Seikhlas Cinta Afifa 2

Seikhlas Cinta Afifa 2
Bersyukur...


__ADS_3

HAPPY READING...⚘⚘⚘


Hari-hari terus berlalu, kehidupan Afifa dipenuhi dengan kebahagiaan. Siang ini di Sekolah Afifa mendapat ucapan selamat dari teman-teman seprofesinya karena Afifa dinyatakan lolos tes CPNS.


Dengan wajah berseri Afifa berjalan menyusuri koridor sekolah menuju pintu gerbang karena suaminya sudah menunggu di luar sana. Tak sabar rasanya, Afifa ingin segera memberitahukan berita bahagia ini kepada suaminya.


Fauzi berdiri disamping mobilnya sambil memainkan ponsel, masih menggunakan stealan kerjanya, kemeja yang digulung setengah lengan dan celana jeans panjang berwarna hitam. Fauzi tidak sempat pulang dulu ke rumahnya karena Afifa menelephonnya dan meminta Dia untuk segera menjemputnya, karena ingin makan siang bersama.


"Assalamualaikum," Sapa Afifa dengan senyum yang merekah.


"Waalaikum salam, Dek!" Jawab Fauzi sambil mengulurkan tangannya. Afifa segera menyambut dan mencium tangan suaminya. "Hmmm..., keliatannya seneng banget? ada apa?" tanya Fauzi.


Senyum Afifa semakin melebar, "Nanti aja deh, Fifa ceritanya," Jawab Afifa masih memegang tangan suaminya. "Yuk berangkat!" Ucapnya lagi sambil melepaskan tangan suaminya, lalu berputar ke sisi lain. Keduanya masuk ke dalam mobil.


"Mau makan di mana, Dek?" tanya Fauzi setelah mobilnya melaju beberapa meter.


"Astro aja, Fifa mau bernostalgia pada saat pertama kali kita makan bersama di luar," Jawab Afifa santai, lalu menoleh ke arah suaminya, begitupun dengan Fauzi, mereka saling memandang dan keduanya tersenyum.


Pandangan Fauzi kembali menatap jalanan, "Kenapa istriku jadi manis sekali siang ini?" tanyanya tanpa menoleh ke arah Afifa, namun senyumnya masih tersisa.


"Hmmm..., memangnya hari-hari biasa Fifa kurang manis ya?" tanya Afifa.


"Ha ha ha..., manisnya plus plus hari ini," Fauzi menoleh ke arah istrinya.


"Iya dong, Fifa lagi bahagiaaaa.... banget hari ini," Afifa tersenyum.


Mobil Fauzi berbelok ke halaman restoran yang terdapat patung strobery besar di depannya. "Udah sampai. Ayo, Dek!" ajak Fauzi. Afifa mengangguk dan membuka sabuk pengaman. Keduanya turun dan berjalan beriringan menuju pintu restoran.


Keduanya disambut dengan senyuman dan sapaan ramah dari para pelayan restoran, mereka pun duduk berdampingan di kursi paling pojok yang viewnya langsung mengarah ke arah pesawahan, membuat pandangan mata sejuk di tengah hari ini.


Fauzi langsung memesan makanan serta minuman untuk mereka berdua. "Apa sekarang mau cerita?" tanya Fauzi yang penasaran dengan sikap istrinya siang ini.


"Hmmm..., mau tau, apa mau tau banget?" Afifa malah menggoda siaminya dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Ih..., udah mulai genit ya kamu, ini di restoran lo, aku bisa khilap nanti," bisik Fauzi.

__ADS_1


"Idih...! memangnya Fifa ngapain? pake khilap segala," tanya Afifa.


"Lah..., masa gak ngerti si, Dek?" Fauzi balas mengedipkan sebelah matanya, lalu keduanya tertawa.


Pesanan datang, pelayan menghidangkannya dihadapan mereka. "Silahkan!" ucap pelayan ramah.


"Terimakasih," jawab keduanya.


"Ayo makan yang banyak, Dek! biar badan kamu gak kecil terus, anak kita juga sehat di dalam sini," Fauzi mengusap perut Afifa.


"Ini juga udah berat badan Fifa, Kak! tuh liat seragam ngajar Fifa udah pada sempit gini," Jawab Afifa.


"Gak papa, aku seneng melihat badanmu agak gemukan," Ucap Fauzi sambil mengangkat satu sendok makanan ke depan mulut Afifa.


"Kak Aji ngapain nyuapin Fifa di sini, malu sama orang-orang," Afifa menatap sekeliling.


"Gak ada yang lihat, mereka sibuk dengan urusannya masing-masing," jawab Fauzi santai. "Ayo! Aaaa..." Fauzi menganga agar Afifa membuka mulutnya.


Afifa kembali menatap sekeliling, lalu membuka mulutnya, Fauzi segera memasukan makanan yang dipegangnya ke dalam mulut istrinya. Afifa tersenyum dan perlahan mengunyah makanan di mulutnya.


"Hmmm, iya deh..., tapi jangan berlebihan! gak baik juga lo kalau kemesraan kita di umbar di depan banyak orang," ucap Afifa sambil menyupkan nasi ke mulutnya.


"Baik, Bu Guyuuuu!" Fauzi tersenyum jahil. Afifa tertawa ringan, lalu keduanya melanjutkan makannya sampai makanan di piring mereka habis tak bersisa.


Afifa mengambil minuman dan meminumnya setengah gelas. "Alhamdulillahirobbil Aalamiin..., hari ini kita masih diberi kenikmatan untuk makan ya, Kak!"


"Iya, Sayang! kita harus bersyukur, bisa menikmati semua ini, padahal di luar sana banyak sekali orang-orang yang berjuang untuk sesuap nasi bahkan kelaparan." Ucap Fauzi, keningnya berkerut seolah memimirkan sesuatu. "Gimana kalau di saat Syukuran 4 bulanan besok kita sekalian santunan buat anak-anak yatim dan orang-orang yang tidak mampu di sekitar komplek perumahan kita, Dek?" Tanya Fauzi.


Afifa langsung tersenyum. "Alhamdulillah, sekalian syukuran untuk pernikahan kita yang hampir menginjak tiga tahun ya, Kak! Dan juga... untuk berita baik yang Fifa dapat hari ini," ucap Afifa sambil memegang tangan suaminya.


"Berita baik apa?" tanya Fauzi penasaran.


"Hari ini, Fifa dapat berita bahwa Fifa lolos tes dan berkas CPNS," Afifa tersenyum semakin lebar.


"Waaaah..., benarkah?" Fauzi menganga tak percaya.

__ADS_1


Afifa mengangguk meyakinkan. Reflek tangan Fauzi merangkul tubuh Afifa, "Selamat ya, Sayang," ucapnya sambil mencium kening istrinya.


"Lepas dulu, Kak!" Bisik Afifa sambil melepaskan pelukan suaminya, karena orang-orang menoleh ke arah mereka berdua yang menimbulkan suara cukup keras dari ungkapan kebahagiaan dan ucapan selamat Fauzi untuk istrinya. "Orang-orang melihat ke arah kita," bisik Afifa lagi sambil tertunduk.


"Oh iya hehe, kita lanjutkan di rumah aja ya," Ucap Fauzi tak kalah berbisik. Afifa tersenyum dan mengangguk.


Keduanya kembali duduk seolah tidak terjadi sesuatu sebelumnya. Mereka pun membicarakan persiapan untuk acara Tasyakuran besok lusa, mulai dari orang-orang yang akan di undang sampai makanan yang akan di sajikan.


"Untuk makanannya, kita minta bantuan Ibu Siti dan Bi Yati aja agar mengurusnya, nanti di bantu juga oleh para pegawai di toko serta tetangga dekat rumah kita," Ucap Fauzi. "Pulang dari sini kita langsung ke pesantren untuk menemui Apa Kiyai ya, Dek!"


"Iya," Jawab Afifa dengan senyum yang terus mengembang.


"Alhamdulillah Ya Alloh, engkau telah memberikan sekian banyak nikmat kepada hambamu ini, semoga engkau memasukan hamba terhadap daftaran orang-orang yang pandai bersyukur, Aamiin..." Do'a Afifa di dalam hati.


"Dek! kok diem aja?" tanya Fauzi saat melihat istrinya terdiam.


"Aku sedang memikirkan kebahagian bertubi-tubi yang Alloh berikan untuk kita, Kak! aku takut tidak bisa mensyukurinya." ucap Afifa.


"Iya sayang, kadang kita sering terlena dengan kenikmatan yang telah diberikan Alloh kepada kita, tanpa sadar bahwa semua yang kita peroleh semata karena kehendaknya. Semoga kita termasuk orang yang betsyukur ya, Dek!" Fauzi menggenggam tangan Afifa.


"Aamiin...," Jawab Afifa sambil tersenyum. Bersyukur atas semua nikmat yang kini Alloh berikan untuk dirinya, Suaminya, Keluarganya serta orang-orang di sekitarnya.


*********************


Bersambung... ❤❤❤⚘⚘⚘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Semoga kita pun termasuk orang-orang yang pandai bersyukur ya Readers...😊


"Lainsyakartum laaziidannakum, Walainkafartum inna adzaabii lasyadiid..."


Tetap like, vote dan komentar. 😊


I LOVE YOU READERS... 😙😙😙❤❤❤⚘⚘⚘

__ADS_1


By : Rahma Husnul


__ADS_2