Rindu Bintang Kejora

Rindu Bintang Kejora
Bab. 94


__ADS_3

"Papa," cicitnya Pelangi.


"iya putriku aku adalah papamu, Papa sangat merindukanmu, bahkan Papa sudah putus asa mengaggap jika kamu itu sudah pergi untuk selamanya dari sisi hidupnya papa dan adik kembarmu Kejora Aysila Mandala yang kebetulan hari ini adalah hari pernikahannya dengan suaminya Naufal Aslam Budianto yang ternyata dia adalah putranya sepupu papa loh nak," terangnya Erka dengan penuh kebahagiaan.


"Pak Naufal Aslam Budianto," cicit Pelangi.


Keesokan harinya...


"Mami aku pamit ke rumah sakit dulu banyak pasien yang masuk hari ini soalnya," imbuh Najwa Ayumi Arista Rizaldi.


Bu Anisa dokter spesialis kandungan itu menatap sekilas kearah putri sulungnya, "Enggak sarapan dulu sayang?"


Najwa hanya mengecup pipi maminya lalu meraih tangannya Nyonya Annisa Afrianty Rizaldi lalu mengecup punggung tangan perempuan yang selalu cantik dan rapi di usianya yang sudah masuk kepala lima itu,tapi anak sulungnya yaitu sudah berusia 29 tahun itu belum menikah juga.


"Mbak kalau bisa minta tolong infokan pada Abang, jika aku mungkin agak maleman pulangnya, jadi saya enggak jadi ke pesta temannya," ungkap Najwa.


Veri segera menuju ke rumah sakit milik kedua orang tuanya Afrizal Rayanza Dirgantara. Dengan berjalan tergesa-gesa ke arah ruangannya dokter Najwa Ayumi Arsita.


"Siap kakak ipar," balasnya Pelangi Arunnika Rahmany.


"Ini sudah ruangan dokter yang menangani kesehatannya Nona Muda Arsyila," Gumamnya Veri.


Veri mengetuk pintu itu dengan gayanya yang terburu-buru selalu tidak ingin membuang waktunya terlalu lama.


"Apa sih yang dikerjakan oleh dokter Najwa,apa karena dokter sudah tua dan lansia sehingga kesulitan untuk berjalan cepat," ketus Veri Ahmed Ali.

__ADS_1


Hingga pintu itu terbuka, muncullah seorang wanita yang cukup cantik dan masih muda dengan ikat rambut ekor kudanya menjadi ciri khasnya itu.


"Maaf Pak jadi orang kenapa sih susah banget untuk sabar, saya lagi shalat dzuhur jadi agak lambat bukain pintunya," kesalnya Najwa Ayumi Arsita yang mendelikkan matanya melihat Veri yang nampak bengong terdiam mematung setelah melihat perempuan Muda dan cantik dengan stelan jas kebesarannya itu.


Veri salah tingkah karena kedapatan mengagumi perempuan pertama yang mampu menyentuh hatinya itu, "Eehh maaf saya orang yang disuruh oleh Tuan Afrizal untuk mengambil laporan kesehatannya Nona Arsyila," terangnya Veri.


"Silakan masuk Pak karena,ada yang ingin saya sampaikan mengenai kesehatan Arsyila," imbuhnya Najwa Ayumi Arsita Rizaldy.


Veri Ali Ahmed bukannya memperhatikan apa yang sedang dijelaskan oleh dokter muda nan cantik itu, ia hanya mengangumi kecantikan dan keindahan dari maha ciptaanNya Allah SWT yang duduk di depannya itu.


"Cantik," beonya Veri.


Najwa Ayumi Arsyita Rizaldi terkejut mendengar perkataan spontan langsung dari mulutnya pria yang cukup ganteng yang mampu membuat hatinya dokter muda spesial itu berdebar kencang.


"Ya Allah… kenapa wajahnya pria itu mampu membuat jantungku berdebar kuat, hanya melihat dari senyumnya hingga respon dari tubuhku seperti ini," batinnya Najwa Ayumi Arsita.


"Ini obat khusus untuk Nona Arsyila Ardilla Daud Yordan dan juga sudah ada keterangan tata cara minum obatnhy," imbuhnya Najwa yang menyodorkan sebuah bungkusan yang terdapat beberapa obat-obatan untuk Arsyila.


"Dokter Najwa Ayumi Arsita maukah Anda menikah denganku!?" Tanyanya Veri yang melamar dadakan Najwa adik dari Noah Javier Rizaldy. Pengusaha di bidang pelayaran.


Najwa terkejut mendengar perkataan dari pria yang baru pertama kali bertemu dengannya.


"Hahaha,ya Allah… Tuan sepertinya Anda salah orang atau mungkin salah makan sehingga tidak sadar dengan apa yang Anda katakan," sarkasnya Najwa.


"Jika saya sadar dan serius mengatakan semua itu gimana, saya tidak salah orang, apa kamu bersedia menikah denganku?" Tanyanya lagi Veri dengan raut wajahnya yang serius penuh kesungguhan.

__ADS_1


"Maaf saya masih banyak pasien yang ingin aku periksa, sebaiknya Anda pergi dari sini," ujarnya Najwa yang langsung berdiri dari posisi duduknya itu.


Veri segera menarik tangannya Najwa untuk mencegah dokter tersebut pergi dari hadapannya," saya sangat serius dengan perkataanku, aku mohon dengarkan aku dengan baik-baik dulu agar aku bisa berbicara denganmu untuk menjelaskan niatku ini,"


Najwa menghempaskan tangannya Veri dengan sekuat tenaganya itu," Anda akan menyesal dan rugi jika menikahi perempuan seperti saya ini," dengusnya Najwa dengan tatapan sinisnya


"Saya tidak pernah menyesal selama ini dengan apa yang sudah saya putuskan dalam hidupku," tegasnya Veri.


"Maaf saya ini divonis oleh dokter tidak bisa punya keturunan, jadi please berhenti mengatakan omong kosong belaka di depanku," sarkas Najwa.


Nawja berjalan ke arah pintu, tapi langkahnya kembali terhenti ketika mendengar seruan dari Veri.


"Gimana jika kita mencoba untuk melakukannya terlebih dahulu,jika kamu hamil maka aku sudah jelas diterima oleh kamu untuk menjadi suamimu," ujarnya Veri.


Najwa menatap jengah ke arah Veri, "Apa kamu sudah gila, emangnya aku perempuan muuu rraaa haan apa sehingga aku semudah itu menyerahkan hal yang paling berharga dalam hidupku!" Kesalnya Najwa.


"Jadi kalau aku enggak hamil gimana? Kau pasti akan mencampakkan diriku ini, begitu maksudnya!?" Cibir Najwa.


"Saya akan buktikan padamu kata-kataku ini jika, aku serius untuk nikahin kamu lagian aku juga sudah capek dengan bundaku tersayang yang setiap kali pulang ke rumah nanya calon istri Mulu jadi, menurut aku kamu yang paling cocok dengan kriteria bundaku, kalau kamu setuju, aku tunggu kamu dan hotel xx di kamar nomor 211," tutur Veri yang segera pergi dari hadapannya Najwa yang ternganga lebar membentuk huruf O.


Najwa Ayumi Ariesta Rizaldi segera berjalan ke ICU, karena sudah waktunya untuk memeriksa beberapa pasien yang baru saja datang.


Waktu terus berlalu, hingga tanpa disadari oleh kedua pria dan perempuan dewasa itu ditempat yang berbeda. Veri segera menyelesaikan meetingnya yang harus menggantikan posisi bosnya itu untuk sementara waktu, karena Afrizal Rayanza Dirgantara sedang sibuk mengurus persiapan pernikahannya dengan Arsyila Ardilla Daud Yordan anak kedua dari Bu Sania Marwah atau sering disapa dengan Nyonya Sarah Helen Daud Haliq Yordan.


Najwa duduk di depan meja kerjanya sambil memikirkan apa akan hadir sesuai dengan perkataan dan permintaan dari Pria yang baru dikenalnya itu.

__ADS_1


"Bismillahirrahmanirrahim semoga membawa kebaikan apa yang aku lakukan nantinya," batinnya Najwa.


Beberapa part ke depan akan ada beberapa tokoh atau mc dari novel aku Perjuangan Cinta Arsyad akan muncul di sini karena, mereka saling berkaitan antara Veri Ahmed Ali dengan Najwa Ayumi Ariesta dengan Farel Lindan Satrio dengan Nagita Ayana Agata Rizaldi. Kisah cinta mereka akan hadir di dua novelku karena saling berkaitan satu dengan lainnya itu.


__ADS_2