran dan hati kedua anak muda itu mengalahkannya.


Naufal merenggut mahkotanya Kejora Aysila Mandala yang selama ini ia jaga tapi, akhirnya ia serahkan dengan sukarela kepada Pria yang beberapa hari belakangan ini membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Hanya suara deee saaa haan yang terdengar di dalam ruangan sempit itu beradu dengan derasnya hujan yang menerpa seng atap rumah kosnya Kejora. Naufal yang mengira Kejora adalah Pelangi Arunnika Rahmany sebelum kejadian itu, sudah melamarnya secara pribadi.


Cincin emas yang cukup indah, cantik dan elegan tersematkan dengan begitu cantik di jari manisnya Kejora. Keduanya sama-sama pengalaman pertamanya,tapi mereka sama-sama memberikan kebahagiaan yang hakiki dan tak terkira.


"Hemph!" Lirihnya Kejora ketika Naufal terus melakukan berbagai penetrasi di atas tuu buuh nya itu yang nampak poo loooss tanpa sehelai benang pun yang membungkus dan melilit di sekujur tubuh keduanya.


Seolah hujan lebat itu menjadi saksi bisu penyatuan keduanya. Kesalahan yang pernah dilakukan oleh kedua orang Kejora kembali terulang pada anak keduanya itu.

__ADS_1


"Tahan yah sayang, aku akan pelan," racaunya Naufal yang terus berpacu seirama dengan bunyi air hujan yang turun membasahi seluruh permukaan bumi sore itu.


Kejora meneteskan air matanya ketika berulang kali percobaan dilakukan oleh Naufal di atas bagian inti terdalamnya itu. Kejora memegang kuat seprei biru tua yang awalnya terpasang rapi sekarang sudah berantakan tidak seperti semula.


Cuaca yang cukup dingin itu, tidak mampu meredam rasa dingin di tubuh mereka yang mengucur tetesan peluh keringat bercucuran membasahi sekujur tubuh keduanya.


"Saaaaa kiiit!!" Teriaknya Kejora ketika pertahanannya berhasil dijebol oleh sijago yang gagah perkasa itu.


Rintihan kesakitan mewarnai ruangan yang hanya berukuran kecil itu, rumah kontrakan yang sudah dihuni oleh Pelangi sekitar tiga tahun belakangan sejak ia mulai bekerja di kafe milik Naufal. Tubuhnya Naufal roboh dan tumbang setelah berhasil berjuang untuk membobol gawang milik Kejora yang begitu rapat dan terjaga dengan ketat.


Naufal Arian Budianto membantu Kejora menyeka keringatnya itu, ia tersenyum bahagia karena menjadi orang pertama yang meraih kebahagiaan itu bersama dengan perempuan yang sedari dulu ia cintai.


Kejora meneteskan air matanya karena tidak menyangka jika, ia jatuh kedalam pesona pria yang diam-diam ia cintai itu. Padahal sangat jelas jika dirinya bukanlah Pelangi Arunnika yang dikira oleh Naufal tapi, seorang perempuan yang kabur dari hari pernikahannya karena tidak ingin hidup dengan pria yang sama sekali tidak dicintainya itu.


"Ya Allah… aku sudah sangat berdosa melakukan hal yang tidak seharusnya kami kerjakan, gimana jika Papa tahu kalau aku sudah tidak pee raaa waan lagi, pasti Papa akan marah dan murka padaku," batinnya Kejora yang menutupi seluruh tubuhnya hingga wajahnya lalu menangis tersedu-sedu.


Naufal yang berniat ingin memejamkan matanya, terkejut mendengar Isak tangisnya Kejora,gadis yang sudah berhasil ia ambil mahkotanya itu. Naufal menyibak selimut yang dipakainya Kejora. Matanya terbelalak melihat kondisi Kejora yang nampak berantakan karena, air matanya yang terus mengalir, wajah,mata dan hidung sudah sembab dan memerah membuktikan kalau dia menangis sejadi-jadinya meratapi kesalahannya.

__ADS_1


Naufal menggenggam kedua tangannya Kejora," Pelangi, maafkan Mas yang sudah melakukan itu padamu,tapi aku berjanji pasti akan bertanggung jawab untuk menikahimu setelah aku bertemu dengan kedua orang tuamu untuk melamarmu langsung, jadi aku mohon berhentilah menangis, jika kamu seperti ini sama saja menghancurkan perasaanku, saya juga sedih," ratapnya Naufal seraya mencium puncak genggaman tangannya Kejora.


Kejora berusaha untuk bangkit dari posisi baringnya untuk duduk dan sedikit meringis kesakitan dibagian daerah sensitifnya.


"Aauhh!" Keluhnya Kejora yang menyentuh bagian tubuhnya yang mengalami perih, ngilu dan terasa sakit itu.


Naufal yang mendengar keluhan Kejora dibuat panik, ketakutan dan khawatir melihat raut wajah kesakitan yang diperlihatkan oleh Kejora.


"Pelangi kamu baik-baik saja kan?" Tanyanya Naufal Arian Budiyanto yang memegang kedua lengannya Kejora.


Tapi, diluar dugaan Kejora menghempaskan tangannya Naufal dengan cukup kasar.


"Stop!! Jangan sentuh aku lagi, kumohon pergilah dari sini!" Teriaknya Kejora dengan tidak ingin menatap langsung ke arah Naufal pria yang sangat ia cintai itu.


Tubuh Naufal beringsut mundur dari posisinya sekarang. Dia keheranan melihat sikapnya Kejora yang berubah drastis setelah mereka menjalin hubungan yang intim.


"Pak Naufal, please dengan sangat pergi dari sini dan aku mohon jangan datang ke rumahku lagi untuk menemuiku lagi!" Bentaknya Kejora.

__ADS_1


"Pelangi apa yang terjadi padamu sayang?"


"Namaku bukan Pelangi jadi mulai detik ini hubungan kita cukup sampai di sini!" Tegasnya Kejora yang membuat Naufal terkejut melihat reaksinya Pelangi diluar dugaannya.


__ADS_2