Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 73


__ADS_3

Pelangi segera berpakaian karena, tidak ingin mendapatkan amarah dari suaminya yang baru menikahinya untuk kedua kalinya. Pelangi mematuk dirinya sendiri di depan cermin setelah memakai hijabnya.


Pelangi duduk di ujung ranjang yang kebetulan ada di dalam ruangan itu, "Jadi kami tadi sudah resmi menikah, pantesan tadi aku mendengar ada suara pria yang sedang menikah ternyata itu adalah Tuan Muda Noah menikahiku," cicitnya.


"Cepatlah, jangan lama jika kamu masih lama saya akan tinggalkan kamu di sini!" Ancamnya Noah.


Noah segera pergi dari kamar itu setelah berganti pakaian. Pelangi segera ngacir ke dalam kamar khusus ganti pakaian.


"Ya Allah… apa ini Pelangi Arunnika Rahmany Noah?" Tanyanya pada dirinya sendiri yang melihat betapa cantiknya dirinya setelah memakai gaun khusus disediakan oleh suaminya Noah.


Pelangi berjalan tergesa-gesa ke arah mobil yang sudah terparkir di depan pintu loby hotel. Kakinya tersandung dengan ujung gaunnya saking buru-burunya berjalan karena ketakutan dan panik melihat tatapan tajamnya Noah Javier Rizaldi yang berdiri bersandar di pintu mobilnya itu.


Noah segera reflek bertindak untuk menahan tubuhnya Pelangi sebelum telungkup dan nyungsep ke atas aspal jalan yang cukup ramai di malam hari itu.


"Aahh awas!!" Teriaknya Pelangi.


Noah menangkap tubuh istrinya itu dengan gaya dan pose seperti seorang yang sedang berdansa. Salah satu tangannya memegang erat pinggang rampingnya Pelangi, tangan satunya bagian kanan memegang tangannya Pelangi.


Beberapa orang yang kebetulan melewati jalan tersebut seperti mendapat tontonan gratis kebucinan sepasang suami istri. Tatapan matanya Noah terus memandangi penuh takjub melihat wajahnya Pelangi yang begitu cantik di matanya. Sedangkan Pelangi pun mengangumi ketampanan paripurna yang dimiliki oleh suaminya itu.


"Subhanallah, betapa indah bentuk rupawan suamiku," batinnya Pelangi.


"Masya Allah… kenapa setiap hari gadis tengik ini semakin cantik saja," Noah membatin.

__ADS_1


Seseorang yang melihat adegan kemesraan pasangan pengantin baru itu tepaksa harus menjadi pengganggu keromantisan pasutri itu.


"Hemm!" Najwa dan Nagita hanya tersenyum saling bertatapan melihat apa yang terjadi dengan adik bungsu dan adik iparnya itu.


Noah segera melepas tangannya Pelangi dengan perlahan agar tidak terjatuh. Karena jika terjatuh pasti akan berakibat fatal punggungnya langsung bersentuhan dengan aspal.


"Noah kami pamit duluan yah, sudah larut malam juga," ujarnya Nagita yang masih menahan tawanya itu.


"Iya nih, selamat bersenang-senang dan honey moon, tapi jangan lupa buatkan kami keponakan tripel yah!" Pintanya Najwa yang bercanda dengan adiknya itu.


"Kembar tiga!" beonya Pelangi.


"Emangnya kami pabrik kertas apa yang bisa diatur banyak sedikitnya anak kami dalam sekali proses apa!" Ketusnya Noah.


"Hahaha kami tunggu kabar baiknya yah!" Pekiknya Nagita.


Kedua kakaknya Noah sama-sama belum ada yang berniat untuk mengakhiri masa lajangnya padahal usia mereka sudah cukup dewasa untuk menikah. Najwa yang trauma dengan masa lalunya sedangkan Nagita yang takut memiliki anak yang kedepannya dia tak mampu merawatnya itu.


Tawa keduanya membahana di sepanjang jalan Paris Perancis. Noah hanya tersenyum tipis hingga Pelangi kesulitan untuk melihat dan membedakan apa mereka tersenyum atau tidak.


"Ayo naik sebelum terlalu larut malam," imbuhnya Noah sambil membukakan pintu untuk istrinya itu.


Pelangi bukannya naik malah histeris mengangumi mobil mewah dengan tipe sport itu. Bagian kepalanya tidak memiliki atap sehingga mereka bisa menikmati keindahan jalan yang dilaluinya dengan bebas.

__ADS_1


"Ya Allah… apa ini mobilnya Abang suamiku, Woooo amazing akhirnya aku bisa naik mobil semahal semewah ini," pujinya Pelangi dengan berlagak seperti orang yang baru lihat langsung mobil seperti ini.


Noah hanya tersenyum menanggapi perkataan dari mulutnya Pelangi dengan agak malu-malu karena sikapnya Pelangi yang cukup membuat beberapa orang memperhatikan mereka.


"Tidak apa-apa lah dia bersifat seperti itu lagian senyumannya lebih berarti dan penting dari pada tatapan sinis dari orang-orang," gumam Noah.


Pelangi berjalan ke arah depannya Noah," Abang apa benar ini mobilnya Abang?" Tanyanya Pelangi lagi dengan memegang kedua lengannya Noah.


"Tidak perlu banyak tanya yuk kita naik, karena aku akan menunjukkan padamu keindahan kota Paris pada malam hari," tuturnya Noah yang memaksa Pelangi untuk naik kedalam mobil.


Pelangi segera masuk tanpa banyak basa-basi lagi, senyumannya selalu merekah dan tersungging di bibirnya itu. Begitu kagumnya melihat mobil super canggih sehingga ia tidak bisa tenang ketika di atas mobil.


”Abang mau antarin aku kemanapun?" Tanyanya Pelangi yang duduk menyamping menghadap ke arah Noah yang sudah bersiap untuk mengemudikan mobilnya.


Noah hanya menganggukkan kepalanya, Pelangi segera memperbaiki duduknya lalu memasang seatbelt di tubuhnya itu.


"Abang aku mau banget duduk di bawahnya menara Eiffel Tower Triangle sambil menikmati indahnya sinar rembulan," pintanya Pelangi yang berharap penuh kepada suaminya itu agar keinginannya dipenuhi.


Dengan puppy eyes yang diperlihatkan oleh Pelangi mampu membuat jantungnya Noah Javier Rizaldi berdetak kencang wajahnya merona memerah saking terpananya melihat Pelangi memperlihatkan wajah imutnya itu.


Noah langsung menunjuk ke arah pipinya itu," saya bisa mengabulkan semua itu tapi, ada syaratnya," ujarnya Noah.


Pelangi menatap intens ke arah Noah tanpa berkedip sedikitpun, ia tanpa ragu, bimbang dan risih ataupun gentar langsung mengecup pipi bagian kanannya Noah.

__ADS_1


Noah cukup terkejut diperlakukan seperti itu untuk pertama kalinya dari seorang wanita, apalagi perempuan itu adalah istrinya sendiri sekaligus cinta pertamanya sejak masa kecilnya.


__ADS_2