Serpihan Cinta Nauvara

Serpihan Cinta Nauvara
Lucu dan menggemaskan


__ADS_3

"Iya, bagaimana keadaan Vara, Rangga?" tanya Ibu Ana yang cemas ketika mendengar berita buruk tentang putrinya.


"Apa Vara baik-baik saja?" timpal Nadia, Melani dan Riri secara bersamaan.


Rangga mengelus kepala Aidan dengan tangannya yang bebas. "Bunda dan adik bayi baik-baik saja." melirik ke arah Ibu Ana, keluarga dan para sahabatnya. "Saat ini Vara dalam pemulihan paca operasi. Jika kondisinya sudah stabil, Vara akan dipindahkan ke ruang rawat." jelas Rangga yang membuat semua orang bernafas lega.


Setelah menunggu beberapa jam, Vara pun dipindahkan ke ruang rawat. Ruangan bernuansa putih itu kini dipadati oleh orang-orang yang sudah tidak sabar secara bergantian melihat putri kecil Vara.


Vara yang masih lemah pasca operasi hanya bisa tersenyum lemah menyaksikan keluarga dan para sahabatnya yang begitu antusias menyambut kelahiran bayinya.


Rangga menatap wajah istrinya yang sendu. Rasa bersalah masih menyelimuti dirinya mengingat tingkah cerobohnya meninggalkan Vara seorang diri di dalam mobil. "Apa masih sakit?" tanya Rangga dengan pandangan yang tidak lepas melihat ke arah istrinya. Bahkan dirinya hanya sebentar menggendong putri kecilnya karena rasa khawatirnya terhadap Vara.

__ADS_1


Vara yang melihat rasa bersalah suaminya membalas perkataan Rangga dengan tersenyum sambil mengelus tangan suaminya. "Hanya sedikit nyeri. Terimakasih sudah menemaniku melahirkan anak kita, Mas." lirih Vara diikuti air mata yang mengalir di pipinya. Mengingat kejadian beberapa tahun silam ketika dirinya melahirkan Aidan dan Yura tanpa didampingi seorang suami.


"Maafkan aku tidak menemani kamu berjuang melahirkan Aidan dan Yura. Aku tidak bisa mengubah kenangan buruk yang sudah kamu alami. Tetapi aku akan berusaha untuk membalas semua kenangan buruk itu dengan memberi kebahagian di dalam keluarga kecil kita." menggenggam erat tangan Vara.


"Terimakasih sudah menjadi sosok suami sekaligus Ayah yang baik untukku dan anak-anak, Mas." ucap Vara dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.


Ibu jari Rangga dengan sigap menghapus sisa air mata yang masih tersisa di sudut mata Vara. "Tidak perlu mengucapkan terimaksih. Itu memang sudah menjadi tugasku untuk menjaga, melindungi dan memberikan kebahagian untuk kalian." mencium punggung tangan Vara.


"Kak Rangga sudah banyak berubah setelah menikah dengan Kak Vara ya Ma." ucap Lala pada Mama Mita yang dibalas anggukan oleh Mama Mita.


"Cinta memang bisa mengubah segalanya, sayang. Vara memang wanita yang hebat. Rangga sangat beruntung bisa memilikinya."

__ADS_1


"Mama benar. Lala juga sangat senang memiliki Kakak ipar seperti Kak Vara. Kak Vara wanita yang baik tidak seperti nenek lampir itu!" Lala kembali merasa geram dengan perbuatan Audi yang hampir mencelakai Vara dan keponakannya."


"Adik sungguh lucu dan cantik seperti Yura ya, Onty!" ucap Yura yang kini tengah membelai pipi adiknua.


"Ya, Adik kamu sungguh lucu dan cantik. Semoga saja sifatnya tidak seperti kamu yang cerewet!" cibir Lala kepada Yura.


"Nenek..." adu Yura ke arah Mama Mita karena tidak terima selalu dikatakan cerewet oleh Ontynya itu.


"Siapa yang bilang jika anak Daddy ini cerewet?" ucap Fero yang tiba-tiba sudah berada di belakang Yura dengan Zia di belakangnya.


***

__ADS_1


Maaf yaa jarang update karena kehidupan dunia nyata author sedang ingin diperhatikan. Berikan like komennya ya kakak² agar author lebih semangat nulisnya😌


__ADS_2