Serpihan Cinta Nauvara

Serpihan Cinta Nauvara
Cepat menemukanmu


__ADS_3

"Jadi anak kamu dan Fero juga laki-laki, Zi?" tanya Nadia sembari mengelus perut Zia. Mereka tengah terlibat pembicaraan serius tentang calon bayi mereka yang sebentar lagi hadir di dunia.


Zia menganggukkan kepala sebagai jawaban. Senyuman tipis nampak jelas dari wajahnya ketika mengingat bentuk calon bayinya dan Fero dari layar monitor ketika USG beberapa hari lalu. Elusan tangan Nadia yang tak berhenti mengelus perutnya membuat Zia sedikit kegelian.


"Kamu punya perut sendiri yang bisa kamu elus, Sayang! Apa kamu tidak melihat Zia kegelian karena tingkah kamu?" cetus Adit yang jengah melihat tingkah istrinya. Segera ia ayunkan tangannya memindah tangan Nadia dari perut Zia ke perutnya sendiri.


Suasana ruangan seketika dipenuhi gelak tawa ketika mendengar gerutuan Adit. Nadia seketika mencebik ketika merasa dirinya kini menjadi objek tawa teman-temannya.


Pandangan mereka teralihkan dengan kedatangan Rangga yang kembali bergabung bersama mereka. Tatapan yang biasanya menghunus tajam antara Rangga dan Fero pun kini nampak tidak terlihat lagi setelah kehamilan Zia terungkap. Sepertinya rivalnya itu sudah merelakan istrinya dan mulai menerima Zia dihidupnya. Pikir Rangga.


Ranffa mendudukkan tubuhnya di samping Danu setelah sahabatnya itu bergeser untuk memberi ruang kepadanya. Pandangan Rangga beralih ke arah Nadia yang memasang wajah masamnya. Sedangkan Adit nampak menghembuskan nafasnya kasar.

__ADS_1


"Gue gak kenapa-napa!" ucap Adit sebelum Rangga melayangkan pertanyaan kepadanya. Ia tahu, jika sahabat bucinnya itu pasti ingin mempertanyakan apa yang terjadi pada dirinya.


"Lo seperti peramal saja yang tau apa yang ingin Rangga ucapkan!" ledek Alex. Sebuah bantal pun dengan cepat melayang ke wajah Alex.


"Santai dong!" Alex terkekeh geli melihat tanggapan Adit.


Selama kehamilan Nadia, Adit memang selalu dibuat pusing dengan tingkah dan berbagai macam permintaan istrinya itu. Bahkan Adit tak segan-segan meminta bantuan pada Alex dan Danu ketika permintaan Nadia sudah melewati batas wajar yang tidak mungkin ia dapatkan dalam waktu cepat.


"Dibawa Ibu masuk ke kamar. Sepertinya anak-anak sudah mengantuk," jawab Riri.


"Yura sepertinya cemburu dengan Alula karena kecantikannya kini ada tandingannya!" sambung Melani.

__ADS_1


Rangga mengangguk mengerti. Salah satu sudut bibirnya terangkat ke atas ketika mendengar putrinya sedang dalam mode cemburu dengan adik bayinya.


"Jadi kapan lo dan Zia bakalan nikah?" tanya Danu yang tiba-tiba saja membuat ruangan tamu hening seketika. Pandangan mereka pun kini sudah tertuju pada Fero dan Zia yang kini menjadi objek pembicaraan.


"Seminggu lagi. Hanya acara kecil-kecilan saja. Setelah anak gue lahir, gue dan Zia akan menikah kembali dan menggelar resepsi pernikahan sederhana yang dihadiri keluarga dan kerabat dekat saja."


Mereka nampak mengangguk-anggukkan kepala mendengar jawaban pria batu es yang kini sudah terlihat sedikit mencair. Zia nampak sedikit kaget mendengarkan jawaban Fero. Walau ia tahu jika Fero sudah berkata ingin melangsungkan pernikahan mereka secepatnya, tetapi tetap saja Zia tidak menyangka jika akan secepat itu.


"Untung saja Fero cepat menemukan kamu, Zi. Jika tidak, Fero akan merasakan penyesalan teramat dalam seperti yang dirasakan Rangga dulu karena tidak bisa mendampingi calon ibu dari anaknya ketika sedang berjuang mengandung, melahirkan, bahkan membesarkan anak mereka," timpal Nadia tiba-tiba yang membuat suasana kembali hening seketika.


***

__ADS_1


*jangan lupa like, komen dan votenya yaa...


__ADS_2