
Hari ini adalah hari yang paling di bahagia untuk pasangan paling bahagia Aril dan Dinda. Setelah siang tadi resmi menyandang status sebagai suami istri, malam ini pesta pernikahan mereka di gelar. Lain dari pada biasanya, saat para pasangan lain mendambakan pernikahan di gedung mewah, tapi mereka memilih pesta dengan nuansa garden party.
Para tamu sudah berdatangan. Baik dari kalangan bisnis dan juga para keluarga, tak terkecuali pasangan yang tak kalah bahagia, Alfaro, Arumi dan kedua anak mereka Vino dan Viona tak lupa Mama juga ikut hadir menjadi penyambut para tamu undangan.
Namun Almira dan Bima tidak bisa hadir karena sedang berada di Malaysia, mereka tidak bisa pulang karena akhirnya Almira juga sedang hamil muda, Almira mengidam dengan cukup parah hingga tidak memungkinkan untuk kembali ke tanah air.
Suasana yang awalnya tenang mendadak riuh dengan tepuk tangan lantaran pasangan pengantin memasuki area pesta. Dengan gaun bernuansa putih yang membuat Dinda nampak anggun tak seceroboh biasanya. Aril yang semakin gagah dengan setelan jas tuxedo berwarna hitam dan rambut yang tertata rapi.
Dengan tangan yang bergandengan, mereka melangkah menuju pelaminan. Dinda melambaikan tangannya kepada sang sahabat Arumi yang menatapnya dengan haru. Ya, akhirnya kebahagiaan yang ia impikan datang juga. Dinda ikut berkaca-kaca saat melihat Arumi menyeka air mata.
Persahabatan mereka begitu lekat hingga kehamilan kedua Arumi yang sudah mencapai sembilan bulan, ia tetap ingin hadir dan menyaksikan langsung momen bahagia sahabatnya.
Iringan lagu romantis mengiringi langkah demi langkah hingga akhirnya duduk di singgah sana. Acara inti akhirnya di mulai, semua tamu ikut berbahagia. Saat yang muda asik mengingat dan yang tua pun tak mau kalah, Ibu dan Mama menyambut para tamu di depan, karena undangan yang di sebar cukup banyak.
"Vino, Viona jangan lari-lari!" seru Arumi saat melihat kedua anaknya yang semakin aktif, berlari kesana-kemari.
"Biarkan saja sayang, ada Bi Ranti yang menjaga mereka, kamu duduk saja ya," ucap Alfaro kemudian menuntun sang istri duduk di kursi tamu.
"
Kehamilan Arumi semakin besar, ia mulai mudah lelah dan tak bisa banyak bergerak. Kehamilannya kali ini ia merasa lebih manja, mungkin karena sekarang ada sang suami yang selalu siaga untuk menjaganya. Dulu saat kehamilan pertama, ia melakukan semuanya sendiri, bahkan bekerja dengan perut besar.
~
Malam semakin heboh saja, Aril dan Dinda mulai meninggalkan pelaminan dan ikut berbaur bersama para tamu. Mereka melangkah mengahampiri Alfaro dan keluarga yang sedang berkumpul bersama.
"Selamat ya Ril, akhirnya tidak jomblo lagi," ucap Alfaro seraya menepuk pundak sekertarisnya itu.
"Terimakasih, Tuan dan Nona," ujar Aril.
"Kami sudah menyiapkan hadiah untuk kalian, ujar Arumi.
"Hadiah apa?" tanya Dinda.
Alfaro mengeluarkan sebuah amplop dari saku jasnya, "Ini tiket bulan madu untuk kalian, untuk hadiah rumah baru akan aku berikan setelah kalian pulang berbulan madu."
Aril dan Dinda saling menatap satu sama lain. Mereka tidak menyangka Alfaro benar-benar memenuhi janjinya.
"Terimakasih, hadiah ini benar-benar terlalu besar," ujar Dinda.
"Terimakasih ya Rumi dan suami, Ibu jadi terharu," ujar Ibu Dinda.
"Tidak perlu berterimakasih, kita semua adalah keluarga," ujar Alfaro.
"Kalian bisa berangkat besok," ujar Arumi.
"Wah, sebentar lagi Ibu dapat cucu nih," sahut Ibu seraya melirik Dinda.
"Apa sih Bu, masih baru juga," ucap Dinda malu-malu.
Mereka tertawa bersama, saling menikmati kebahagiaan bersama-sama. Arumi yang juga ikut tertawa tiba-tiba saja senyumnya perlahan surut karena merasakan nyeri pada bagian perutnya, ia mundur perlahan duduk di sebuah kursi dengan raut wajah yang tiba-tiba saja memucat.
__ADS_1
Alfaro dan yang lainnya segera menghampiri Arumi.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Alfaro.
"Pe-perut ku sakit Mas," jawab Arumi terbatabata.
"Jangan-jangan Arumi mau melahirkan," sahut Mama.
"Iya, ini Rumi mau ngelahirin," sambung Ibu Dinda.
"Mommy kenapa!" Vino dan Viona pun terlihat khwatir dengan kondisi Mommy mereka.
Dinda membulatkan matanya saat melihat cairan keluar dan mengalir di bagian bawah gaun yang di pakai Arumi.
"I-itu ... ketubannya pecah!" teriak Dinda tanpa sadar. Sontak semua orang yang berkerumun mengalihkan fokus ke arah telunjuk Dinda.
"Arumi harus segera ke rumah sakit Al, Mama akan menyusul bersama Vino dan Viona," ujar Mama.
Tanpa pikir panjang, Alfaro menggedong tubuh istrinya ala bridal style. Ia melangkah dengan cepat menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari lokasi, ia membawa sang istri duduk di kursi belakang, saat ia akan masuk ke kursi kemudi, Aril langsung menghadang.
"Saya yang akan menyetir, Tuan temani Nona di belakang."
"Tapi bagaimana dengan pesta pernikahan kamu?"
"Acara sudah selesai Tuan, Dinda juga menginginkan saya menemani Anda."
"Baiklah, terimakasih Ril."
Aril segera mengambil alih kemudi. Sementara Alfaro menemani sang istri di belakang.
...**...
"Rumi..Rumi bangun sayang." Alfaro nampak sangat khwatir.
Sesampainya di ruang UGD, dokter menatap Alfaro dengan serius.
"Tuan, Nona Arumi harus segera di operasi, untuk menyelamatkan nyawa bayinya," ujar dokter itu
"Lakukan yang terbaik, jangan sampai terjadi hal buruk kepada istri dan anak ku!" tegas Alfaro yang tak bisa mengendalikan emosinya.
"Tuan, tenanglah Nona akan baik-baik saja." Aril menepuk pundak Alfaro pelan. Alfaro mengusap wajahnya dengan kasar, ia sangat khawatir hingga tak bisa mengendalikan dirinya.
...**...
Di dalam ruangan operasi, Arumi sedang berjuang antara hidup dan mati, meski hanya di bius lokal namun ia tak bisa membuka mata karena terlalu lemah. Namun ia bisa mendengar suara para dokter yang menanganinya dan juga suara monitor yang tak henti-hentinya berbunyi.
~
Sementara di luar sana Alfaro mondar-mandir karena tak tenang. Tak lama Mama datang mengahampiri Aril dan Alfaro.
"Bagaimana kondisi Arumi?" tanya Mama yang nampak khwatir.
"Masih di dalam Ma, kondisinya lemah," jelas Alfaro.
__ADS_1
Mama menghela nafas berat, "Arumi pasti bisa, anak dan istri kamu pasti selamat."
~
Sekitar satu jam akhirnya dokter keluar dari ruangan operasi. Alfaro, Aril dan Mama segera menghampirinya.
"Bagaimana kondisi anak dan istri saya?" tanya Alfaro.
"Selamat ya Tuan, anak dan istri anda baik-baik saja dan anak anda sudah berjenis kelamin perempuan."
Alfaro akhirnya bisa bernafas lega, begitu juga dengan Mama dan Aril.
...**...
Sekitar pukul tujuh pagi, Arumi terbangun dari tidurnya saat mendengar suara riuh dari kedua anaknya Vino dan Viona yang sudah datang untuk melihat adik mereka. Bertepatan dengan itu juga seorang perawat membawa bayinya masuk ke ruangan. Alfaro, segera menghampiri bayinya yang sedang tidur di hospital baby box
lalu di ikuti oleh Vino, Viona dan juga Mama.
"So pretty," ucap Vino saat melihat adik kecilnya.
"Baby girl?" tanya Viona seraya menatap Alfaro.
"Yes, of course ... are you happy?" tanya Alfaro pada kedua anaknya.
"We are very happy Daddy," ucap Vino dan Viona secara bersamaan.
"Hidungnya lagi-lagi mirip kamu Al," ucap Mama.
"Iya Ma, tapi bibirnya sangat mirip dengan Arumi," ujar Alfaro.
Alfaro mendorong box bayi itu ke samping ranjang sang istri. Arumi terseyum dengan mata berkaca-kaca saat melihat bayi kecilnya tertidur pulas.
"Terimakasih sayang, karena kamu sudah berjuang untuk anak kita," ucap Alfaro seraya mencium kening Arumi.
"Iya Mas ... Siapa nama anak kita Mas? kali ini aku ingin kamu yang memberi nama," ujar Arumi.
"Alvina, anak yang mulai dan bijaksana ... Alvina Wilson," ucap Alfaro dengan lugas seraya menatap putri kecilnya.
Alfaro dan Arumi kembali saling menatap satu sama lain. Mata keduanya memancarkan aura kebahagiaan yang tiada tara. Kebahagiaan itu akan bertahan selamanya, hingga kelak anak-anak tumbuh dewasa dan mereka menikmati masa tua bersama.
Selesai ❤️
Selamat siang para readers setia Selir Hati. Author sedih karena akhirnya semua selesai. Terimakasih untuk suport yang luar biasa selama ini.
Author harap kedepannya kalian tetap mendukung author 😭 karena masih banyak karya-karya yang insyaallah akan rilis di tahun ini di antaranya yang sedang on going :
-MANTAN: Kisah yang tak sampai.
-Belenggu Cinta Masa lalu.
Keduanya menceritakan tentang 'Mantan' tapi nuasanya akan sangat berbeda, alur apalagi Hehe.
Yuk! Segera tambahkan ke favorit ya. Terimakasih
__ADS_1
I Love you so much gaes 😍😍😍🙏😊😊