Seikhlas Cinta Afifa 2

Seikhlas Cinta Afifa 2
Persiapan Afifa...


__ADS_3

HAPPY READING....⚘⚘⚘


Hari-hari terus berlalu, meninggalkan semua masa-masa manis, pahit, asam, garam kehidupan dari masing-masing manusia yang terus berjuang untuk kelangsungan hidupnya. Tak terasa hari Pernikahan Wulan akan dilangsungkan hari minggu besok. Tak begitu mewah, hanya beberapa keluarga dekat saja yang di undang.


Hari Sabtu ini, Afifa bersemangat untuk menghadiri pernikahan teman kampusnya, dua hari yang lalu, secara langsung fikri menelephonnya agar datang pada acara resepsi pernikahannya bersama gadis yang pernah dikenalkan kepadanya waktu di depan toko souvenir beberapa hari yang lalu, bernama Tania. Afifa datang bersama Fauzi, tentu saja setelah janjian sebelumnya bersama kedua sahabatnya, Sofi dan Sari.


Afifa dan Fauzi baru saja turun dari mobilnya, mereka berjalan berdampingan menuju gapura besar dipenuhi bunga-bunga bertuliskan "WILUJENG SUMPING"(Selamat Datang).


Pekarangan luas rumah mempelai wanita ini di sulap menjadi gedung buatan yang dikelilingi kain satin putih yang terjuntai sampai ke tanah, riasan sederhana namun elegant dipenuhi bunga-bunga yang tertata rapi menunjukan selera tinggi dari penghiasnya.


Fauzi dan Afifa masuk ke ruang utama resepsi, nampaklah sepasang pengantin yang begitu serasi sedang berdiri di pelaminan sambil menyalami satu persatu tamu yang datang untuk mengucapkan selamat dan do'a terbaik untuk kedua mempelai. Senyuman selalu terukir dari bibir keduanya menandakan kebahagiaan yang kini mereka rasakan, sesekali keduanya saling memandang dan sang mempelai wanita tersipu malu karena pandangan dari pria yang kini sudah syah menjadi pasangan hidupnya.


Afifa dan Fauzi segera menghampiri kedua mempelai dan mengucapkan selamat dan mendo'akan keduanya. Fikri pun mengucapkan banyak terimakasih atas kedatangan Afifa dan Suaminya pada hari bahagianya ini.


Bibir Afifa tersenyum merekah saat melihat kedua sahabatnya Sofi dan Sari yang kini sudah menggendong bayi mereka masing-masing. Mereka nampak begitu menikmati perannya sebagai seorang ibu. Sesekali Ayah dari kedua bayi itu menggendongnya saat ibunya terlihat sedikit kerepotan. Sungguh itu adalah pemandangan yang selalu diimpikan Afifa sejak pernikahannya.


Setelah mengambil makanan yang sudah disediakan untuk para tamu undangan, Afifa ikut bergabung bersama kedua sahabatnya. Obrolan menarik pun berlangsung antara ketiga pasang suami istri ini, sampai tak terasa adzan dzuhur berkumandang menghentikan obrolan seru dari ketiganya.


Afifa dan Fauzi berpamitan untuk pulang lebih awal. Bukan apa-apa, karena Afifa masih harus mengambil pesanan pakaian seragam keluarga dari SS Colection untuk acara resepsi pernikahan Wulan besok. Meski Wulan seorang perancang busana, tapi untuk acara resepsi pernikahannya sendiri, dia sama sekali tidak bisa berfikir untuk itu, jadi Afifa meminta bantuan ibu Sri Murni untuk membuat seragamnya.


*********


Afifa baru saja mendudukan dirinya di atas sofa sambil mengusap-usap pinggangnya. Hari yang melelahkan, Fikirnya. Belum lagi besok adalah acara resepsi pernikahan Wulan. Tentunya dia akan kembali sibuk esok hari.


Rasa gerah pun datang, Afifa membuka jilbabnya dan menyimpannya di samping sofa, Rambutnya dia ikat tinggi menampakan leher jenjangnya yang putih.


"Capek ya sayang?" tanya Fauzi sambil memberikan segelas air putih kepada istrinya, lantas duduk disampingnya sambil melingkarkan lengan kirinya ke bahu Afifa.


"Lumayan, tapi aku seneng banget, Kak! hari ini serasa seperti reuni," Jawab Afifa dengan senyum yang merekah, lalu meneguk air putih yang sudah berada di tangannya sampai habis setengah gelas.


"Hmmm..., ketemu mantan juga ya?" goda Fauzi.


"Iiih..., apaan si? mulai deh," Afifa menyikut pinggang Fauzi yang menempel di tubuhnya dengan tangan yang masih memegang gelas, lantas menyimpan gelas itu di atas meja. Afifa menyandarkan kepalanya ke bahu Fauzi, "Tadi tu, aku senang sekali, karena bertemu dengan teman-teman seperjuanganku, terutama Sofi dan Sari," Ucap Afifa sambil tersenyum, fikirannya menerawang ke kejadian tadi siang di pernikahan Fikri.


"Oh..., kirain...," Ucap Fauzi.


"Ih! di kira Fifa punya banyak mantan apa?" tanya Afifa sambil mendelik.

__ADS_1


"Ouwh..., iya lupa, mantan istriku kan cuman satu haha..." Fauzi mempererat pelukan tangannya.


"Ih! udah ah jangan ngomongin mantan mulu," Afifa memukul pelan paha Fauzi. Fauzi hanya tertawa.


"Seneng banget ya, Kak! liat Sofi dan Sari, mereka udah gendong anak yang lucu-lucu.., Ih...Gemesiiiin banget. Apalagi anaknya Sofi, dia udah mulai comel." Senyum Afifa kembali mengembang mengingat anak-anak dari kedua sahabatnya itu.


"Nanti juga kita punya sendiri," Fauzi mencium pelipis kanan Afifa, lalu tangannya memegang perut Afifa yang sudah mengeras, "Iya kan sayang?" Ucapnya kemudian sambil menatap perut istrinya.


"Iya Ayah...," Jawab Afifa dengan menirukan suara anak-anak.


Fauzi tersenyum, melepaskan pelukannya, lalu membungkuk mencium perut Afifa, "Kamu baik-baik disini ya sayang, tetap sehat, cepat besar agar kami bisa segera mendengar tangisanmu di rumah ini," bisik Fauzi di perut Afifa.


Tangan Afifa mengusap rambut suaminya yang masih berada di atas perutnya. "Kita akan terus menjaganya, Kak! dan tetap berdo'a agar Alloh melindungi bayi kita, dan memberi anugrah terindah itu nanti pada saat yang tepat." Tak terasa ujung mata Afifa sudah basah karena haru melihat kasih sayang suaminya.


Fauzi mengangkat kepalanya, lalu merengkuh tubuh Afifa dan menariknya ke dalam dekapannya, "Terimakasih Sayang," ucap Fauzi sambil mencium kening istrinya.


Cukup lama Fauzi membiarkan Afifa dalam dekapannya, sesekali tangannya mengelus-elus kepala Afifa, sehingga Afifa jatuh pada titik ternyamannya, mulut Afifa menguap beberapa kali menunjukan rasa kantuknya mulai datang.


"Tidurlah!" ucap Fauzi, sambil merenggangkan pelukannya, lalu beringsut agar Afifa bisa meletakan kepalanya di atas pangkuannya.


Afifa mengangguk lalu tersenyum, kepalanya sudah berada di atas pangkuan suaminya, Fauzi terus mengusap-usap kepala Afifa, sampai Afifa benar-benar terlelap dalam kenyamanan belaian tangan suaminya. Rasa kantuk Fauzi pun datang, dia menyandarkan tubuhnya di sofa dan ikut memejamkan mata, menjelajahi mimpi di tidur siang ini.


*****************


Suara adzan Dzuhur berkumandang, saat Farid baru saja menyerahkan kunci rumah baru Wulan ke tangan pemiliknya, setelah melakukan kewajibannya kepada Sang Pencipta, dia pun pamit untuk pulang.


Wulan merasa senang dengan kerja Farid, dia sangat berterimakasih kepadanya, karena tanpa Farid, mungkin pembangunan rumah ini akan terbengkalai karena beberapa kejadian yang menimpanya beberapa bulan terakhir ini.


Farid pun sudah menerima beberapa prosedur pembayaran dari Wulan. Bibirnya tersenyum, karena kali ini dia sudah punya cukup modal hasil keringatnya sendiri untuk menghalalkan gadis yang selalu berada dalam fikirannya akhir-akhir ini.


Rasa rindu Farid terhadap Nadia sudah tak terbendung lagi, Farid segera menelephon Nadia untuk mengatakan siang ini ingin mengajaknya makan siang.


Nadia yang kebetulan kuliahnya sedang libur, loncat-loncat kegirangan didalam kamarnya sesaat setelah menutup telephonnya, meskipun saat bicara dengan Farid tadi, dia masih konsisten mempertahankan nada datarnya. Nadia segera bersiap menggunakan pakaian terbaiknya karena akan bertemu dengan pria pujaannya.


Cukup dengan waktu 40 menit saja, mobil Farid sudah sampai di depan rumah keluarga Pak H. Ramadhan. Farid menghentikan mobilnya di pinggir jalan, tepat di depan gerbang rumah itu yang memang sudah terbuka. diapun turun dan segera berjalan menuju pintu rumah, lalu memecet bel.


Nadia tersentak saat mendengar bunyi bel rumahnya. Dia segera mengintip di balik pintu kamarnya, jantungnya berdetak lebih kencang saat dia melihat pria yang ditunggunya sudah datang.

__ADS_1


Nadia hendak keluar dari kamarnya, namun dia mengurungkan niatnya saat melihat Asisten rumah tangganya berlari hendak membuka pintu di ikuti oleh Neneknya yang berjalan dari belakang. Dia kembali masuk ke dalam kamarnya, dan mendudukan dirinya di depan cermin sambil memastikan tidak ada yang kurang dalam penampilannya kali ini.


"Tok tok tok, Nad...!" Suara panggilan neneknya dari luar kamar.


"Iya, Mak Eyang!" jawab Nadia.


"Ceklek!" pintu dibuka dari luar, Bu H. Ramadhan masuk dan menghampiri cucunya. "Farid ada didepan, mau mengajakmu makan siang katanya," ucapnya sambil mengusap pelan kepala cucunya.


"Iya, Mak Eyang! boleh kan?" tanya Nadia.


"Tentu saja Sayang, pergilah!" ucap Bu H. Ramadhan sambil tersenyum.


"Makasih Mak Eyang," Nadia memeluk tubuh neneknya, senyuman terus terukir dari bibirnya.


"Sudah..., Ayo temui dia, kasian sudah menunggumu dari tadi."


Nadia mengangguk, berdiri sejenak untuk mengatur mimik wajah dan sikapnya agar nampak biasa saja di hadapan Farid. Dia pun melangkah keluar kamar dan berjalan menuju ruang tamu. "Maaf, menunggu lama," ucap Nadia sambil tertunduk.


Farid tak menjawab, dia terus saja menatap wajah Nadia yang tertunduk, matanya tak berkedip sedikit pun. Nadia masih berdiri menunggu jawaban Farid yang tak kunjung bersuara, perlahan dia mengangkat wajahnya, tatapan mereka bertemu dan terkunci beberapa saat. Nadia yang sadar dengan hal itu, segera menundukan pandangannya lalu sedikit berdehem.


Farid tersentak agak kaget, lalu dia tersenyum menertawakan tingkahnya sendiri, sambil mengusap rambutnya untuk menghilangkan rasa geroginya. "Hmmm..., Ayo kita berangkat, Nad!" ucap Farid kemudian.


Nadia mengangguk, lalu berjalan lebih dulu keluar rumah setengah meninggalkan Farid yang sedang pamitan kepada Neneknya. Bukan apa-apa, sebenarnya Nadia ingin menyembunyikan rasa ingin tertawanya saat melihat tingkah Farid barusan kepadanya.


Setelah keluar dari gerbang, Nadia sempat menengok kembali ke belakang, melihat Farid yang juga belum muncul, Nadia mengeluarkan tawanya, meski tanpa suara sambil di tutup dengan tangannya 😀✌...


********************


Bersambung....❤❤❤⚘⚘⚘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hmmm... Bucin deh 😄😄😄✌


Tetap like, vote dan komen ya Readers..., biar Author tambah semangaaaaaat...💪💪💪😊


I LOVE YOU ALL...😙😙😙❤❤❤⚘⚘⚘

__ADS_1


By : Rahma Husnul


__ADS_2