Seikhlas Cinta Afifa 2

Seikhlas Cinta Afifa 2
Kabar Gembira...


__ADS_3

HAPPY READING...⚘⚘⚘


Matahari mulai muncul dari ufuk timur, Afifa masih saja terbaring malas ditempat tidur, sedangkan Fauzi sibuk membantu Umi melakukan pekerjaan rumah apapun yang kira-kira bisa dia kerjakan, Hmmm...terbalik ya 😄. Bukannya apa-apa pagi ini selepas sholat Shubuh, Afifa kembali mengeluarkan isi perutnya yang semalem sempat masuk meski hanya dua suap saja, dan penyebabnya adalah, karena suaminya meminta kelanjutan yang sempat tertunda pagi tadi 😀. Dan pagi ini, Afifa begitu lemas dan memilih untuk berbaring saja.


Sesudah membantu Umi dan susah payah membujuk Afifa makan, Fauzi segera bersiap untuk membawa Afifa periksa ke dokter, sempat terjadi penolakan dari Afifa, dia kekeh ingin tetap dirumah Umi, entah dari mana datangnya kemanjaan itu, dia tak mau jauh-jauh dari Umi sebentar saja, membuat Fauzi semakin bingung. Sampai akhirnya Abi menasehatinya panjang lebar, bahwa seorang istri itu harus tetap bersama suaminya, suka dan duka, kalau tidak ingin menjadi dosa. Kesampingkan perasaan ego dan nafsu sesaat, yang akan membuat keduanya celaka dunia akhirat.


Akhirnya Afifa mau di ajak Fauzi ke dokter dan langsung pulang kerumahnya, meskipun dengan derama bujukan maut dan perjanjian terlebih dahulu diantara mereka. Perjanjian????... Ya..., perjanjian konyol yang hanya disepakati sepihak saja. Karena Fauzi masih saja uring uringan dengan isi perjanjian itu 😊.


Fauzi mengemasi barang-barang Afifa dan memasukannya ke dalam mobil, dia berpamitan dan berterima kasih kepada kedua mertuanya. Afifa masih saja terduduk malas di sofa, menggunakan kerudung instan dan baju hangat yang tidak mau juga dia lepaskan sejak pagi tadi, tak ada polesan bedak atau apapun yang menghiasi wajahnya yang pucat.


"Ayo, Dek!" Ajak Fauzi. Afifa menoleh lemah dan menatap suaminya dengan malas, "Ayo Sayang..." Fauzi menghampiri istrinya, "Mau digendong?" tanyanya lagi mencoba mengulurkan tangannya.


"Enggak...! aku bisa sendiri," ucap Afifa menghentikan langkah suaminya. Lalu dia berdiri dan berjalan dengan malas menuju mobil suaminya. Fauzi hanya menghela nafas dan membuntuti Afifa masuk ke dalam mobil.


Selama di perjalanan, Afifa hanya terdiam dengan pandangan lurus ke depan, sesekali Fauzi menolehnya disela mengendalikan kemudi mobilnya. "Dek..." panggil Fauzi.


"Hmmm?" jawab Afifa tanpa menoleh suaminya.


"Bicara dong, kok diem aja?" ucap Fauzi, tangan kirinya terulur menggenggam tangan Afifa yang dingin dipangkuannya.


"Males ah," jawabnya singkat.


"Hmmm...ya sudah, tapi, jangan cemberut gitu dong, Aku rindu senyumanmu," goda Fauzi.

__ADS_1


"Iiiih..., apaan si..., lagi males gini disuruh senyum, Niiiiiih....!" Afifa nyengir menunjukan gigi-giginya yang rapi.


"Ih..., jelek banget ah," goda Fauzi lagi, tak lepas dari senyumannya, sedangkan Afifa hanya cemberut saja, sampai mobil itu berhenti tepat di halaman rumah praktek dokter kandungan langganan mereka yang dulu pernah menangani kehamilan Afifa yang pertama.


"Ayo turun, Dek!" Ajak Fauzi setelah mematikan mesin mobilnya.


Afifa melihat ke luar kaca jendela, memutar pandangannya ke seluruh tempat itu, lalu kembali menoleh suaminya. "Kenapa ke sini? ini kan dokter kandungan, bukan dokter umum." tanyanya heran.


"Ayo turun dulu!" ajak Fauzi sambil membuka sabuk pengaman yang melingkar di perut istrinya.


Tanpa menjawab ucapan suamiya, diapun turun perlahan dari mobil, lalu berdiri mematung menatap plang dokter yang berdiri tegak didepan rumah praktek. Sampai Fauzi mendekatinya dan membimbingnya masuk kedalam.


"Kak...," pangil Afifa, "Apa ini artinya...,"


Fauzi tersenyum, "Kita periksa dulu ya, kita akan tahu hasilnya nanti," ucap Fauzi membuat Afifa menyunggingkan senyum dibalik wajah pucatnya.


Fauzi dan Afifa mengangguk dan duduk di kursi di hadapan meja dokter. perbincangan terjadi diantara mereka tentang terakhir datang bulan dan sebagainya, sampai dokter mempersilahkan Afifa naik ke tempat tidur pemeriksaan. Fauzi selalu mendampingi Afifa disampingnya.


Dokter nampak tersenyum setelah memeriksa perut Afifa, membuat Fauzi dan Afifa semakin penasaran, "Gimana hasilnya, Dok?" tanya Fauzi tak sabaran.


"Selamat...Anda akan menjadi Ayah kembali," Ucapnya sambil tersenyum dan mengulurkan tangan ke atah Fauzi.


"Alhamdulillah Wasyukrulillah Ya Alloh...." ucapnya sambil menyalami dokter, lalu mengangkat kedua tangannya ke atas dan menutupkannya ke wajah, dia bersimpuh tersungkur ke lantai sambil melakukan sujud Syukur. Tubuh Fauzi nampak berguncang pertanda dia sedang menangis bahagia atas karuia yang telah Allih berikan kepadanya. Begitu pun dengan Afifa, dia masih terbaring mengucapkan lafalan-lafalan syukur dari mulutnya dengan linangan air mata bahagianya.

__ADS_1


Fauzi bangkit dan menghampiri Afifa, dia memandang wajah istrinya dengan matanya yang basah dan senyuman yang terus tersungging dari bibirnya, ingin mendekat, tapi takut kalau Afifa akan kembali mual seperti pagi tadi.


Afifa membalas tatapan suaminya, kini keduanya tersenyum dengan deraian air mata bahagia, Afifa nampak mengangguk dan mengulurkan tangannya, Fauzi mengerti dan diapun segera mendekati Afifa, memeluknya dan menciumi wajahnya bertubi-tubi, sampai tak sadar kalau seorang dokter tengah memperhatikan keduanya.


"Ekhemm," suara deheman Dokter menghentikan aksi keduanya.


Fauzi berbalik ke arah dokter, "Maaf, Dok!" ucapnya sambil tersenyum sedikit malu. tangan kanannya mengusap rambut tebalnya kebelakang untuk menutupi rasa malunya.


Dokter hanya tersenyum sambil memberikan resep obat yang sudah dibuatnya, Fauzi mengangguk dan berterima kasih kepada Dokter, lalu membimbing Afifa turun dari tempat tidur pemeriksaan.


"Hati-hati! jaga baik-baik kandungan ibu!" Ucap Dokter saat mereka hendak keluar dari kamar pemeriksaan, keduanya mengangguk dan kembali tersenyum.


Kaki mereka melangkah dengan harapan baru dan kebahagiaan yang kini terbentang dihadapan mereka. Fauzi merasakan kesenangan yang luar biasa, karena kini penantiannya yang panjang menunggu kehadiran sang buah hati yang dapat mempersatukan dan mempererat hubungan suci pernikahannya akan segera hadir di tengah-tengah mereka. Semoga saja tidak lagi terjadi hal-hal yang dapat kembali merenggangkan hubungan keduanya.


**********


Bersambung... ❤❤❤😊😊😊⚘⚘⚘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hanya mampu 900 kata... maaf ya dikit 🙏✌, tapi seneng kan? 🤗


Tetap Like, Vote dan komentar, biar saya tambah semangat...🤗

__ADS_1


I LOVE YOU ALL...😘😘😘


By : Rahma Husnul


__ADS_2