Serpihan Cinta Nauvara

Serpihan Cinta Nauvara
Rencana jahat


__ADS_3

Wanita berseragam hitam itu nampak menyeringai melihat kesempatan yang sudah ada di depan mata. Dua orang pria bertubuh besar dengan cepat membuka pintu mobil yang membuat Vara tersentak, "Siapa kalian? Lepaskan ak-" ucapan Vara terputus ketika tubuhnya mulai kehilangan kesadaran.


Segera mereka membawa Vara ke dalam mobil hitam yang sudah berada di belakang mobil Rangga. Perempuan berseragam itu membuka kacamatanya dengan menyunggingkan senyuman kemenangan, "Gue akan mengantarkan lo dan anak yang ada di dalam kandungan lo pergi dari dunia ini!" ucapnya menyeringai, "Harusnya dari awal lo sadar diri untuk tidak mengambil apa yang seharusnya gue miliki, Vara!! Jika lo tidak mengambil Rangga dari gue, hidup lo tidak akan berakhir mengenaskan seperti yang akan lo rasakan nanti!"


Audi menatap Vara yang pingsan di belakangnya dengan tatapan kebencian. Setelah ia mengetahui fakta jika Rangga sudah kembali bersama Vara bahkan kini mereka tengah menantikan kelahiran anak ketiganya. Audi memutuskan untuk segera pulang ke tanah air untuk menyusun rencana buruk yang akan membuat Vara benar-benar hilang dari kehidupan Rangga.


***

__ADS_1


Rangga tersenyum ketika sudah mendapatkan apa yang diinginkan istrinya itu. Melangkahkan kaki jenjangnya cepat dengan senyuman tipis di sudut bibirnya ketika mengingat istri kecilnya yang sedang menunggu di dalam mobil. Ketika membuka pintu mobil, Rangga terhenyak ketika tidak mendapatkan istrinya di dalam sana.


Dengan raut wajah panik, Rangga mencoba menghubungi nomor Vara. Berharap istrinya itu hanya pergi sebentar dan akan kembali lagi. Pikiran buruk mulai mendatangi ketika panggilannya tak kunjung diangkat oleh Vara. Bahkan kini nomor istrinya sudah tidak aktif.


Segera Rangga menghubungi asistennya, "Vara hilang! Cepat kamu dapatkan rekaman CCTV di jalan X sekarang juga!!" titah Rangga.


Tak menunggu lama, rekaman CCTV pun berhasil didapatkan. Segera Rangga melihat rekaman CCTV yang menunjukkan Vara dibawa oleh dua orang pria berbaju hitam ke dalam mobil. Tangan Rangga terkepal sempurna ketika mengetahuinya istrinya diculik.

__ADS_1


***


Mobil memasuki kawasan hutan belantara. Rumah tua yang ada di tengah hutan menjadi tempat tujuan mereka, "Cepat turunkan dia!! Gue sudah tidak sabar melihat detik terakhir sebelum kematiannya!!" perintah Audi diiringi seringaian jahat. Rasa obsesinya untuk memiliki Rangga membuatnya kehilangan akan sehatnya. Yang terpenting baginya saat ini hanyalah memiliki Rangga tanpa adanya Vara yang akan menjadi penghalangnya!!


Vara mengerjap menyesuaikan sinar cahaya yang menyorot ke dalam matanya. Samar-samar penglihatannya mulai terlihat jelas. Ia terbelalak ketika mendapatkan wajah Audi yang duduk di kursi menghadap ke arahnya. Vara mencoba menggerakkan tubuhnya. Usahanya sia-sia menyadari tangan dan kakinya sudah terikat sempurna di kursi yang ia duduki.


"A-audi, kamu mau apa? Tolong lepaskan aku!" pintanya mengiba. Suasana ruagan mulai terasa mencekam bagi Vara ketika melihat seringaian licik dari sudut bibir Audi.

__ADS_1


"Melepaskan Lo?! Huh, jangan mimpi!! Gue sudah lama menunggu saat ini tiba, dimana gue akan melihat lo benar-benar pergi dari dunia ini!!"


Tanpa aba-aba Audi tegak dari kursi yang didudukinya dan melayangkan tamparan cukup keras ke pipi Vara. Vara meringis kesakitan. Sudut bibirnya bahkan mengeluarkan darah akibat tamparan Audi.


__ADS_2