Seikhlas Cinta Afifa 2

Seikhlas Cinta Afifa 2
Jujur...


__ADS_3

HAPPY READING...⚘⚘⚘


Malam hari sebelum tidur, Afifa bersama Nadia menemani Talita yang hendak tidur dikamarnya. Nadia meminta izin Afifa untuk menceritakan dongeng sebelum tidur yang biasa Bundanya ceritakan saat masa kecilnya dulu, kisah tentang anak kera yang tidak patuh terhadap pepatah ibunya,dan akhirnya dia celaka. Nadia begitu luwes menceritakan kisah itu, Talita sangat menghayati setiap kata-kata yang diucapkan Nadia, Afifa tak menyangka ternyata Nadia pandai sekali bercerita, sampai akhirnya Talita terlelap dalam buaian mimpinya.


Ibu dan Ayah mertua Afifa sedang duduk santai ngobrol diruang keluarga sambil menyaksikan acara televisi bersama Fauzi.


Setelah Talita tertidur, Nadia mulai bicara dan banyak bertanya kepada Afifa.


"An...", panggilnya.


"Ya?", jawab Afifa sambil melebarkan selimut untuk menutupi tubuh Talita.


"Nadia boleh tanya gak?", ucap Nadia lagi, nada bicaranya terdengar serius sambil menundukan kepalanya.


Afifa menghentikan gerakannya, lalu menoleh ke arah Nadia, meski wajahnya tertunduk, namun Afifa dapat melihat dengan jelas perubahan dari raut wajah Nadia yang berseri-seri.


Afifa kembali duduk disamping Nadia, "Mau tanya apa?", tanya Afifa sambil tersenyum, tangan kanannya mengusap punggung Nadia. Melihat dari ekspresi Nadia, Afifa sudah bisa mengerti masalah yang ingin ditanyakan Nadia, pastinya tidak jauh dari masalah anak muda, tapi Afifa tidak mau menggodanya terlebih dahulu.


"Anti...masih ingat dengan Mas Ari?", tanya Nadia.


"Mas Ari?", tanya Afifa belum mengerti.


"Itu...Pemuda yang bersama Ibunya Talita, yang menolong Anti waktu mau melahirkan dulu", jelas Nadia.


"Ooo...Kak Farid", Jawab Afifa.


"Iya, Kak Ahmad Farid Alghifari, aku biasa memanggilnya Mas Ari", jelas Nadia lagi.


"Hmmmm...memangnya kenapa?", tanya Afifa.


"Anti sudah kenal ya sama dia?".


Afifa berfikir sejenak, "Mmmm...sudah", jawabnya pendek.


"Sejak kapan?", tanya Nadia lagi.


"Sejaaaak...kami SMU".


"Satu kelas?"


"Tidak, dia 2 tahun di atas Anti, kami hanya satu sekolah dan satu pesantren saja", jawab Afifa dengan ekspresi sesantai mungkin.

__ADS_1


"Ooooo...", Nadia mengangguk-ngangguk, "Jadi...kalian gak pernah dekat?", tanya Nadia lagi, sontak membuat Afifa terperanjat, dan membetulkan posisi duduknya.


"Oh...mmmm...Anti...", Afifa berhenti sejenak, dia bingung harus menjawab apa, jika dia jujur dengan hubungannya dengan Farid waktu itu, dia takut membuat Nadia tidak nyaman dengannya, tapi dia juga tidak mau berbohong dengan tidak mengakuinya, "sudah lah...jangan fikirkan soal Anti", kilah Afifa, dengan senyum yang dipaksakan tentunya, "lebih baik sekarang ceritakan tentang dirimu, Anti denger, kamu sudah mengenal Mas Ari mu itu sejak di semarang?", Afifa mengalihkan pembicaraan, agar Nadia tidak banyak bertanya tentang Farid kepadanya, jangan sampai dia tahu, kalau pernah ada satu ikatan diantara mereka.


Nadia tertunduk dan mulai tersipu, lalu ragu-ragu mengangkat wajahnya dan menatap Afifa, tapi wajahnya langsung serius saat bola matanya bertemu dengan mata Afifa, "Tapi...aku tidak yakin Anti", kembali tertunduk dan melipat wajahnya.


"Kenapa?", tanya Afifa.


"Jadi begini...", Nadia menarik nafas dalam, "Tidak lama setelah Anti melahirkan...,Mas Ari pernah datang ke kampus Nadia, dia meminta maaf karena dulu pernah mengucapkan kata-kata yang tidak pantas kepada Nadia waktu di Semarang, yang menyebabkan Nadia kembali pindah ke Jakarta, dan kami tidak pernah bertemu lagi setelah itu.", Nadia berhenti sejenak. "Baru setelah pertemuan kami dikampus waktu itu, Mas Ari sering telphon Nadia, sekedar bertanya kabar atau materi kampus, tidak lebih".


"Memangnya dia bilang apa?", tanya Afifa penasaran.


Nadia terdiam, memorinya berputar kembali ke masa itu, peristiwa yang takkan pernah hilang dari ingatannya, "Mmmm...lupakan saja Anti, yang pasti ucapannya tidak sepenuhnya salah, aku memang tidak pantas untuknya", Nadia tertunduk.


"Kok gitu?", tanya Afifa heran.


"Ya...karena memang perilaku dan gaya hidup kami berbanding terbalik Anti", jelas Nadia, lalu dia kembali tertunduk dan berkata. "Aku dengar dari teman-temannya..., Mas Ari sudah mempunyai kekasih yang sangat dia cintai sejak masa SMU nya".


"Deg...", Afifa lagi-lagi tersentak mendengar ucapan Nadia, tapi...dia berusaha mengendalikan kegugupannya.


Keduanya terdiam, larut dalam fikirannya masing-masing. Afifa yang menyadari hal itu, tidak mau pembicaraannya terus berlanjut dalam diam, diapun mulai bicara.


Nadia Terdiam dan masih tertunduk, tapi tentu saja Afifa bisa mengerti jawaban dari Nadia dengan diamnya.


"Kalau kamu benar-benar mencintainya, kenapa kamu tidak mengatakannya lagi padanya sekarang? sepertinya dia sudah mulai membuka hatinya untukmu".


"Nadia tidak yakin Anti".


"Kenapa?"


"Nadia takut peristiwa itu terulang lagi, dan Nadia tidak mau kecewa untuk yang kedua kalinya".


"Hmmm...begitu ya", Afifa kembali beringsut mendekati Nadia, tangan kanannya mengusap pelan punggung Nadia. "Kamu jangan khawatir Nad, Alloh telah menggariskan jodoh setiap makhluknya, jika memang dia berjodoh denganmu, tentunya kalian akan dipertemukan dalam satu ikatan suci pernikahan", ucapnya kemudian.


Nadia mendongakan wajahnya menatap wajah Afifa yang sedang tersenyum seolah memberi dukungan untuk dirinya. "Makasih Anti...", ucapnya, dia tersenyum lalu menghambur kepelukan Afifa.


"Sama-sama Nad", membalas pelukan Nadia, "kamu juga harus ingat!, dalam setiap langkah dalam kehidupan kita, tidak boleh lepas dari tiga hal, ikhtiar, berdo'a dan tawakkal, jika kamu sudah berikhtiar dan berdo'a maka bertawakkallah, dan yakinlah Alloh akan memberikan yang terbaik untukmu, jika ternyata dia bukan jodohmu, jangan berkecil hati, mungkin Alloh mempunyai rencana lain yang ternyata akan jauh lebih baik untukmu", jelas Afifa panjang lebar sambil mengusap-usap lengan Nadia dalam dekapannya.


Nadia mengangkat kepalanya, dia tersenyum ke arah Afifa, "Iya Anti, Nadia mengerti dan akan selalu ingat semua yang Anti katakan".


"Baiklah, sekarang kamu tidur ya, sudah malam", ucap Afifa.

__ADS_1


"Nadia tidur disini aja sama Talita".


"Ya udah, Anti keluar dulu ya", Afifa bangkit dari duduknya.


"Iya", jawab Nadia.


Afifa berjalan menuju pintu kamar, saat dia membuka pintu, terdengar pembincangan serius antara suaminya dengan ayah dan ibu mertuanya dari ruang keluarga, Afifa menghampiri suara itu. Namun langkah Afifa terhenti tepat didepan pintu saat mendengar ibu mertuanya bicara cukup keras.


"Ya Alloh...,ini bukan masalah sepele Zi..., kenapa kamu tidak mengatakannya sejak dulu pada kami? kami ini orang tuamu".


"Maafkan Aji Ma...Pa..., dulu Aji begitu bodoh, Aji tidak tahu apa yang harus Aji lakukan waktu itu".


"Lihat sekarang!, Apa yang akan terjadi dengan rumah tangga kalian selanjutnya? lalu Talita...Ah...Zi...Mama tidak tahu harus bilang apa pada orang tua Afifa nanti. Mama malu Zi..., kenapa kamu lakukan itu?", terdengar isakan kecil Mama sambil memukul-mukul bahu Fauzi yang sedang tertunduk.


"Aji tidak tahu kalau Wulan akan kembali pada kehidupan Aji Ma, maafkan Aji...".


"Kamu sudah melakukan dosa besar Zi..., istighfar...!!!". bentak Mama.


"Aji tau Ma...dan itu juga yang membuat Aji dan Afifa menderita di awal pernikahan kami", Fauzi mulai mengeluarkan air mata.


"Seharusnya kamu meminta maaf pada istrimu!, dia sudah sangat sabar dan ikhlas mendampingimu selama ini, dan sekarang kamu malah memintanya untuk mengurus anak itu", ucap Mama disela tangisannya.


"Sudah Ma...jangan terlalu emosi, Fauzi masih muda waktu itu, mungkin kita juga yang salah karena terlalu memanjakannya", Papa menimpali.


"Tapi Pa...", sanggah Mama.


"Fifa yang ingin Talita tinggal disini Ma...", Ucap Afifa yang tiba-tiba muncul dari balik pintu, membuat ketiganya terdiam dan menatap kearahnya.


*************


Bersambung...❤❤❤⚘⚘⚘


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Tetap kasih semangat Readers...😊


jangan lupa boomlike, vote dan komentar 🙏😘😘😘


I LOVE YOU ALL...❤❤❤😘😘😘⚘⚘⚘


By : Rahma Husnul

__ADS_1


__ADS_2