
"Ya Allah… apa kalian tidak tahu kalau Pak Erka itu sudah menikah jadi ia tidak mungkin membawa seorang wanita ke dalam kantornya kalau bukan istrinya sendiri," sanggahnya Pak Budi.
Tiba-tiba pintu itu terbuka dengan lebar, keluarlah penghuni rumah kantor tersebut.
"Ini dia wanita kurang ajar itu yang berani menggoda dan memanjat ranjangnya Pak Erka!" Cibir seorang mahasiswi.
Rindu dan Pak Budi yang mendengar perkataan menghina itu cukup dibuat terkejut.
Rindu yang membuka pintu setelah selesai mandi dan berpakaian karena mendengar pintu ruangan suaminya diketuk.
__ADS_1
"Kamu ke sana bukain pintunya, Abang mandi dulu," pintanya Erka Mandala Jauhari sambil berjalan ke arah kamar mandi.
Ruangannya Erka sudah direnovasi sesuai dengan keinginannya sehingga kantornya lebih mirip dengan hotel saja. Rindu membuka pintu itu dengan senyuman lebarnya menyambut orang yang mengetuk pintu. Tapi, mulutnya menganga dan matanya membelalak sempurna saking terkejutnya melihat banyaknya orang yang berdiri di depan pintunya dengan raut wajah yang berbeda-beda.
"Ini Pak Budi perempuan yang tidak tahu malu dan kurang ajar telah menggoda Pak Erka!" Sarkasnya salah seorang mahasiswi pelayaran.
"Hahaha, apa kamu sadar dengan apa yang kamu katakan?" Tanyanya Pak Budi yang tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan yang tidak masuk akal dan tidak jelas dari beberapa orang yang sudah termakan hasutan dari mulut orang yang tidak bertanggung jawab.
"Pak Budi,kami ini serius kenapa bapak malah tertawa terpingkal-pingkal seolah kita ini sedang melakukan pertunjukan lelucon saja," cibirnya perempuan yang satunya.
__ADS_1
Rindu baru saja ingin membuka suaranya tapi, segera didahului oleh Pak Budi. Sedangkan Pak Budi menatap jengah ke arah Bu Lusi," maaf anak-anak dan Bapak-bapak semua serta ibu-ibu perempuan yang Anda kira adalah pelakor adalah istri pertama dan sekaligus istri terakhir dan satu-satunya yang dimiliki oleh Pak Erka dosen kalian semua jadi, jika ada orang yang mengatakan kepada kalian bahwa Nyonya Rindu Adinda Chandani adalah istri sahnya Pak Erka yang sekitar tujuh bulan lalu sudah resmi menikah," terangnya Pak Budi yang masih tersenyum cengengesan.
Semua orang yang berdiri di depan pintu masuk ruangan Erka terkejut bukan main saking shock nya mereka menganga melihat dan mendengar kenyataan dan fakta yang sangat mengejutkan dan menampar wajah mereka terutama Bu Lusi yang sangat malu sehingga langsung kabur dan cabut dari tempat itu segera dan secepat mungkin.
"Bagaimana, apa kalian masih ragu dengan apa yang Bapak katakan dan jika esok masih ada orang atau oknum yang mengatakan Bu Rindu adalah perempuan pelakor maka kalian semua akan berakhir d dalam penjara," ancamnya Pak Budi rekan kerjanya Erka sekaligus kakak sepupunya Erka.
Mereka nampak malu dan sangat kecewa dan menyesal sekaligus dalam satu waktu yang bersamaan. Mereka tidak menduga jika ternyata berita yang mereka dengar adalah berita hoax yang berujung dengan penghinaan dan pencemaran nama baik.
"Itu cukup ringan hukumannya Pak Budi,tapi Ingat ini peringatan untuk kalian jika masih ada yang mau dan berniat untuk mengulangi hal serupa dan hal yang lainnya seperti ini,maka kalian akan aku hancurkan hingga tidak bisa melihat matahari pagi!" Geramnya Erka.
__ADS_1