Seikhlas Cinta Afifa 2

Seikhlas Cinta Afifa 2
Selamat Datang Buah Hatiku...


__ADS_3

HAPPY READING...⚘⚘⚘


Bagi Fauzi menggendong bayi untuk pertama kali adalah momen paling emosional yang dia rasakan. Bahkan Dia tak mampu berkata apapun, lidahnya seakan terasa kelu dan gemetar merasakan kebahagiaan yang luar biasa sekaligus tanggung jawab dirinya yang kini akan bertambah sebagai seorang Ayah.


Dengan mata yang masih basah, dan tangan yang gemetar memegang buah hatinya, Fauzi melangkah menghampiri Afifa. "Sayang..., lihatlah! dia begitu manis dan lucu, dia berusaha melihatku, dia tersenyum padaku," ucap Fauzi tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah buah hatinya yang terbungkus rapi dengan kain.


Afifa berusaha menegakkan duduknya, lalu memakai kembali kerudung instannya, dia tersenyum sambil mengulurkan tangan menyambut buah hatinya dalam pangkuannya.


Fauzi menyerahkan bayi itu ke tangan Afifa, lalu duduk di pinggir tempat tidur pasien tepat di samping Afifa.


"MasyaAlloh..., sayangnya Bunda, kamu pasti kehausan ya?" Afifa, meletaan punggung jari telunjuknya di atas mulut mungil buah hatinya yang bergerak-gerak.


"Silahkan berikan ASI pertama Ibu kepadanya! biarkan dia menghisapnya agar air susunya segera keluar," Ucap Dokter sambil tersenyum di sela membereskan peralatan medisnya.


Afifa mengangguk sambil tersenyum. Dengan sedikit kaku, Afifa berusaha memberikan Asi pertamanya untuk buah hatinya.


Fauzi terus mendampinginya dan memberikan semangat untuknya. Sesudah beberapa saat akhirnya bayi itu dapat menghisap air susu Afifa dengan kuat. Meski merasa sedikit aneh dan ngilu, tapi bibir Afifa terus tersenyum menatap buah hatinya yang mulai nyaman dalam pangkuannya.


"Lihatlah, Kak! dia sudah bisa melakukannya," Afifa menatap suaminya sekilas, lalu kembali fokus ke wajah bayinya.


"Iya, Sayang! Putra kita memang pintar," ucap Fauzi sambil mengecup pelipis kanan Afifa.


"Ceklek," pintu kamar terbuka, Suster mempersilahkan keluarga Afifa dan Fauzi yang menunggu di luar ruangan untuk bergantian melihat Afifa dan bayi yang baru dilahirkannya.


Kedua orang tua Fauzi dan Afifa masuk dan menghampiri keduanya dengan senyum dan wajah yang penuh kebahagiaan. Mereka memberikan selamat kepada putra dan putri mereka. Tangis bahagia Fauzi kembali pecah saat kedua orang tuanya merangkulnya dan memberikan beberapa nasihat kepadanya, serta mengingatkan tanggung jawabnya sebagai seorang Ayah.


Selang beberapa menit, Mang Ujang dan Bi Yati masuk dan memberikan selamat. Fauzi meminta Mang Ujang dan Bi Yati untuk pulang terlebih dahulu ke rumahnya agar menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut kepulangan Afifa dan buah hatinya ke rumah.


Kedua orang tua Fauzi dan Afifa kembali ke luar kamar dan menunggu di depan ruangan, kini gantian pasangan pengantin baru yang masuk. Wajah keduanya tersenyum sejak pertama kali melihat Afifa di depan pintu ruangan.


"Antiiii...!" teriak suara cempreng Nadia setengah berlari sambil membentangkan tangannya ke arah Afifa, lantas memeluk tubuh Afifa dari samping.

__ADS_1


"Nadia...," Sapa Afifa sambil tersenyum mengusap tangan Nadia yang melingkar di bahunya dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya masih menggendong buah hatinya.


"Ya Ampun..., adik baruku tampan sekali," Ucap Nadia setelah merenggangkan pelukannya, lalu mengambil alih bayi itu dari tangan Afifa.


"Hati-hati!" ucap Fauzi khawatir.


"Iya, Pamanku yang cerewet! tenang aja, Nadia bisa kok," Nadia tersenyum ke arah Fauzi, lalu kembali fokus pada bayi di tangannya, "Adikku yang tampan, perkenalkan ini Kak Nadia, Kakakmu yang cantik dan imut. Kamu cepat besar ya, nanti kita main bersama," Nadia terus mengajak bayi itu bicara sambil berjalan-jalan ke samping jendela.


Farid mengucapkan selamat kepada Fauzi dan Afifa, dia ikut bahagia dengan kehadiran buah hati mereka yang kini telah lahir dengan selamat dan dalam keadaan sehat.


"Mas! kemari deh!" Panggil Nadia kepada suaminya.


Farid segera menghampirinya, "Kenapa yang?" ucapnya setelah tepat berada dihadapannya.


"Lihatlah! bukankah dia sangat manis?" Tanya Nadia tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah bayi itu.


Farid tersenyum, "Iya, dia manis sekali dan tampan," ucapnya sambil melingkarkan tangannya di bahu Nadia, "Apa kamu juga menginginkannya?" bisik Farid.


"Sepertinya kita harus belajar lebih keras lagi untuk membuatnya," Goda Farid sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Nadia.


"Ih...! belajar apa?" Nadia mendelik sambil mencubit pinggang Farid, membuat Farid mengeluarkan suara karena geli, lalu tertawa ringan.


"Hei! kalian lagi ngapain?" tanya Fauzi yang mendengar suara Farid dan bisikan mereka.


"Gak papa, Zi! ini Nadia pingin cepet punya yang kaya gini katanya ha ha...," Farid tersenyum menggoda istrinya.


"Ish..., kalian bikin sendiri sana! itu punya kami," canda Fauzi sambil tertawa.


"Wah, kalau itu gak usah disuruh juga kita selalu bikin, iya kan yang?" Jawab Farid tak kalah bercanda membuat Nadia tersipu, sedangkan Fauzi dan Afifa tertawa melihat tingkah keduanya. Suasana bahagia terpancar dari ruangan berukuran 4×3 meter itu, canda tawa mereka seakan memenuhi seluruh ruangan menggambarkan kebahagiaan yamg kini tengah hadir diantara mereka.


Nadia kembali menyerahkan bayi itu ke tangan Afifa, dan Fauzi kembali duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Siapa namanya, Paman?" tanya Nadia setelah bayi itu aman di tangan Afifa.


"Ahmad Fauzan Putra Ramadhan," Jawab Fauzi sambil tersenyum menatap Afifa.


Afifa mengangguk membalas senyuman suaminya.


"Waaaah..., nama yang bagus, artinya apa?" tanya Nadia lagi.


"Ahmad itu diambil dari nama Nabi kita Muhammad yang artinya terpuji, dengan harapan putra kami kelak akan menjadi manusia yang terpuji seperti baginda Nabi. Fauzan itu artinya sukses, dengan harapan dia akan menjadi orang sukses, baik dalam urusan dunia maupun urusan akhirat. Jadi dengan nama itu kami berdo'a semoga putra dari Fauzi Rahman Ramadhan ini kelak akan menjadi manusia yang sukses dalam segala hal, namun akhlak dan sifatnya tetap tetpuji," jelas Fauzi.


"MasyaAlloh, benar-benar do'a yang tersimpan dalam sebuah nama, Selamat datang Adikku, Ahmad Fauzan Putra Ramadhan,"


Nadia menatap haru bayi di pangkuan Afifa.


"Makasih Kak Nadia," Jawab Afifa sambil tersenyum.



********


Bersambung...❤❤❤⚘⚘⚘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dikit-dikit, gak papa ya Readers 🤗.


Tetap like, vote dan komen 🤗


I LOVE YOU ALL...❤❤❤😘😘😘⚘⚘⚘


By : Rahma Husnul.

__ADS_1


__ADS_2