
HAPPY READING...⚘⚘⚘
#Playback#
UnDip, Semarang, dua tahun yang lalu...
***
"Ssssttt...Dia dateng", Ucap seorang gadis berpakaian kaos ketat yang dipadukan dengan celana jeans, sambil menyikut temannya yang bersandar disebuah pohon dekat parkiran motor.
"Mana?", Jawab gadis berpakaian casual dengan setelan celana jins sedikit bolong dibagian lutut, dipadukan dengan kemeja kotak-kotak yang kedodoran serta kerudung persegi empat yang diikat ke belakang leher asal-asalan. Matanya langsung berbinar saat melihat motor besar berwarna hitam milik seniornya datang mendekati area parkiran dihadapan mereka, keduanya tersenyum sambil berbisik-bisik.
Motor besar itu berhenti, pemiliknya segera menurunkan standar samping, membuka helm dan meletakannya diatas kaca spion, jari-jarinya menyisir rambut hitamnya, dia berjalan sambil membetulkan posisi ranselnya melewati kedua gadis itu.
"Ehhemmm...", Gadis itu berdehem sebagai kode agar pria itu menoleh kearahnya.
"Eh..Muthiya? Auliya? kenapa disini?" tanya pria itu.
"Kami...emmm...nunggu Mas Ari", jawab gadis berpakaian casual yang tak lain bernama Muthiya Nadia Putri.
"O ya?, ada apa ya?, apa mau tanya kegiatan Rohis minggu ini?".
"Eh...Ah...iya betul...hehe...", Ucap gadis itu cengengesan.
"Memangnya kamu sudah siap masuk organisasi Rohis?".
"Yap...siap Mas", Jawab nya tegas, "Lihat...! aku sudah pake kerudung sekarang", memegang ujung kerudung yang dipakainya sambil tersenyum penuh harap.
__ADS_1
Pria itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya karena merasa lucu dengan sikap gadis dihadapannya, "Maksudnya...berhijab itu menutup aurat Muth".
"Bukannya ini sudah tertutup ya?", tanyanya dengan wajah memelas tanpa dosa.
"Itu tertutup dengan kain saja bukan dari pandangan pria yang bukan muhrim", jelasnya sambil tersenyum, "Masa celana kamu aja masih bolong?" sindirnya sambil berjalan menuju koridor.
Kedua gadis itu segera mengikutinya setengah berlari agar dapat mensejajari langkah panjang dari pria itu, "Tapi hari ini aku bisa ikut kegiatan kan Mas?", tanyanya lagi.
"Silahkan!, sekalian kamu lihat cara berpakaian anggota rohis perempuan nanti disana ya!", ucapnya tetap dengan senyum khasnya sambil berlalu meninggalkan dua gadis yang masih bingung dengan ucapannya. Keduanya terus memandanginya sampai dia berbelok dan tak terlihat lagi dikoridor.
"Ah....Mas Ari..., kenapa sulit sekali mendekatimu", Ucap Nadia prustasi.
"Hei...jangan menyerah...ini awal yang bagus...ayo kita ikuti apa yang dia inginkan", Ucap temannya yang bernama Auliya.
"Masa aku harus pake pakaian seperti mereka si Ya? pasti gerah banget kan? huh...! bukan aku banget deh...".
"Hei...demi cinta...apa si yang gak bisa?", Auliya menyemangati.
"Ayo cepat Muth!, kelasnya akan segera dimulai", ajak Auliya saat melihat jam tangan yang melingkar dilengannya dan menyadari keterlambatannya.
"Yuk...!" Merekapun mempercepat langkahnya.
Hari-hari berlalu, selama satu tahun ini Nadia terus berusaha mencari perhatian pria pujaannya yang selalu ia panggil Mas Ari yang tidak lain adalah Ahmad Farid Al Ghifari, Farid adalah seorang pria yang ramah pada setiap orang, banyak gadis yang ingin mendekatinya, tapi tak pernah sekalipun ia terdengar dekat dengan satu orang gadispun dikampus itu, karena hatinya sudah terlanjur terpaut dengan gadis masa SMUnya yang namanya masih tersipan rapi disana, Afifa Fathima Mumtaza, meski sebenarnya tak penah satu kalipun dia menghubunginya, namun dia yakin, gadis itu masih menunggunya, dan setelah lulus S1nya Nanti dia akan segera mencarinya ke Bandung dan segera melamarnya.
Perasaan Nadia yang tidak pernah terbalas itu berada pada puncaknya saat Farid akan masuk kedalam ruang sidang skripsinya, buku skripsi yang sudah ia susun rapi dia letakan diatas meja kecil bersama tas ranselnya, dan menitipkannya pada temannya saat dia ingin ke toilet, Nadia yang melihat hal itu mengambil kesempatan, dia nekad membuat surat cinta yang sengaja dia selipkan diam-diam didalam lipatan buku skripsi Farid saat teman Farid sedang lengah.
Malapetakapun terjadi, saat Farid berada didalam ruang sidang, dan dosen penguji membuka buku skripsinya, secarik kertas terjatuh disana, dosen itu mengambilnya dan membacanya, wajah dosen yang awalnya nampak ramah karena akan menguji mahasiswa paling berprestasi dikampus itu tiba-tiba berubah, wajahnya nampak memerah menahan marah, dia tidak habis fikir, bagaimana seorang mahasiswa yang selalu ia banggakan bisa bertindak bodoh dengan menyelipkan surat cinta dibuku skripsinya yang sangat berharga, dosen itu benar-benar marah karena merasa tidak dihargai di moment sepenting ini.
__ADS_1
"Apa ini?" bentak dosen penguji sambil melempar kertas berwarna pink ke hadapan Farid.
Farid yang tidak tahu apapun segera mengambilnya dan membacanya, seketika raut mukanya berubah, rasa malu, kesal dan marah bercampur didalam hatinya, bukan Farid namanya kalau dia tidak mampu mengontrol emosinya didepan dosennya.
Dia segera bangkit dari duduknya, dan meminta maaf kepada dosen penguji, mengatakan kalau itu adalah kesalahannya.
Dosen penguji memaafkannya, tapi dia mendapat wejangan panjang lebar dari Dosen penguji dan Dekan, sebagai hukuman, jadwal ujian sidangnyapun diakhirkan.
Farid benar-benar marah kepada Nadia, dia meluapkan emosinya didepan gadis itu dengan memarahinya. Setelah kejadian itu, sampai Farid wisuda dan resmi keluar dari kampusnya dia tidak pernah sekalipun melihat Nadia dikampusnya.
Nadia kembali pindah ke Jakarta dengan segala penyesalan atas kebodohan dari tindakannya sendiri.
#Playback Off...#
**************
Bersambung...❤❤❤
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai Readers...mohon maaf sepertinya akhir-akhir ini SCA 2 tidak bisa Up tiap hari, mohon pengertiannya, selama 4 hari kedepan Author ada pekerjaan yang benar-benar menyita waktu dan perhatian...
Tapi demi sayangnya Author pada kalian, saya akan tetap berusaha Up meskipun 2 hari sekali...
terimakasih...
tetap like, vote, komentar...😊
__ADS_1
LOVE YOU ALL...❤❤❤😘😘😘⚘⚘⚘
By : @Rahma Husnul#