Seikhlas Cinta Afifa 2

Seikhlas Cinta Afifa 2
Wanita Biasa...


__ADS_3

HAPPY READING...⚘⚘⚘


"Fifa yang ingin Talita tinggal disini Ma...", Ucap Afifa yang tiba-tiba muncul dari balik pintu, membuat ketiganya terdiam dan menatap kearahnya.


"Afifa???", ucap Mama, langsung berdiri dari duduknya.


Afifa berjalan menghampiri ketiganya, lalu berdiri tepat didepan ibu mertuanya, "Mama jangan khawatir dengan Talita, meski dia tidak lahir dari rahim Fifa, Fifa akan tetap merawatnya seperti anak Fifa sendiri".


"Tapi bagaimana dengan ibunya, Nak?" Mama menunjukan kekhawatirannya, "apa dia akan menerima begitu saja kehadiran kamu?", tanyanya serius, lalu berhenti sejenak untuk berfikir. "Tidak...! Mama tidak yakin kalau kehadiran Talita dan ibunya tidak akan berpengaruh terhadap rumah tangga kalian".


"Tapi semuanya sudah terjadi Ma...", Ucap Afifa pelan, "tidak ada yang bisa Fifa lakukan selain menerima kehadiran Talita".


"Tapi bagaimana dengan perasaan kamu Nak?"


Afifa terdiam, lalu menoleh kearah sofa kosong disampingnya, Mama seolah mengerti dengan tatapan Afifa, diapun menarik tangan Afifa untuk duduk bersamanya. Afifa menarik nafas dalam, dan mencoba untuk mengatur kata-kata yang akan diucapkannya, sekilas matanya beralih ke arah suaminya yang masih tertunduk dengan wajah yang menunjukan penyesalan dan rasa bersalahnya. "Fifa...Fifa hanya seorang wanita biasa yang tidak luput dari salah dan dosa, Ma..., untuk soal perasaan, mungkin hal itu tidak perlu ditanyakan lagi, rasa sakit hati saat kita tahu suami kita memiliki anak dari wanita lain, tentu saja selalu menghantui perasaan Afifa, karena bagaimanapun penyakit hati itu kadang kala datang pada diri yang jauh dari sempurna ini. Tapi, Afifa akan selalu berusaha menerima semuanya, demi cinta kami yang telah terbingkai dalam satu ikatan suci pernikahan".

__ADS_1


Seketika Fauzi mengangkat kepalanya mendengar ucapan Afifa, menatap istrinya yang duduk diam menatap kosong kearah lantai dihadapannya. Dia berdiri dan secepat kilat menghambur ke pangkuan Afifa, memeluk erat kaki Afifa sambil terus menangis, meminta maaf dan mengucapkan terimakasih kepada istrinya. "Sayang...aku tidak tahu harus melakukan apa padamu untuk rasa terimakasihku atas semua pengorbanan dan cintamu untukku, aku...aku hanya laki-laki yang penuh dengan dosa yang sama sekali tidak pantas untuk mendapatkan rasa cinta yang begitu besar dari wanita sempurna sepertimu", Fauzi terus menangis dipangkuan Afifa.


Tentu saja Afifa kaget dengan reaksi suaminya, dia berusaha mengangkat bahu Fauzi dari pangkuannya, tapi Fauzi semakin mempererat pelukannya.


"Kak..., bangunlah!, jangan seperti ini, Kak..., lihat aku...!", Afifa meninggikan suaranya, membuat Fauzi mulai mengangkat kepalanya, menatap lekat wajah istrinya dengan matanya yang basah karena air mata.


Afifa memegang bahu Fauzi, membimbingnya untuk berdiri, kini keduanya saling berhadapan. Afifa mengulurkan kedua tangannya kehadapan Fauzi, "Aku akan tetap berada disampingmu, selama Kak Aji membutuhkanku dan terus mendukungku", Afifa tersenyum ke arah suaminya.


Fauzi menatap tangan Afifa yang terulur kearahnya, lalu pandangannya beralih pada bola mata istrinya yang menatapnya dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang, tulus tanpa kebohongan. Seketika Fauzi menarik tubuh Afifa dalam dekapannya, menciumi kening Afifa bertubi-tubi, meski air matanya masih terus saja keluar dari kedua matanya. "Terimakasih sayang...", ucapnya disela tangis dan ciumannya.


Mama dan Papa yang menyaksikan adegan romantis dan mengharukan antara Putra dan menantunya itu hanya memandangnya penuh haru, tak dapat di pungkiri, rasa kecewa kepada putranya yang sejak tadi terus menyesakan hatinya, kini dapat terobati dengan ketegaran hati menantunya dan rasa cinta antara keduanya yang mereka tunjukan dihadapannya.


Fauzi melepaskan pelukannya, keduanya duduk kembali diatas sofa, namun kini mereka duduk berdampingan.


"Mama bahagia melihat cinta kalian, Nak!, Mama dan Papa akan selalu berdo'a untuk kebahagiaan kalian, iya kan Pah...?", Mama menoleh ke arah Papa.

__ADS_1


"Tentu saja Ma...", jawab Papa, lalu beliau mengalihkan pandangannya kepada putra dan menantunya. "Usia pernikahan kalian ini masih sangat muda, masih banyak hal yang akan kalian hadapi kedepannya, intinya hanya satu, jaga cinta kalian, tetap saling terbuka dan saling percaya". Nasihat Papa yang akan selalu diingat oleh Fauzi dan Afifa.


************************


Bersambung...❤❤❤⚘⚘⚘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Assalamualaikum Readers...


gak papa ya aku nulisnya dikit-dikit, tapi tetap diusahakan Up setiap hari, semoga tidak mengecewakan kalian...😊


O ya...terimakasih untuk kalian yang sudah memberi komentar di setiap partnya...sungguh...itulah yang membuat saya semakin semangat melanjutkan ceritanya.


I LOVE YOU READERS...❤❤❤😘😘😘⚘⚘⚘

__ADS_1


By : Rahma Husnul 😊


__ADS_2