
Di dalam kamarnya, Issabella tengah memikirkan apa yang harus dia lakukan saat sang adik pulang nanti. Tinggal waktu seminggu lagi dan ia akan segera menemui saudara kembarnya itu.
Apakah mereka akan bercerita tentang masa-masa kecil yang tidak sempat mereka rasakan atau mungkin mereka akan menghabiskan waktu seharian berduaan di dalam kamar. Memikirkan hal itu membuat Issabella tersenyum bahagia sendiri. Sampai akhirnya, ada sepasang tangan kekar memeluknya dari belakang.
"Ada yang tidak sabar menunggu waktu nih. Hubby merasa di lupakan. Cih. " Mario meletakkan dagunya di bahu kanan Issabella. Bibirnya ia tempelkan di leher Issabella. Mengecupnya penuh kelembutan dan kasih sayang.
Issabella terkekeh. "Apaan sih. Aku tidak sabar tahu. Lagian aku sudah tidak lama ingin bertemu dengannya dan alhamdulillah juga aku sudah sehat sekarang. Jadi, tidak akan ada halangan untuk kami tidak bertemu lagi. " ucap Issabella dengan suara kecilnya. Mario pun semakin mempererat pelukannya.
"Hubby merindukanmu. Kapan kita punya waktu untuk membuat Mario junior? " lirih Mario. Issabella pun tersenyum dan membalikkan tubuhnya hingga Mario memeluk sang istri dari depan. Mario mengangkat tubuh sang istri hingga Issabella melingkarkan tangannya di leher Mario dan kakinya pun ia lingkaran di pinggang Mario.
"Sekarang aja. Aku juga merindukan Hubby. " balas Issabella mengedipkan matanya ke arah Mario.
"Mulai nakal kamu ya. " ucap Mario membawa sang istri ke kamar mereka.
Keesokan harinya. Si kembar berangkat ke sekolah di antar oleh pamannya.
"Ayuk girls. Kita berangkat sekarang. " ajak Maxim setelah melihat si kembar bersiap-siap.
__ADS_1
Aku datang sayang gumam Maxim membayangkan wajah sang kekasih hati, Merci.
Ya, Maxim dan Merci memutuskan akan melangsungkan pernikahan mereka 4 bulan ke depan. Hal itu membuat hubungan Merci dan Grizella semakin dekat lagi. Si kembar pun juga terlihat dekat dengan calon bibinya itu.
Sesampainya di sekolah. Si kembar langsung pergi ke kelas masing-masing. Hari ini adalah hari kuis yang sebagian muridnya ada cemas, ada yang gugup, ada yang khawatir karena takut tidak bisa menjawab soal kuis tersebut. Akan tetapi, ada beberapa murid yang sepertinya tidak sabar menantikan soal yang telah di siapkan oleh ibu atau bapak guru.
"Baiklah anak-anak. Kuis kali ini terdapat 3 sesi. Yang bisa menjawab bapak berikan nilai plus untuk latihan kemarin. " jelas salah seorang guru.
Anak-anak pun terlihat antusias. Sampai akhirnya, pembacaan soal pun di mulai dan salah seorang anak cowok mengangkat tangannya ke atas. Menandakan bahwa ia akan menjawab soal yang guru berikan. Dia adalah, Arion. Bocah tampan dan pintar terlihat santai mengangkat tangannya ke atas.
Arion pun menjawabnya dengan semua ilmu yang didapatkannya selama kurang lebih 4 pertemuan berlangsung. Karena minggu besok adalah ujian mid semester.
Di tempat lain. Di waktu yang jauh berbeda. Jaxton dan Grizella baru saja melakukan kegiatan panas mereka. Hari menunjukkan pukul 1 malam. Dan mereka baru akan memulai tidur mereka. Akan tetapi, Grizella merengek lapar kepada sang suami.
"Dari tadi aku udah lapar tapi kamu bilang sebentar dan sebentar. Aku marah dengan hubby. " ucap Grizella menghempaskan tangan Jaxton yang berada di pergelangan tangannya.
"Yaudah. Kita minta pelayan membuatkan makanan untuk kita ya. Jangan marah lagi, okey. " ucap Jaxton menahan tangan Grizella saat istrinya itu hendak turun dari kasur.
__ADS_1
"Aku mau makan nasi. Tidak ingin makan roti lagi. " rengek Grizella yang membuat Jaxton terkekeh.
"Iya, mau jalan sendiri apa di gendong? " tanya Jaxton. Grizella pun tidak menyia-nyiakan. Grizella langsung merentangkan tangannya sehingga Jaxton tersenyum. Jaxton pun mengambil tempat untuk menggendong sang istri. Jaxton menggendong Grizella seperti bayi Kuala. Grizella pun tersenyum dan melingkarkan tangannya di leher Jaxton. Jaxton mendudukkan sang istri di sebuah kursi yang ada di meja makan.
"Makasih, hubby. "
"Sama-sama, sayang. Mau makan apa? " tanya Jaxton.
"Ayam goreng dengan saus sambal. " balas Grizella.
"Untung saja kita mampir di makanan Indonesia kemarin. Jadi, aku bisa menikmati makanan Indonesia. Ya, walaupun rasanya sedikit berbeda dari yang biasa kita makan. " lirih Grizella. Jaxton pun tersenyum dan mengusap sayang kepala sang istri. Kecupan sayang ia berikan kepada istrinya itu.
.
.
.
__ADS_1
TBC