Seikhlas Cinta Afifa 2

Seikhlas Cinta Afifa 2
Tasyakuran...


__ADS_3

HAPPY READING...⚘⚘⚘


Sejak pagi, rumah Afifa sibuk dengan persiapan penyambutan tamu undangan. Tenda lebar terbentang mulai dari pintu gerbang sampai garasi rumahnya. Kursi-kursi plastik berjejer rapi menghadap podium tempat tausiah agama. Keluarga Afifa dan Fauzi sudah hadir disana untuk menyiapkan segalanya. Tak ketinggalan Thalita, Wulan serta Suaminya ikut hadir disana, begitupun dengan para pegawai toko yang sengaja diliburkan untuk ikut andil dalam acara yang membahagiaakan bagi pasangan suami istri ini.


Tak lama, satu persatu tamu undangan berdatangan ke rumah Afifa. Anak-anak yatim datang bersama orang terdekatnya karena memang di sekitar rumah Afifa belum ada panti asuhan untuk menampung anak-anak yatim. Begitupun dengan tamu undangan dari kalangan kaum dzu'afa, mereka di sambut dengan ramah oleh para panitia yang sudah ditugaskan di tempat masing-masing.


Pukul 8.30 pagi sebuah mobil berhenti di depan rumah Afifa, turunlah seorang Pemuda dengan setelan koko berwarna krem dan celana kain hitam lengkap dengan peci dan sorban sederhana melilit di lehernya. Pemuda itu berjalan menghampiri gerbang dan membungkuk ramah ke arah para tamu seraya mengucapkan salam.


Fauzi yang melihat kedatangan orang yang dia tunggu segera menghampiri pemuda itu. "Assalamualaikum, Kang Khoer! Bagai mana? tidak sulit kan menemukan rumah saya?" Fauzi mengulurkan tangannya.


"Waalaikum salam warohmatulloh, Alhamdulillah saya tidak kesulitan apapun, Zi!" Jawab Kang Khoer.


"Syukurlah, Mari silahkan masuk, Kang!" Ajak Fauzi sambil membimbing tangan Kang Khoer untuk memasuki rumahnya. Kang Khoer mengangguk dan mengikuti langkah Fauzi.


"Saya tidak terlambat kan?" tanya Kang Khoer di sela langkahnya.


"Tidak Kang, Masih 30 menit lagi, Akang bisa duduk istirahat dulu di dalam," jawab Fauzi.


"Baiklah."


Keduanya masuk ke dalam rumah, disana sudah ada Abinya Afifa juga Papanya Fauzi di ruang tamu, mereka sedang ngobrol sambil sesekali tertawa ringan membicarakan hubungan rumah tangga Putra Putri mereka yang dulu sempat di rundung kemelut kehidupan dan kini telah berubah jadi rentetan kebahagiaan. "Assalamualaikum," ucap Fauzi dan Kang Khoer bersamaan.


"Waalaikum salam," Jawab keduanya.


"Pah! Bi! ini Kang Khoer, teman Aji yang akan mengisi acara hari ini," Fauzi memperkenalkan Kang Khoer.


"Oh, Mari..., Mari silahkan duduk, Nak Khoer!" Sambut Pak Haji Ramadhan sambil berdiri, menyalami Kang Khoer dan mempersilahlannya untuk duduk didepannya, begitupun dengan Abi.

__ADS_1


Kang Khoer pun mengangguk dan menyalami keduanya, lantas mendudukan dirinya di depan mereka.


Fauzi segera memanggil Afifa yang masih berada di kamarnya, dia membuka pintu, ternyata Afifa masih didandani oleh Nadia di depan meja riasnya. Afifa nampak anggun mengenakan gamis berwarna biru muda dengan kerudung panjang yang melapisi hijab berwarna senada yang sudah terpasang di kepalanya. Fauzi tersenyum menatap istrinya di balik cermin, Dia melangkah menghampiri isyrinya, "Dek...," panggil Fauzi tanpa mengalihkan pandangannya.


"Iya, Kak!" jawab Afifa balas menatap suaminya di balik cermin.


Nadia ikut menoleh ke arah Fauzi, lalu tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya, "Sudah selesai ya, Antiku yang cantik. Sebaiknya Nadia segera keluar deh, bisa-bisa jiwa lajang Nadia meronta-ronta melihat kemesraan kalian berdua, ha ha...," goda Nadia sambil melangkahkan kakinya.


"Ih, Nad..., tunggu...!" Cegah Afifa.


"Nanti aja ya Anti, biar mata Nadia yang masih suci ini tidak terkontaminasi, ha ha ha...," ucapnya


"Apaan si Imuuuut...!" Fauzi menghampiri Nadia hendak mencubitnya. Namun, Nadia segera berlalu dan menutup pintu kamar dari luar. "Hah, dasar! Keponakan usil!" Ucap Fauzi sambil tersenyum menatap pintu yang sudah tertutup. Lantas dia berbalik dan menghampiri istrinya yang sudah duduk menghadap ke arahnya.


Afifa tersenyum sambil menggeleng pelan melihat kelakuan mereka, "Ada apa, Kak?" tanya Afifa sambil membetulkan posisi hijab panjang yang terjuntai di kepalanya.


"Cantik sekali istriku hari ini," ucap Fauzi sambil berdiri menatap wajah istrinya tanpa menjawab pertanyaan Afifa.


Fauzi mendekat dan merangkul pundak Istrinya, "Cup," satu kecupan mendarat di kening Afifa. Keduanya tersenyum. Tangan Fauzi meraba perut Afifa. "Kamu lihat sayang, Bundamu cantik sekali, kamu juga pasti akan terlahir cantik seperti ibumu, sehat terus di dalam sini ya!" ucapnya.


"Atau tampan seperti Ayahmu," sambung Afifa sambil tersenyum mengusap wajah suaminya.


Fauzi membungkuk dan bertumpu pada kedua lututnya, memegang pinggang Afifa, lalu mencium perutnya sambil berdo'a, "Rabbana hab lana min azwājina wa żurriyyatina qurrata a'yuniw waj'alna lil-muttaqīna imama. (Ya Allah, anugrahkanlah kepada kami istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.), Sayang..., hari ini Alloh akan memberikan ruh pada jasadmu, semoga Alloh berkehendak memberikan amanah ini untuk Ayah dan Bunda ya, dan semoga kami bisa membimbingmu hingga kamu kelak menjadi manusia yang akan selalu berpegang teguh pada AjaranNya," Fauzi kembali mencium perut Afifa.


"Aamiin," Ucap Afifa sambil tersenyum, tangannya mengusap rambut suaminya yang masih berada di depan perutnya.


Fauzi mengangkat kepalanya, lalu berdiri, "Sudah siap kan, Sayang? Kang Khoer sudah datang, Ayo kita temui Beliau!" Ajak Fauzi sambil menggenggam tangan Afifa.

__ADS_1


Afifa mengangguk, dan mengikuti langkah suaminya menuju ruang tamu. Afifa menyapa Kang Khoer dengan ramah dan mempersilahkannya untuk menyantap hidangan yang sudah tetsedia di hadapannya.


Tamu-tamu terus berdatangan, kursi yang di sediakan di halaman rumah Afifa sudah penuh terisi, karpet permadani di gelar di teras rumah untuk tempat duduk keluarga besar.


Acara pun berlangsung, di mulai oleh Ustad Ali yang menjadi pembuka acara, lalu sambutan sekilas dari Fauzi dan di lanjutkan dengan tausiah Agama dari Kang Khoer. Acara berlangsung cukup khidmat, sampai akhirnya sampai pada puncak acara. Yakni santunan untuk anak Yatim dan kaum dzu'afa.


Afifa dan Fauzi tersenyum senang, melihat wajah-wajah mereka yang nampak bahagia mendapatkan sesuatu yang mereka berikan sambil menyalami mereka satu persatu dan mengusap kepala anak-anak yatim serta mendo'akannya. Acara ditutup dengan mempersilahkan tamu undangan untuk menyantap makanan yang sudah terhidang di meja prasmanan. Mereka nampak antusias dan gembira.


Acara selesai, para tamu undangan berangsur meninggalkan halaman rumah Fauzi. Ucapan Syukur tak henti-hentinya mereka ucapkan. Sungguh rasa bahagia saat melihat wajah-wajah mereka yang tersenyum senang karena pemberiannya, jauh lebih bahagia dari pada saat mereka mendapatkan rezeki itu dariNya.


Sejatinya nikmat Tuhan yang dilimpahkan pada hambanya tidaklah terhitung jumlahnya. Bukan hanya dalam bentuk materi, nikmat Tuhan banyak sekali bentuknya, bisa berupa nikmat kesehatan, ketenangan, kebahagiaan, dan lainnya. Maka sudah seharusnyalah kita bersyukur dengan cara banyak melihat ke bawah.


..."Lihatlah kepada orang yang lebih rendah dari kalian dan janganlah memandang kepada orang yang lebih tinggi dari kalian, sebab hal itu lebih baik agar kalian tidak menghina nikmat Allah" (Bukhori Muslim)...


...وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ...


...(Dan ingatlah, tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih"). (Q.S.Ibrohim :7)...


************************


Bersambung...❤❤❤⚘⚘⚘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


MasyaAlloh, saya tersadar dengan tulisan saya sendiri, betapa besarnya nikmat yang telah Alloh berikan pada diri ini. Semoga kita semua di golongkan terhadap orang-orang yang pandai bersyukur... Aamiin 🙏


Tetap like, vote dan komentar.

__ADS_1


I LOVE YOU ALL...❤❤❤😙😙😙⚘⚘⚘


By : Rahma Husnul


__ADS_2