Serpihan Cinta Nauvara

Serpihan Cinta Nauvara
Memberontak


__ADS_3

"Va-vara?" Fero semakin menggenggam erat tangan Zia yang ada dalam penglihatannya saat ini adalah wanita yang dicintainya.


Sekuat tenaga Zia ingin melepas genggaman tangan Fero. Hatinya semakin sakit mengetahui dalam keadaan mabuk yang ada dalam penglihatan Fero hanyalah sosok Vara. Bukannya melepas genggaman tangan Zia, Fero justru menarik tangan Zia ke arah dadanya, "Kamu di sini, Ra? Kamu lebih memilih aku dibandingkan Rangga?" ucap Fero berbinar. Racauan terus keluar dari dalam mulutnya. Ungkapan cintanya pun tak luput dari racauannya. Hati Zia semakin sakit saja mendengarnya.


"Aku bukan Vara!! Aku Zia!! Lepaskan aku Fer, lepas!!" Zia semakin memberontak ketika tiba-tiba saja Fero membawa tubuhnya ke dalam pelukan pria itu.


"Kenapa kamu selalu menolakku, Ra!! Kenapa?! Katakan apa kekuranganku sehingga kamu lebih memilih Rangga yang tidak pernah menghargai perasaan kamu?!" bentak Fero ketika melepas kasar pelukannya. Tangannya beralih mencengkram kedua bahu Zia yang membuat wanita itu meringis.


"A-aku bukan Vara, aku Zia!!" ringis Zia ketika cengkraman tangan Fero yang terasa semakin kuat.

__ADS_1


"Zia?!" kilatan amarah nampak kembali terpancar dari wajah Fero. Mengingat nama Zia, ia teringat akan perjodohan mereka yang akan naik ke tahap pertunangan yang sudah direncanakan kedua orang tua mereka, "Lo wanita yang akan dijodohkan dengan gue, huh?! Gue heran dengan Mama yang mau menjodohkan gue dengan wanita malam seperti lo!!" pengaruh alkohol dan kebencian bersatu dalam amarah Fero ketika samar-samar wajah Zia mulai terlihat jelas di matanya. Sudah beberapa kali Fero melihat keberadaan Zia di club yang sering dikunjunginya bersama seorang pria.


"A-aku akan meminta kepada kedua Mama untuk membatalkan rencana pertunangan kita. Maaf sudah membuat kamu berada dalam perjodohan kedua orangtua kita," ucap Zia. Entah keberanian dari mana lidahnya mampu berkata banyak kepada pria yang ada di hadapannya.


"Hahaha, gue bahkan tidak sudi untuk menikah dengan wanita malam seperti lo!! Sudah berapa banyak pria yang sudah meniduri lo, huh?!" mengguncang kedua bahu Zia.


"Apa maksud kamu mengatakan aku seperti itu?!" bantah Zia tidak terima.


Zia menggeleng, segera ia lepaskan tangan Fero yang berada di bahunya. Ia tidak berniat menimpali ucapan Fero yang sedang mabuk, sudah cukup hatinya terasa sakit mengingat cintanya yang tidak akan mungkin terbalaskan. Turun dari tempat tidur yang semula ia duduki dan segera berjalan ke arah pintu kamar.

__ADS_1


Tangan Zia yang hendak meraih ganggang pintu seketika urung ketika tangan Fero menahan tangannya, "Mau kemana lo?" Fero menyunggingkan seringaian yang membuat Zia bergidik, "Layani gue malam ini seperti yang sering lo lakukan dengan pria itu!!"


Tamparan keras Zia layangkan pada pipi Fero dengan tangannya yang bebas, "Jaga ucapan kamu!! Atas dasar apa kamu mengatakan aku wanita seperti itu!!"


Fero mengusap pipinya yang terasa perih mendapatkan tamparan Zia. Dengan kasar ia menarik tangan Zia menuju kembali ke atas tempat tidur. Zia memberontak dan memohon berharap Fero melepaskan tangannya dan membiarkan ia keluar dari kamar hotel. Fero tak menggubris ucapan Zia, menghempaskan tubuh Zia di atas tempat tidur yang membuat Zia ketakutan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2