Seikhlas Cinta Afifa 2

Seikhlas Cinta Afifa 2
Kalian Segalanya...


__ADS_3

HAPPY READING...⚘⚘⚘


Hari senin pagi, seperti biasa Afifa akan mengantar Talita kesekolah, dan pulangnya akan dijemput Wulan. Namun pada hari itu Fauzi sengaja ingin mengantar Afifa dan putrinya ke sekolah, meski Afifa sudah melarangnya. Fauzi sudah berbersiap membawa kunci mobilnya menuju garasi, Afifa yang sudah berseragam dinas juga Talita dengan seragam putih merah panjang serta kerudung putihnya menghampiri Fauzi.


"Meskinya gak usah diantar Kak..., kita kan bisa naik motor", ucap Afifa.


"Gak papa, biar kamu gak cape", jawab Fauzi.


"Hmmm...nanti malah Kak Aji yang capek harus bolak balik antar jemput Fifa".


"Gak papa sayang...", jawab Fauzi sambil terus berjalan menuju mobilnya, diikuti oleh Afifa dan putrinya.


"O ya... bukannya hari ini ada pertemuan penting dengan pemasok barang Kak?"


"Itu bisa diatur, Istri dan Anakku lebih penting dari segalanya", ucapnya kemudian sambil membuka pintu mobil depan untuk Afifa dan pintu mobil belakang untuk Talita. "Ayo masuk sayang!", Fauzi menoleh ke arah Talita.


"Iya Ayah", ucap Talita kegirangan, lalu masuk kedalam mobil, begitupun dengan Afifa.


Mobil hitam itupun keluar dari pintu gerbang rumah Fauzi yang sudah terbuka, lalu dia turun kembali untuk menutup gerbang dan menguncinya dari luar. Fauzi melajukan kendaraannya menuju sekolah Talita terlebih dahulu.


"Ayah akan antar jemput Talita setiap hari sabtu dan senin ke sekolah ya", ucap Fauzi sambil memandang Afifa dan putrinya bergantian disela mengendalikan setir mobilnya.


"Asyiiiik...", sorak Talita.


"Memangnya gak repot sayang?", tanya Afifa kepada suaminya.


"Hmmm...aku akan prioritaskan kalian", jawab Fauzi sambil tersenyum, lalu menoleh sekilas ke arah Talita yang duduk dikursi belakang. "biar temen-temen kamu tahu juga sayang, kalau putri ayah ini punya Ayah yang selalu siaga".


Senyum Talita mengembang, "Sungguh Ayah?", tanya anak itu, terpancar kebahagiaan yang begitu besar dari wajah polosnya.

__ADS_1


Fauzi mengangguk sambil menoleh kearah putrinya dan tersenyum meyakinkan.


"Makasih Ayah...", Talita berdiri diantara dua kursi depan, lalu..."Cup...", dia mencium pipi Fauzi, membuat Fauzi kaget dan sedikit menginjak rem kaki mobilnya, tapi tak lama dia kembali mengontrol kemudinya, seketika senyumnya mengembang.


"Uh... manisnya putri Ayah", ucapnya kemudian, tangan kirinya mengelus pipi Talita tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan.


"Hmmm... Bunda juga mau dong...", Afifa menimpali, dengan berpura-pura menunjukan wajah cemburunya.


Talita merangkul Afifa dari belakang lalu berkali-kali mencium pipi Afifa, ketiganya tertawa menikmati moment bahagia ini.


Sejak saat itu, Talita selalu percaya diri menceritakan tentang Ayahnya kepada teman-temannya, meski sebenarnya banyak hal yang belum bisa dia mengerti tentang hubungan dirinya, ibu kandungnya, Ayahnya serta Bunda Afifanya.


********


Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan kini satu tahun sudah keluarga Afifa dan Fauzi menjalani semuanya dengan bahagia dengan kehadiran Talita, lebih tepatnya kebahagian itu hanya dirasakan oleh mereka bertiga, karena lain halnya dengan Wulan yang selalu membuat berbagai alasan kepada Ayahnya, karena dia semakin curiga, cucunya selalu tidak ada dirumah setiap akhir pekan.


Begitupun dengan orang tua Fauzi dan orang tua Afifa, mereka tidak pernah diberi tahu tentang kebenaran ini, karena Fauzi maupun Afifa selalu beralasan untuk tidak berkunjung atau dikunjungi oleh kedua orang tuanya setiap akhir pekan, mereka memilih sore hari datang dan menginap di rumah orang tuanya dan pagi-pagi sekali akan kembali pulang untuk bersiap ke sokolah dan bekerja.


"Tidid...tidid...!", Suara klakson mobil dari arah pintu gerbang.


Afifa yang sedang membantu Talita mengerjakan PR di ruang televisi segera melihatnya. "Siapa ya?", fikirnya. "Sayang..., Bunda lihat dulu siapa yang datang ke depan ya, kamu lanjutin catat yang ini!", ucap Afifa kepada Talita sambil menunjukan halaman buku pelajaran Talita yang kini sudah kelas 3.


"Iya Bun", Jawab Talita, lalu kembali fokus pada bukunya.


Afifa keluar dari pintu rumahnya menuju gerbang.


"Assalamualaikum Antiiii...!", teriak Nadia diluar gerbang.


Afifa tersentak, "Eh...Nadia", Afifa tersenyum lebar, lalu membuka gerbang dan mempersilahkan mertuanya membawa masuk mobilnya.

__ADS_1


Mobil itupun masuk dan Nadia yang memang sudah turun dari mobil segera menghambur ke pelukan Afifa, "Anti kangeeeen...", ucapnya manja, padahal baru 10 hari saja mereka bertemu dirumah Neneknya.


"Hmmm...ponakanku yang cantik, kok gak bilang-bilang kalau kalian mau kesini?", tanya Afifa sambil mencubit hidung Nadia yang mungil.


"Kejutaaaaan...", Ucap Nadia sambil tertawa. Lalu keduanya berjalan bergandengan mengikuti mobil Pak H Ramadhan yang sudah masuk ke halaman rumahnya.


Afifa menyalami kedua mertuanya. "Assalamualaikum Ma, Pa...", mencium tangan keduanya.


"Waalaikum salam Nak", Ucap ibu mertuanya diikuti dengan anggukan dari suaminya, "Apa kabar kamu sekarang?, Aji belum pulang?"


"Baik Ma, mungkin Kak Aji sebentar lagi pulang". Tangan Afifa membimbing ibu mertuanya masuk kerumahnya. "Mama kok gak bilang kalau mau kesini? kalau tau Mama kesini kan Fifa bisa masak buat Mama, Papa dan Nadia.


"Nggak usah, Mama udah bawa makanan tu di mobil sekalian untuk makan malam kita nanti", ucap ibu mertuanya sambil tersenyum.


"Mama kok repot-repot bawa makanan segala? harusnya kan Fifa yang sediain makanan buat Mama", ucap Afifa.


"Mama sengaja gak kasih tau kamu, biar kamu gak repot nyiapin semuanya, kamukan harus ngajar juga, pasti capek".


"Makasih ya Ma..., Fifa jadi gak enak ngerepotin Mama", Afifa tersenyum.


Afifa, Nadia dan mertuanya berjalan beriringan memasuki rumah, Nadia nampak kesulitan menjinjing box berisi makanan, lalu meletakannya di meja depan.


"Mama nyimpen tas di kamar tengah ya", ucap Mama langsung menuju kamar tengah yang sekarang ditempati Talita, tanpa mendengar cegahan Afifa. Saat membuka pintu kamar dia kaget, kenapa kamar itu kini berubah menjadi penuh akseksoris boneka dimana-mana?, dia terdiam sejenak, sambil bertanya-tanya didalam hatinya.


*********


Bersambung....❤❤❤⚘⚘⚘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


like, vote dan komentarnya tetap ditunggu...😊


__ADS_2