
HAPPY READING...⚘⚘⚘
Hari-hari terus berlalu, tak terasa satu minggu lagi menjelang pernikahan Nadia dan Farid. Pagi ini Afifa mendapat telephon dari Nadia, meminta di antar fitting baju pengantin ke rumah butik SS collection miliknya Ibu Sri Murni.
Tak lama sebuah mobil berhenti di depan rumah Afifa, Nadia turun dari mobil itu di ikuti oleh Farid menuju pintu gerbang yang terbuka.
Afifa segera keluar rumah saat terdengar suara salam dari balik pintu. "Eh, kalian sudah datang?" ucapnya setelah menjawab salam keduanya.
"Anti sudah siap?" tanya Nadia.
"Sudah. Tapi, Anti temuin Paman dulu ke toko ya, kalian masuk aja dulu!" ucap Afifa.
"Gak usah, An! nanti aja pulangnya, Nadia jg mau ketemu Paman dulu deh," Nadia menoleh ke arah Farid, "Iya kan, Mas?" Ajak Nadia.
Farid mengangguk.
"Ya sudah, Anti kunci pintu dulu, kita ke toko sama-sama," Afifa segera memasukan anak kunci ke dalam lubang kunci lalu memutarnya. "Yuk!" Ajak Afifa. Lantas ketiganya berjalan beriringan menuju toko di sebelah rumah Afifa.
Fauzi nampak berdiri di depan toko sambil memperhatikan para pegawainya yang sedang menaikan barang pesanan pelanggan ke atas truk. Lalu memberi interuksi kepada salah satu dari mereka sambil memberikan kertas alamat yang akan mereka tuju.
"Assalamualaikum, Kak!" Sapa Afifa saat sudah berada di belakang suaminya.
"Waalaikum salam," Fauzi menoleh, "Eh, Dek?" tanya Fauzi, lalu pandangannya beralih ke arah Nadia dan Farid yang nampak tersenyum. "Kalian juga ada di sini?"
"Iya, Kak! mereka mau fitting baju, dan minta Fifa anter ke rumah Ibu Sri, boleh kan?" tanya Afifa.
"Oh, boleh," Fauzi tersenyum, lalu bersalaman dengan Nadia dan Farid. "Kamu gak ke proyek, Rid?" tanya Fauzi sambil menatap Farid.
"Hari minggu saya libur, Zi!" jawab Farid.
"Oh, belum cuti?"
"Belum, nanti saja tiga hari menjelang hari H, sampai satu minggu setelahnya."
"Oh..., bagus deh, biar si imuut gak cemberut," goda Fauzi kepada keponakannya.
"Apaan sih, Paman?" Nadia tersipu.
"Ha ha..., ya sudah! kalian berangkat lah keburu panas," ucap Fauzi.
"Di pinjam dulu ya Antinya sebentar, Pamanku yang tampan," Goda Nadia.
"Tapi awas! jangan sampe lecet!" ucap Fauzi.
__ADS_1
"Ih...! emang mau di apain sampe lecet?"
"Kali aja, kamu kan tukang jahil."
"Idiiiih..., jahilnya juga ketularan Pamannya kali," Nadia mendelik. membuat ketinganya tertawa.
"Kamu hati-hati ya, Sayang!" Fauzi menoleh ke arah Afifa sambil memegang pipi istrinya. Afifa tersenyum dan mengangguk.
"Hadeeeeuuuh..., stop deh! simpan dulu kemesraan kalian! Jiwa lajang kami bisa meronta-ronta nanti," Nadia semakin cemberut.
"Ha ha ha..., iya maaf, suka kebablasan..., Imuuuuut!" Fauzi mencubit hidung Nadia.
"Ih! Paman apaan si? Nadia kan malu, ada Mas Ari juga," Bisik Nadia sambil mencuri pandang ke arah Farid yang sedang tersenyum melihat tingkah Paman dan Keponakannya itu.
"Sudah! pergilah sana! jangan lupa siapin juga seragam buat Paman dan Anti nanti ya!" ucap Fauzi kepada Nadia.
"Tenang..., sudah Nadia siapkan, biar kalian berasa jadi pengantin lagi nanti hehe...," Nadia mengedipkan sebelah matanya ke arah Fauzi dan Afifa.
Semuanya tertawa, mereka pun pamit untuk segera berangkat ke tempat tujuan mereka.
******
"Assalamualaikum," Ucap Afifa saat melihat Ibu Sri di dalam tokonya sedang merapikan posisi mannequin yang sedikit condong ke samping.
"Iya, Bu! saya mengantar keponakan saya," jawab Afifa sambil mengangguk.
"Oh iya, Neng Nadia..., mau fitting kan?" tanya Ibu Sri ke arah Nadia, dan di jawab dengan anggukan kepalanya. "Baik lah, bajunya sudah ibu siapkan. Apa ini calon pengantin prianya?" tanya Ibu Sri lagi saat menyadari ada seorang Pria yang datang bersama mereka.
"Betul, Bu! namanya Farid," jawab Afifa.
"Wah...! Pasangan yang cocok, cantik dan tampan," Ucap ibu Sri sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipinya, mengagumi pasangan calon pengantin di hadapannya. "Ayo! mari masuk, pakaiannya ada di atas," ucapnya lagi sambil berjalan menuju tangga dan menaikinya. Ketiganya mengikuti langkah Ibu Sri menuju lantai dua.
Ibu Sri menyerahkan gaun putih panjang berhiaskan brokat sederhana yang menutup seluruh bagian gaun. Di padukan dengan kerudung putih dan lapisan luar berbahan tile yang menjuntai hingga menutupi bokongnya.
"Punya Anti mana, Bu?" tanya Nadia kepada Ibu Sri.
"Oh iya, sebentar!" ucapnya, lalu berjalan ke satu ruangan.
"Punya Anti? kok punya Anti? yang mau nikah kan kamu? kenapa Anti ikutan fitting baju?" tanya Afifa.
"Ya gak papa, itu spesial buat Anti dan Paman, biar jadi pengantin lagi" Nadia mengedipkan sebelah matanya.
"Ada-ada aja kamu, Nad! bikin Pamanmu seneng aja," Afifa tersenyum ke arah Nadia.
__ADS_1
"O iya, sebentar!" Ucap Ibu Sri, dia berjalan menuju satu ruangan dan tak lama kemudian kembali dengan membawa sepasang gaun berwarna abu muda, gaun cantik berhias berokat yang nampak manis, di padukan dengan kerudung berwarna senada berlapis selendang panjang yang menjuntai sebagai penutup kepala. Juga setelan jas berwarna abu muda untuk Fauzi.
Afifa ragu-ragu menerima gaun itu, sampai Nadia mengangguk dan tersenyum ke arahnya.
Cukup lama Nadia berkutat di kamar pas bersama ibu Sri, begitupun dengan Afifa. Gaun itu nampak pas di tubuh Afifa yang sedang hamil muda, tidak terlalu sesak baginya.
"Alhamdulillah," gumamnya. Afifa tersenyum menatap cermin besar di depannya. Mengingat ekspresi Fauzi nanti saat melihat dirinya memakai gaun itu.
Tak lama Afifa keluar dan melipat kembali gaun itu, nampak Farid sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. "Sudah di coba Kak Farid?"
"Sudah," jawabnya, "dan sudah pas sekali."
"Syukurlah...," ucap Afifa.
Tak lama Nadia keluar bersama Ibu Sri, "Jadi tidak ada yang kurang ya?" tanya Ibu Sri kepada ketiganya.
"Tidak Ada, Bu! semuanya sudah pas," Jawab Afifa.
"Alhamdulillah, Selamat ya untuk pernikahan kalian berdua, jangan lupa undangannya," ucap Ibu Sri sambil tersenyum.
"Tentu saja, Bu! kami sudah mempersiapkannya," Nadia berjalan menghampiri tasnya, lalu menyerahkan selembar undangan ke hadapan Ibu Sri. "Ini, Bu! semoga Ibu berkenan menghadiri acara kami," Nadia tersenyum.
"InsyaAlloh," jawab Ibu Sri dengan senyum yang mengembang.
Ketiganya pamit sambil membawa phaperbag besar berisi gaun yang mereka pesan.
******************
Bersambung...❤❤❤⚘⚘⚘
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Maaf ya baru Up hari ini.
Saya ucapkan banyak terimakasih untuk kalian atas semua dukungan, motivasi dan antusiasnya terhadap karya saya hingga saya mencapai posisi seperti sekarang ini.
Tanpa kalian karya saya tidak ada apa-apanya. 🙏
Mohon do'anya saja agar saya selalu sehat 🙏
Tetap like, vote dan komentar 🙏🤗
I LOVE YOU ALL...😘😘😘❤❤❤⚘⚘⚘
__ADS_1