Seikhlas Cinta Afifa 2

Seikhlas Cinta Afifa 2
Kejujuran part 1...


__ADS_3

HAPPY READING...⚘⚘⚘


"Duueeeerrrr...!" Wulan tersentak, dia baru sadar dengan apa yang baru saja diucapkannya, dia menatap wanita dihadapannya yang sedang memandangnya selidik dengan wajah memerah dan mata yang berkaca-kaca.


"Eh...? Emmm...Afifa... maksud saya... saya...pernah mendengar dari ibu saya... ya...begitu...hanya mendengar cerita ibu saya...", jelas Wulan gelagapan.


Afifa tetap memandangnya dengan air mata yang mulai tergenang, berusaha memahami semua perubahan dalam raut wajah Wulan.


"Afifa...Talita itu...", lanjut Wulan lagi.


"Anak haram...!!!", tiba-tiba saja pria paruh baya yang sedari tadi diam, datang ke ruang tamu memotong ucapan Wulan, dia memandang Wulan dan Afifa bergantian dengan sorot mata tajam dan menakutkan.


"Ayah...?, ayah kenapa kemari? ayah duduk saja disana ya...", Wulan berdiri menghampiri ayahnya, hendak membimbingnya kembali ke kursi goyangnya.


"Cukup Wulan...!, berhenti menutupi semuanya...!, berhenti untuk bersikap baik-baik saja...!" suara pria itu masih terdengar meski terus menjauh karena setengah diseret Wulan.


"Iya...iya...Wulan bisa mengatasinya, Ayah tenang saja ya...", suara wulan terdengar sayup-sayup menenangkan ayahnya.


Afifa semakin yakin dengan kebenaran ini. Cairan yang sudah penuh sesak di kelopak matanya akhirnya keluar, mengalir dikedua pipinya.


Tak lama Wulan kembali, "tolong jangan hiraukan ucapan Ayah saya ya Afifa", ucapnya, berusaha menenangkan, dia kembali duduk disamping Afifa.


"Mbak...saya bukan anak kecil yang tidak bisa memahami semua kebetulan ini".


"Iya, tapi...".


"Mbak Wulan tidak perlu mengelak lagi, karena saya sudah memahami semuanya. Tapi saya tidak habis fikir, kenapa Mbak Wulan menutupi semuanya dari saya dan dari Kak Aji yang merupakan ayah kandung dari Talita?"


"Tapi saya..."


"Apa Mbak Wulan tidak memikirkan masa depan Talita? Kenapa Mbak Wulan memisahkan mereka? Talita itu anak perempuan yang suatu saat nanti membutuhkan seorang wali, kenapa Mbak Wulan tidak memikirkan hal itu?"

__ADS_1


"Afifa...saya...".


"Mbak Wulan sudah berdosa karena menutupi kebenaran ini, memisahkan seorang anak dari ayahnya, seorang ayah dari darah dagingnya...".


"Cukup...!!!, berhentilah menyudutkanku, karena ini tidak sesederhana yang kau fikirkan". Pelan tapi tegas Wulan memotong ucapan Afifa.


"Apa yang aku tidak tau? jelas-jelas Mbak Wulan menutupi semuanya dariku dan dari suamiku, apa maksud Mbak Wulan sebenarnya?", Afifa mulai terisak.


"Apa kau tau? betapa menderitanya aku selama ini menanggung semuanya sendiri? berusaha menutupi semuanya dari semua orang termasuk ayahku sendiri, apa kau ingin tau, demi siapa aku melakukannya?" Wulan berhenti sejenak, menatap tajam ke arah Afifa.


Afifa yang sedang terisak sambil mengusap kedua pipinya seketika mengangkat wajahnya karena mendengar ucapan Wulan, memandang lekat mata Wulan dengan penuh tanya.


"Demi kebahagiaan orang-orang yang aku cintai, demi ayahku, demi putriku dan demi orang yang telah menitipkan benihnya dirahimku." ucapnya pelan dengan mata yang memerah, mulai tergenang cairan disana.


"A...apa itu artinya..., Mbak Wulan... masih mencintai...Kak Aji?" bibir Afifa tiba-tiba bergetar, terasa berat untuk mengucapkan kenyataan yang sesungguhnya.


Wulan hanya terdiam, berusaha sekuat tenaga untuk menahan air matanya agar tidak jatuh dari tempatnya.


"Aku tau, kau adalah wanita yang baik, tapi tolong... mengertilah... untuk saat ini, jangan katakan apapun pada Fauzi", dengan suara memelas, Wulan melipatkan kedua tangannya didepan dada.


"Tapi kenapa....?, Aku..."


"Bunda...!" Talita tiba-tiba datang dari arah punggung Afifa, anak itu menghampiri mereka sambil mengucek-ngucek kedua matanya dengan tangan, langkahnya gontai karena baru saja bangun dari tidur siang.


"Eh sayang...udah bangun? sini...!" panggil Wulan, ekspresinya langsung berubah saat melihat putrinya datang, lengkungan manis langsung terukir dari bibirnya.


Afifa segera mengusap air matanya, dan berusaha mengontrol dirinya didepan anak tidak berdosa itu.


"Bunda Fifa juga disini?", tanyanya, sambil menengok ke arah Afifa dipelukan ibunya.


"Iya sayang", jawab Afifa diiringi dengan senyum yang dipaksakan.

__ADS_1


Talita menghampiri Afifa dan menghambur kepelukannya, "Bunda sudah lama disini?" tanyanya.


"Sejak pukul 1 siang tadi sayang...", Afifa kembali mengusap airmatanya yang masih tersisa.


"Bunda kok nangis? pasti inget dede bayinya lagi ya?" celoteh bibir mungil Talita.


"Hmmm...iya sayang..., Talita gak pernah main lagi si...ke rumah Bunda, jadinya kangen deh...". Afifa tersenyum, namun saat matanya mengarah pada iris mata anak itu, Afifa tersentak, mata suaminya terlintas disana, dia langsung terdiam.


"Talita juga kangen Bunda...", Talita berjinjit dan mencium pipi Afifa, membuat air mata Afifa kembali merembes keluar.


Ah...sepertinya Afifa sudah tidak sanggup lagi melanjutkan interogasi ini, kehadiran Talita membuatnya mengurungkan niat untuk terus menggali kebenaran dari Wulan. Setelah cukup lama bercengkrama dengan Talita, akhirnya Afifa pamit pulang, meski berbagai pertanyaan masih berjubel dikepalanya, yang tentu saja semakin menambah sesak didadanya.


Afifa menjalankan motornya pelan, kata-kata Wulan terus terngiang ditelinganya, dia masih senan tiasa berfikir tentang alasan Wulan melakukan semua ini, yang terasa tidak masuk akal, sehingga Afifa berfikir lebih jauh lagi.


Mungkinkah rasa cinta Mbak Wulan kepada Kak Aji begitu besar dan tidak pernah luntur sejak dulu hingga kini? atau mungkin cintanya bahkan lebih besar dari cinta yang bersemayam dihatiku saat ini? begitu banyak pengorbanan Mbak Wulan selama ini, sampai mengorbankan masa depan putrinya sendiri, kini aku merasa cintaku sama sekali tidak sebanding dengan cintanya, haruskah aku berkorban untuknya? Ah...tidak, aku tidak boleh segampang itu menyimpulkan sesuatu, aku belum tau, rencana Mbak Wulan dibalik pengorbanannya itu, apa mungkin ada manusia sehebat itu? yang rela mengorbankan segalanya demi kebahagiaan orang lain, rasanya tidak masuk akal, aku harus mencari tahu semuanya.


Selama perjalanan Afifa terus berfikir, sampai tak terasa motornya tiba didepan rumahnya.


******


Bersambung...❤❤❤⚘⚘⚘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Salam hangat Author untuk Readers semua...maaf cuma sedikit nulisnya 🙏


Aku tetap menunggu komentar kalian ya...biar tambah semangat melanjutkan ceritanya 🙏


dan... eit... jangan lupa Like dan Votenya...


LOVE YOU ALL❤❤❤😘😘😘

__ADS_1


By :@Rahma Husnul#


__ADS_2