
"Daddy!" pekik Yura setelah membalikkan tubuhnya dan melihat wajah Fero.
"Anak Daddy yang cantik!" Fero dengan cepat menggendong Yura dan memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi bulatnya.
"Yura sungguh kangen Daddy! Kenapa Daddy lama sekali tidak berkunjung ke cafe nenek!" cebik Yura. Menenggelamkan wajahnya di leher Fero.
Fero terkekeh geli melihat tingkah manja anak dari wanita yang masih dicintainya itu. Zia yang melihat keakraban Fero dan Yura menyunggingkan senyuman. Berharap Fero juga akan menyayangi anaknya nantinya.
Yura melihat ke arah wanita yang sedari tadi diam di belakang Fero. "Tante cantik! Tante teman bunda? Kenpa perut Tante besar seperti perut Bunda?" Yura mengerutkan keningnya melihat Tante cantik yang pernah dijumpainya bersama Vara beberapa bulan lalu terlihat kembali dengan perut membuncit.
__ADS_1
Zia tertegun mendengarkan pertanyaan polos Yura. Bahkan suasana yang awalnya hangat tiba-tiba saja mendingin ketika mendengarkan pertanyaan Yura. Vara yang melihat kesedihan dari raut wajah Zia pun berinisiatif angkat bicara. "Di dalam perut Tante cantik ada adik bayi, sayang. Yura akan memiliki adik bayi lagi dari Tante Zia dan Tante Nadia." terang Vara.
Gadis kecil itu nampak semakin mengerutkan keningnya. Dirinya bahkan memberontak untuk diturunkan dari gendongan Fero. "Adik bayi lagi? Kenapa banyak sekali adik bayi?" rungutnya. Berjalan ke arah Zia. "Apa adik bayi di dalam sini perempuan cantik seperti Yura, Tante?" tanyanya. Menempelkan telinga ke perut Zia.
Zia tersenyum mendengar pertanyaan Yura dengan suaranya yang sangat menggemaskan. "Tidak. Adik bayi di dalam perut Tante berjenis kelamin laki-laki, sayang." jelas Zia.
"Laki-laki? Kenapa tidak perempuan saja yang cantik seperti adik bayi Yura dari perut Bunda!" protes Yura melipatkan kedua tangannya di dada. Mulutnya bahkan komat-kamit tidak terima.
"Nda mau di gendong, Tante! Turunkan Yura!" rengek Yura. Ia bahkan belum selesai mengitrogasi Tante cantiknya.
__ADS_1
"Diamalah! Suara cempreng kamu itu bisa membangunkan adik bayi!" ucap Lala membekap mulut Yura yang bersuara semakin kencang.
Yura manggut-manggut mengerti. Sepertinya gadis kecil itu sudah sadar dengan suaranya yang besar dan cempreng bisa membangunkan adik bayinya. Vara tersenyum melihat putri kecilnya yang sudah mulai mengerti dengan keadaan sekitarnya. Sedangakan orang-orang yanga ada di dalam ruang rawat Vara hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Yura.
Aidan mentap jengah pada adiknya yang semakin hari semakin cerewet. Pandangannya beralih kepada Fero yang juga sedang menatapnya. Melangkahkan kakinya ke arah Fero kemudian mengulurkan tangannya yang langsung disambut Fero. "Hai jagoan Daddy! Tugas kamu bertambah saat ini. Kamu harus bisa menjadi Kakak yang hebat untuk menjaga kedua adik kamu yang super cantik!"
"Dan jangan lupakan! Super cerewet!" timpal Nadia cekikikan. Orang-orang yang berada di dalam ruangan kecuali Rangga dan Aidan pun langsung tertawa mendengarkan pernyataan dari Nadia yang dianggap benar. Mama Mita yang melihat suasana mulai tidak kondusif pun dengan cepat memberi kode agar mereka berhenti tertawa ketika melihat wajah cucunya yang seperti terganggu dalam tidurnya.
Yura yang melihat orang-orang meledeki dirinya langsung berlari ke arah Rangga dengan raut wajah masamnya. "Huaa... Tente dan Oom jahat..." adunya. Menenggelamkan wajahnya di paha Rangga yang sedang duduk di samping brankar Vara.
__ADS_1
***
Beri dukungan pada Author dengan cara Vote, like dan komennya, yaa ^_^