Serpihan Cinta Nauvara

Serpihan Cinta Nauvara
Tante lampir!


__ADS_3

"Aku memang tidak melihat kejadiannya seperti apa waktu itu, Ra. Kebetulan saat acara itu aku sedang berada di luar kota, tapi kamu tenang saja, mereka tidak akan bersikap buruk kepada kamu. Anggap saja kamu pengganti Rangga saat ini, karena dia tidak datang memenuhi undanganku." ucap Siska menepuk tangan Vara, "Lagi pula, mereka tidak akan berani menganggu kamu, mereka tidak akan berani melihat amarah Rangga nantinya, apalagi mereka semua anggota OSIS yang diketuai Rangga dulu." sambung Siska.


Vara diam tanpa berniat menyahuti ucapan Siska, hanya senyuman yang terkembang di kedua sudut bibirnya menandakan ia setuju dengan ajakan Siska. Vara menarik nafasnya pelan ketika Siska dengan cepat menautkan tangannya berjalan ke arah gazebo yang sedang ditempati kerumunan orang.


Semakin mendekati gazebo, Vara dapat mengenali dengan jelas wanita yang saat ini duduk membelakanginya. Vara sudah bisa menduga apa yang akan terjadi setelah ini, Vara sangat merutuki kebodohannya yang tidak menyadari jika tamu undangan Siska saat ini adalah pengurus OSIS yang berarti ada Audi di sana sebagai sekretaris Rangga dulu.


"Apa sudah datang pesanan kamu, Sis?" tanya Sila, kakak Siska.


"Sudah, Kak. Ini teman sekelas aku dulu yang anterin pesanannya. Ra, kenalin, ini kakak aku, Kak Sila."


Vara menjulurkan tangannya ke arah Sila yang langsung disambut Sila diiringi senyuman. "Kamu cantik sekali, Ra." puji Sila.


"Terimakasih, Kak. Kakak juga sungguh cantik seperti Sila." jawab Vara lembut mengarahkan kembali pujian kepada Sila.

__ADS_1


Audi yang sedang duduk membelakangi Vara mencoba menajamkan pendengarannya, jika suara yang berasal dari arah belakangnya itu merupakan pemilik suara wanita yang dari dulu ia anggap menjadi rivalnya. Setelah meyakini pemilik suara lembut itu adalah Vara, ia pun berbalik dan mendapati Vara sedang berada tidak jauh darinya.


Audi menegakkan tubuhnya berjalan dengan cepat ke arah Vara dengan tangan yang sudah terkepal, melihat Vara berada di dekatnya membuat amarah yang sudah tersimpan di dalam dada, ingin ia curahkan saat itu juga. "Lo diundang ke sini juga?" sindir Audi yang sudah berdiri dihadapan Vara, ia tau, jika tamu undangan di acara ini hanyalah pengurus OSIS saja.


Vara menatap Audi mencoba menetralkan kegugupan yang melanda, "Ti-dak, aku hanya mengantarkan pesanan makanan saja ke sini." Vara memaksakan tetap tersenyum ke arah Audi.


"Ck, ternyata lo cuma pelayan cafe di tempat Siska memesan makanan?" Audi memutari tubuh Vara yang sudah berjarak dari Siska. "Gue heran, apa lo gak punya muka!! Seorang upik abu seperti lo?! Bisa-bisanya menjadi istri seorang Rangga yang sangat berbeda jauh derajatnya dengan Lo?!!" sinis Audi.


"Tante lampil?? Apa maksudnya, huh?!!" Audi melirik tajam Yura.


"Tante kan suka jahad, sepelti Nenek Lam— eh Tante Lampil saja." ungkap Yura yang sedang bersembunyi di belakang Vara.


"Apa?! Bisa-bisanya anak kecil seperti kamu mengatai gue seperti Nenek lampir!!" bentak Audi.

__ADS_1


"Sudah, Audi! Kamu apa-apaan sih! Jangan membuat keributan di acara aku!" kesal Siska melihat tingkah Audi yang tidak pernah berubah.


Audi seakan menulikan telinga mendengar ucapan Siska, "Perhatian semuanya!! Kalian lihat, wanita yang ada di hadapan gue saat ini sudah menjadi seorang istri dari Rangga Arsha Dharma, kalian pasti tidak lupa, jika Rangga dulu sangat jijik melihat wanita ini!! Dan bisa-bisanya saat ini, dia sudah memiliki anak dari Rangga, cih!! Bahkan dia sudah memberikan tubuhnya dengan menjebak Rangga untuk bisa memiliki Rangga!! Dasar wanita murahan!!" ucap Audi keras diiringi tatapan sinis.


Para tamu undangan pun mulai berbisiki-bisik dan memandang Vara seolah kotoran yang sangat menjijikkan yang sedang berada di dekat mereka.


.


.


.


Happy Reading😉

__ADS_1


__ADS_2