Serpihan Cinta Nauvara

Serpihan Cinta Nauvara
Tidak akan membiarkan


__ADS_3

"Maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan anda, Tuan. Itu adalah privasi sahabat saya yang tidak berhak untuk saya beritahu kepada siapapun."


"Cih, apa kamu lupa siapa saya? Saya bisa dengan mudah mendapatkan informasi walau tanpa jawaban dari kamu. Kamu tinggal memilih, menjawab pertanyaan saya atau saya yang akan mencari tahu sendiri!"


Gita bergetar, ia tahu jika presdirnya bisa dengan mudah mendapatkan informasi apa saja yang ia mau. Jika tidak menjawab pertanyaan dari Fero, Gita sudah tahu konsekuensi apa yang akan diterimanya."


"Sepertinya kamu lebih memilih saya mencari tahu sendiri."


Sebaiknya aku jawab saja. Aku takut jika Tuan muda akan mencari tahu sendiri dan akan membahayakan keselamatan Zia.

__ADS_1


"Itu adalah anak dari pria yang sudah memperkosa sahabat saya, Tuan. Pria itu yang sudah membuat kehidupan sahabat saya hancur!! Bahkan dengan teganya meminta sahabat saya pergi setelah menodai dirinya!!" ungkap Gita menggebu-gebu. Ia bahkan melupakan sedang berbicara dengan siapa. Tangannya sudah terkepal sempurna siap untuk dilayangkan kepada pria yang sedang diceritakannya.


Tubuh Fero menegang, ia tahu siapa pria yang dimaksud Gita. Menghela nafasnya kasar lalu menghembuskannya, "Kamu tahu siapa nama pria itu?"


"Namanya Fe-" ucapan Gita terhenti. Membulatkan kedua matanya sempurna ketika otaknya mencerna kondisi saat ini. Bukannya nama presdir tempat ia bekerja saat ini adalah Fero? Dan ... apakah pria yang sudah menoreh luka pada sahabatnya itu adalah Fero yang kini berada di hadapannya?


Fero tak menjawab. Bangkit dari kursi sembari melepaskan jas yang sedang dikenakannya. Sekarang ia tahu apa penyebab dirinya mual di pagi hari beberapa bulan belakangan ini, "Dimana Zia tinggal saat ini?" tanyanya dengan nada datar. Ia bahkan memgacuhkan tatapan mematikan yang sedang dihunuskan Gita.


"Untuk apa anda ingin mengetahui keberadaan sahabat saya!! Apa anda belum puas menyakiti hati dan fisiknya, huh?! Jangan anda pikir karena anda yang sangat dicintai sahabat saya, jadi anda dengan mudahnya menyakiti hati dan fisiknya!! Bahkan anda membuat sahabat saya hamil tanpa seorang suami!! Pria macam apa anda?!" menggebrak meja di depannya. Ternyata pria yang selama ini ia cari adalah presdir di tempat ia bekerja. Tangan Gita sudah siap untuk dilayangkan jika saja seorang tidak menahan tangannya.

__ADS_1


"Jaga sikap anda, Nona!" ucap Zayn asisten pribadi Fero. Entah sejak kapan pria itu masuk ke dalam ruangan Fero.


"Lepaskan!! Saya akan menghajar pria yang sudah membuat hidup sahabat saya hancur!!" menggerakkan tanganya yang di cekal Zayn.


"Sebaiknya anda memberitahukan alamat tempat tinggal sahabat anda, Nona."


"Cih, jangan harap!! Tidak akan saya biarkan dia menyakiti sahabat saya lagi!!" keras kepala Gita. Menatap tajam Fero yang tengah menatapnya. Masih mencoba memberontak agar Zayn melepaskan cekalan tangannya.


"Saya akan tanggungjawab atas perbuatan saya! Kamu pikir saya seburuk itu membiarkan anak saya lahir tanpa seorang ayah? Apa kamu ingin anak kami lahir tanpa orang tua yang lengkap?!" ucap Fero tegas. Mengingat cerita Vara ketika mengandung tanpa seorang suami membuat hati Fero sakit. Ia tidak mau menjadi pria yang sama seperti rivalnya. Membiarkan wanita yang telah dihamilinya mengandung tanpa seorang suami, "Kamu pasti sangat tahu bagaimana wanita hamil tanpa seorang suami diperlakukan oleh masyarakat. Apa kamu akan membiarkan semua itu berlanjut?" tanyanya lagi yang membuat tubuh Gita berhenti memberontak yang sudah berada dalam pelukan Zayn.

__ADS_1


__ADS_2