Seikhlas Cinta Afifa 2

Seikhlas Cinta Afifa 2
Rencana...


__ADS_3

HAPPY READING...⚘⚘⚘


Afifa yang sedang membereskan piring-piring kotor bersama Nadia, sontak menghentikan kegiatannya. dia menarik nafas panjang, dan berbalik ke arah ibu Mertuanya. Afifa memikirkan kemungkinan yang akan terjadi jika seandainya mereka bertemu dengan Wulan dan Ayahnya.


Fauzi menatap sekilas ke arah Afifa, lalu kembali menghadap ibunya. "Ma...emmm...sebaiknya..., jangan sekarang!", ucapnya sedikit bingung.


"Lo...!, kenapa?, Mama kan hanya ingin bertemu dengan wanita yang sudah melahirkan Cucu Mama", ucapan Mama sontak membuat Afifa terdiam dan tertunduk, kini debaran jantungnya terpacu lebih kencang. Entah mengapa, kata wanita yang sudah melahirkan cucu Mama yang baru saja diucapkan mertuanya terdengar berdentum keras di gendang telinganya.


Fauzi kembali menoleh ke arah Afifa, karena sadar dengan perubahan ekspresi istrinya. "Ma...kita...kita panggil saja Wulan kesini ya", ucap Fauzi kemudian kepada ibunya.


"Kenapa dipanggil kesini? Mama juga kan harus bertemu dengan orang tuanya", tanya Mama lagi.


"Iya, tapi tidak sekarang, nanti kalau Mama sudah bertemu Wulan, dia akan menjelaskannya langsung kepada Mama".


Mama nampak berfikir sebentar, lalu kembali melanjutkan ucapannya. "Ya sudah, suruh Wulan kemari saja!", ucapnya tanpa melihat ekspresi menantunya yang sejak tadi hanya terdiam mendengar semua ucapannya.


"Sebentar Ma, Aji ambil ponsel dulu dikamar", Ucap Fauzi, dia berjalan mendekati Afifa, dan memegang tangan istrinya.


Afifa menoleh dibalas dengan tatapan Fauzi yang berarti memintanya untuk mengikutinya, diapun mengangguk dan mengikuti langkah Fauzi menuju kamarnya.


Sampai didalam kamar, Fauzi menutup pintu, keduanya duduk bersebelahan di tepi ranjang. "Dek..., maafkan Kakak, mungkin ini saatnya kita memberitahukan semuanya kepada orang tua kita", Ucap Fauzi pelan, tatapannya lurus ke arah pintu.


Afifa menggeser duduknya merapat ke arah suaminya. "Memang seharusnya begitu Kak, kita tidak bisa terus menyembunyikan semuanya, apalagi kepada orang tua kita sendiri", memegang punggung tangan suaminya yang sedang terjuntai disampingnya memegangi ujung tempat tidur.


Fauzi membalikan telapak tangannya dan menggenggam erat tangan Afifa, lalu menciumnya. "Kita telphon Wulan sekarang ya".


Afifa mengangguk, lalu mengambil ponsel yang tergeletak diatas meja disamping tempat tidurnya. Dia membuka layar ponsel, mencari nomor Wulan dan mendial nomor tersebut. Terdengar nada sambung dan tak lama suara seseorang mengucapkan salam dari sebrang sana.


Assalamualaikum

__ADS_1


"Waalaikum salam, Mbak"


Ada apa Afifa? apa Talita merepotkanmu?


"Ah...tidah Mbak, dia baik-baik saja. Apa hari ini Mbak Wulan ada waktu?"


Hari ini? ada apa memangnya?


"Kalau Mbak Wulan ada waktu, bisakah Mbak Wulan datang ke rumah saya sekarang?"


Oh...ada apa? kok mendadak sekali?


"Mmmm...anu Mbak, ibu mertua saya ingin bertemu dengan Mbak Wulan".


Wulan terdiam, tak terdengar suara apapun di telinga Afifa.


"Mbak..., apa Mbak baik-baik saja?"


"Baiklah, kalau begitu, kami tunggu Mbak dirumah ya".


O...iya, baiklah.


"Assalamualaikum"


Waalaikum salam.


Afifa menutup panggilannya, dan berdiri untuk menyimpan kembali ponselnya, Fauzi ikut berdiri, memegang pundak Afifa dan memutarnya pelan menghadap kearahnya. "Sayang...", panggilnya. Afifa hanya menatap mata suaminya. Fauzi menangkupkan kedua tangannya diwajah Afifa, mengusap-usap pipi mulus Afifa dengan jari jempolnya, "Terimakasih", ucapnya pelan, lalu menarik Afifa ke pelukannya, mendekapnya dengan erat, satu kecupan mendarat di pucuk kepala Afifa yang tertutup hijab instannya.


Afifa hanya terdiam dalam dekapan suaminya, sungguh hati kecilnya ingin sekali menangis mengingat posisinya saat ini, bagaimanapun Afifa hanya seorang Wanita biasa yang memiliki perasaan layaknya wanita disekelilingnya, perasaan sakit dan tidak rela karena dia harus menghadapi kenyataan, bahwa suaminya yang kini sedang memeluknya dan sangat dicintainya, ternyata memiliki anak dari wanita lain, sedangkan dirinya sampai saat ini belum juga diberi kepercayaan untuk kembali mengandung buah cintanya bersama suaminya.

__ADS_1


"Kak Aji tidak ke toko hari ini?", tanya Afifa yang masih dalam dekapan suaminya, berusaha mengalihkan suasana agar tidak terus larut dalam fikirannya.


Fauzi melepaskan pelukannya, "Ke toko dulu sebentar, ada nota yang harus aku tunjukan pada Mang Ujang, nanti kalau Wulan datang, kamu telphon saja".


"Baiklah, Fifa siapkan pakaiannya", Melangkah menuju lemari dan mengambil satu kemeja dan celana panjang senada untuk suaminya.


******


Di kediaman Wulan...


Wulan terdiam diatas sofa diruang keluarga sambil menggenggam ponsel didadanya sesaat setelah mendapat telphon dari Afifa, tatapannya kosong ke arah meja, entah apa yang tengah difikirkannya.


Setelah beberapa saat terdiam, dia kembali pada kesadarannya, dia segera berdiri, dan masuk kamar dengan terburu-buru, memilih-milih pakaian yang akan ia kenakan, satu pakaian ia coba, namun kembali membukanya dan menggantinya dengan yang lain, tapi saat dia menatap dirinya dicermin, merasa ada yang kurang, diapun kembali membuka pakaiannya dan menggantinya dengan yang lain, entah sudah berapa potong pakaian yang ia coba, dan akhirnya dia memilih satu pakaian gamis berwarna biru tua yang dipadukan dengan kerudung pasmina berwarna biru langit segar yang menghiasi wajah cantik wanita yang berusia 29 tahun itu. Wulan menatap bayangan dirinya didepan cermin besar dikamarnya, dia menarik nafas panjang, terpancar kegugupan dari wajahnya, seolah dia akan bertemu dengan kekasih hatinya yang sudah sangat lama tidak berjumpa.


Wulan keluar dari kamarnya dengan menjinjing tas tangan berwarna senada, dia segera mengambil kunci mobil dan menuruni tangga rumahnya, tanpa dia sadari ada sepasang mata dan sepasang telinga yang terus memperhatikan gerak-geriknya dan mendengarkan semua pembicaraannya sejak dia menerima telphon tadi.


**************************************


Bersambung...❤❤❤⚘⚘⚘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamualaikum Readers... terimakasih masih setia menunggu...😊🤗


ditunggu komentar, boom like dan vote nya 🙏


Terimakasih 😘😘😘


I LOVE YOU ALL...❤❤❤😘😘😘⚘⚘⚘

__ADS_1


By: Rahma Husnul


__ADS_2