Seikhlas Cinta Afifa 2

Seikhlas Cinta Afifa 2
Maaf ...


__ADS_3

HAPPY READING...⚘⚘⚘


Suara adzan awal dari mesjid terdekat memanggil hati Afifa dari alam mimpinya. Hatinya telah hadir meski kedua matanya masih tertutup. Saat kesadarannya mulai terkumpul, tiba-tiba hidung Afifa mencium sesuatu, dia mendengus pelan, lalu perlahan membuka matanya, nampak wajah suaminya yang sedang tertidur dengan tenang tepat didepan matanya, Afifa menyadari posisi tidurnya yang berada dalam pelukan suaminya, berbantal lengan kokoh miliknya. Sesaat dia memperhatikan wajah tenang itu, garis wajah yang tegas dengan bibir yang selalu tampak merah membuat Afifa mendekatkan wajahnya, hendak menciumnya. Tapi tiba-tiba hidung Afifa kembali mencium sesuatu, bau itu kembali datang, seketika diapun terbangun dan langsung terduduk diatas tempat tidur sambil menutup hidung dan mulutnya. Gerakannya menimbulkan goyangan cukup kencang diatas ranjang, membuat Fauzi ikut terbangun.


"Dek...," Fauzi mengucek matanya sambil memperhatikan wajah istrinya, "Sudah bangun? Kenapa?" tanyanya saat melihat istrinya sudah menutup hidung dan mulutnya, "Mau muntah lagi?" Fauzi mendudukan dirinya hendak meraih pundak Afifa.


Tapi Afifa beringsut menjauhinya, "Hmmm..." ucapnya dibalik mulutnya yang ditutup sambil menggelengkan kepalanya.


Fauzi menatap istrinya, dia menghela nafas seolah mengerti dengan keinginan Afifa. "Jadi kamu ingin aku keluar, Dek?" tanya Fauzi.


Afifa terdiam dan mengangguk pelan.


"Hayo lah Sayang..., maafkan aku..., jangan seperti ini terus, aku gk bisa jauh-jauh darimu." Fauzi memelas.


Afifa turun dari tempat tidur dan duduk dikursi belajar Nisa. "O ya?" tanya Afifa tak percaya, "Terus kenapa selama seminggu ini Kak Aji tidak datang juga menjemput Fifa?"


"Ya...itu...itu... karna...," Fauzi berhenti sejenak, lalu kembali bicara, "sudah lah...jangan bahas itu lagi Sayang..., aku benar-benar minta maaf, itu semua karena kebodohanku. Kufikir, kau akan lebih bahagia berada jauh dariku," jawab Fauzi.


"Terus kenapa sekarang tiba-tiba Kak Aji datang dan bersikap sok manis dihadapan Fifa?" tanya Afifa judes.


"Ya...karena ternyata aku salah, Sayang..., aku...aku sudah bicara banyak dengan Farid, dan dia bilang...."


"Apa Kak Aji masih juga tidak percaya pada Fifa?"


"Bukan... bukan begitu, Ku fikir Farid akan jauh membuatmu bahagia dengan cintanya yang begitu tulus padamu. Sedangkan aku? aku justru terus saja membuatmu terluka dengan setiap masalah yang datang dan penyebabnya hanya satu yaitu masa laluku." Fauzi tertunduk. "Maaf...maafkan aku," lanjut Fauzi pelan.


Afifa terdiam, dia masih duduk dikursi belajar Nisa, Fauzi mendekat pada Afifa dan membungkuk dihadapannya, "Sayang...kumohon maafkan aku...," ucapnya sambil menggenggam tangan Afifa, tapi Afifa menarik tangannya perlahan.

__ADS_1


"Kau tau, Kak? hatiku begitu sakit saat kau menyuruhku pergi dari rumah waktu itu, setiap hari Fifa menunggumu, menunggu telphonmu atau sekedar pesan bertanya tentang kabarku, tapi jangankan datang, saat Fifa telphon saja waktu itu, kau sama sekali tidak mengangkatnya", mata Afifa sudah berkaca-kaca. Fauzi hanya terdiam mendengarkan keluh kesah istrinya. "Sejak saat itu... Fifa sadar, mungkin Kak Aji memang tidak merasa kehilangan Fifa sedikitpun, atau memang Kak Aji sengaja menjauhkan Fifa, agar Kak Aji bisa dengan leluasa menikahi Mbak Wulan?"


"Dek...tidak seperti itu, Aku...tidak berniat sedikitpun untuk menyakitimu, apalagi menikahi Wulan, hal itu sama sekali tidak ada dalam fikiranku. Semua itu asli hanya karena kebodohanku. Maafkan aku sayang..." Fauzi kembali meraih tangan Afifa dan menggenggamnya, "Kau tau, Dek? Setelah selama tujuh hari ini kita berpisah, sekarang aku sadar, bahwa aku memang tidak bisa hidup tanpamu, setiap hari, setiap jam setiap detik yang aku lalui, rasanya begitu hampa tak ada artinya, aku tidak bisa tidur, makan ataupun fokus dalam bekerja, karena yang memenuhi fikiranku hanyalah wajah dan senyummu."


"Hmmm...benarkah?" tanya Afifa.


"Apa kau melihat kebohongan dimataku, Dek?" tanya Fauzi sambil menatap netra hitam istrinya. Afifa membalas tatapan suaminya, mata sayu suaminya memang selalu membuat hatinya luluh, wajah mereka mendekat dan semakin dekat, sampai nafas keduanya hampir bersatu.


Tapi... tiba-tiba tangan Afifa menghentikan bibir Fauzi yang sudah ada didepan wajahnya.


"Kenapa, Dek?" tanya Fauzi kaget.


"Kak Aji mandi dulu gih!" ucap Afifa kemudian, membuat mata Fauzi terbelalak mendengar ucapannya. "Cepetan...!".


"Sepagi ini sayang? belum juga subuh. memangnya mulut dan tubuhku bau banget ya?" tanya Fauzi kembali mencium tubuhnya berulang-ulang.


"Hu'uh, Ayo sana mandi, gosok gigi juga!" ucap Afifa santai dan berlalu, menyambar handuk dan menyerahkannya kepada suaminya.


Saat sudah dibalik pintu, Fauzi kembali menyembulkan kepalanya kedalam kamar, "Tapi habis mandi kita lanjutkan yaa...?" ucap Fauzi sambil mengedipkan sebelah matanya, lalu tersenyum nakal.


"Ist...apaan si?" Afifa mendelik manja, membuat Fauzi justru semakin gemas dan ingin menerkamnya. Fauzi pun tertawa ringan sambil berlalu ke kamar mandi.


hanya lima menit saja Fauzi sudah kembali kekamarnya, Afifa sudah terduduk diatas sajadah lengkap dengan balutan mukena putihnya. Fauzi menghampirinya dan bertanya, "Gimana? sudah wangi kan?" tanya Fauzi.


Afifa mendongak, "Lumayan," jawabnya datar.


"Kok cuman lumayan? terus lanjutannya kapan?" tanya Fauzi.

__ADS_1


"ist ... sholat dulu kenapa?" ucap Afifa.


"Emang kamu gak mandi, Dek?" tanya Fauzi, "Kok udah pake mukena?"


"Males ah, "Jawab Afifa cuek, "cuman Wudlu aja tadi dibalakang".


"Tumben? biasanya kamu mandi setiap bangun tidur?"


"Gak tau ni, males aja," jawab Afifa.


"Hmmm... ya udah, yuk sholat!" ajak Fauzi sambil memakai kain sarungnya.


Afifa mengangguk dan berdiri, mereka melakukan tahajud bersama meski tidak berjamaah.


**********


Bersambung ....❤❤❤⚘⚘⚘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Mohon maaf hanya sedikit, untuk mengobati kerinduan kalian saja yang sudah terus terusan meminta Up 🤗✌


tapi tiap hari saya Up ya... 😉


Semoga besok Upnya banyak lagi...


Terimakasih atas dukungannya Readers...🤗

__ADS_1


I LOVE YOU ALL...❤❤❤😘😘😘⚘⚘⚘


By : Rahma Husnul


__ADS_2