Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Necklace


__ADS_3

Di kamarnya Maxim tengah membaca sebuah buku sejarah kesukaannya. Sebuah buku sejarah yang melegenda di eranya. Lembar demi lembar ia baca dengan serius untuk mendapatkan inti sari atau masalah utama yang di bahas di dalam buku tersebut.


Maxim menutup kembali buku tersebut ketika mendengar suara teriakan dari luar. Siapa lagi kalau bukan suara teriakan si kembar. Maxim sengaja mengunci pintu kamarnya dari dalam. Maxim ingat ketika si kembar main masuk saja ke kamarnya dan mengganggu dirinya yang sedang serius membaca.


Beruntung kali ini ia telah menyelesaikan bacanya. Jadi, Maxim pun membuka pintu kamar untuk si kembar.


Maxim menutup telinganya karena si kembar berteriak dengan nyaringnya. Maxim pun memutuskan untuk mengambil earphone nya lalu menyetel musik klasik kesukaannya. Setelah itu, Maxim membukakan pintu untuk si kembar.ย  Dia menatap malas pada kedua keponakannya itu sembari berdecak pinggang.


"Ada apa? " tanya Maxim dengan malasnya. Si kembar menatap kesal Maxim namun tidak berani mengutarakan kekesalannya karena saat ini dia membutuhkan bantuan pamannya itu.


"Bantulah kami agar daddy sibuk dengan pekerjaannya. Jika tidak kami tidak akan bisa mengatur pertemuan paman dengan bibi itu. " seru Chloe yang melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Maxim lalu duduk di sofa yang ada di kamar Maxim.


Maxim menatap Chloe yang masuk ke kamarnya dan disusul oleh Zoe. Maxim pun menutup pintu kamarnya lagi.


"Emang apa yang telah kalian rencanakan? " tanya Maxim mengikuti langkah kaki si kembar.


"Tidak banyak. Rencananya kami mau bertemu dengan calon mommy besok. Jika paman membuat daddy sibuk maka kami akan membuat paman bertemu dengan bibi yang kemarin. " jelas Zoe. Maxim pun mengernyitkan keningnya.


"Apa hubungannya bibi itu dengan calon mommy kalian? " tanya Maxim.


"Paman kerjakan saja apa yang kami minta. Jika paman ingin menemui bibi yang kemarin itu. " seru Chloe.


"Baiklah. Tapi, paman tidak janji ya. " seru Maxim.


Di tempat lain Merci selalu mencari bukunya yang hilang. Namun, dia tidak menemukannya sama sekali.


"Oke. Sepertinya aku harus membeli buku lagi. Dari tadi di cari tapi tidak ketemu-ketemu. " seru Merci.


Keesokan harinya, Grizella di buat bingung oleh kedatangan beberapa kurir. Mereka membawa beberapa alat rumah tangga. Seperti ; Kulkas, AC, sofa baru dan masih banyak lagi. Apartemennya juga kedatangan seorang tukang bangunan rumah. Mengatakan bahwa ada orang yang mengutusnya untuk memperbaiki jendela rumahnya dan mengganti kunci kamarnya dengan alat yang lebih canggih.


"Tapi saya tidak mau kalian melakukannya. Berikan saya nomor ponsel orang itu. Biar saya bicara dengannya. " ucap Grizella.


"Maaf, Nona. Kami di minta untuk merahasiakannya. " balas kurir itu.


"Tapi saya tidak bisa menerima seenaknya apa yang dia lakukan. Jadi, kalian bisa membawa kembali semua yang ada di sini. " melihat ke arah alat-alat rumah tangga itu.


"Maafkan kami, Nona. Jika kami membawanya kembali maka kami akan kehilangan pekerjaan kami, Nona. Tolonglah Nona terima semua ini agar kami tidak kehilangan pekerjaan ini. " balas kurir itu. Grizella terlihat menghela napasnya. Grizella juga tidak mau orang lain susah karena dirinya. Grizella pun membiarkan mereka untuk melakukan tugasnya.


"Baiklah. Kalau begitu, lakukanlah semua tugas kalian. " seru Grizella pada akhirnya.


Beberapa jam setelah itu, semua barang di apartemen Grizella sudah di ganti dengan yang baru. Bahkan, jendela apartemen dan juga kunci kamarnya sudah di ganti dengan alat keamanan yang lebih canggih. Grizella merasa nyaman dengan semua perubahan itu. Hanya saja, Grizella merasa tidak enak dengan orang yang memberikannya.


Grizella merasa harus berterima kasih kepada orang yang telah menganti semua barang yang ada di apartemennya itu. Tapi, dia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Selain menerima semua itu.


"Apa saya boleh minta tolong. Tolong kabarkan kepada orang baik yang sudah merenovasi apartemen saya ini. Saya berterima kasih karena dia sudah menganti semua ini. " seru Grizella kepada kurir tadi.


"Baiklah, Nona. Kalau begitu, kami pamit dulu. " balas kurir itu.


Selang tidak lama setelah kepergian para pekerja di rumahnya tadi. Tiba-tiba Grizella mendapatkan panggilan masuk dari Jaxton. Grizella pun langsung mengangkatnya.


"Hallo, Grizella. Bagaimana dengan kabarmu? Sudah mulai baikkan? " tanya Jaxton di seberang sana.

__ADS_1


"Emm, sudah mendingan, terima kasih ya karena sudah mempedulikan ku. " balas Grizella.


"Oh iya, apa aku bisa menagih janjimu itu hari ini? " tanya Jaxton.


Grizella pun mengingat jadwalnya. Dan hari ini dia ada waktu luang untuk menemani Jaxton.


"Baiklah. Tapi nanti malam karena aku ada janji dengan teman siang hari ini. " seru Grizella.


"Baiklah. Aku akan menunggumu dan kirimkan nanti alamat restoran nya.ย  " balas Jaxton.


Siang harinya sesuai dengan janjinya dengan Merci. Grizella bersiap-siap untuk menemani sahabatnya itu ke toko buku. Mereka sudah janjian bertemu di toko XX. Mereka ketemuan di depan toko buku. Saat Grizella menunggu Merci tiba-tiba Grizella di panggil oleh Chloe.


"Mommy. Apa yang mommy lakukan di sini? " tanya Chloe.


Grizella pun menoleh ke sampingnya. Dan melihat si kembar dengan seorang pria di sampingnya.


"Apa yang kalian lakukan di sini? Dimana daddy kalian? " tanya Grizella menoleh ke arah si kembar lalu menatap sekilas pria di samping Zoe.


Emm. Jadi, ini gadis yang telah di pilihkan si kembar untuk Jaxton. Manis juga dan cantik. Gumam Maxim melihat sekilas Grizella.


"Kami menemani paman membeli buku. Dan daddy sibuk bekerja hari ini. " balas Zoe mendekati Grizella.


"Perkenalkan, saya Maxim pamannya anak-anak. " seru Maxim memberikan tangannya agar berjabat tangan dengan Grizella. Grizella pun tersenyum dan membalas salaman dari Maxim.


"Saya Grizella. " balas Grizella.


Grizella pun kembali fokus dengan si kembar.


"Kalau begitu, ayuk kita masuk ke dalam, Mom. " seru Chloe.


"Kalian duluan saja. Mommy sedang menunggu teman Mommy dulu. " ucap Grizella.


"Kalau begitu, kita akan menemani mommy di sini. " balas Zoe.


Beberapa detik setelah itu Merci datang. Dia mendekati Grizella.


"Maaf ya Gi. Aku terjebak kemacetan tadi. " seru Merci berdiri di depan Grizella. Merci menoleh sekilas ke arah Maxim.


Maxim yang melihat kedatangan Merci membuat matanya membulat. Tidak menyangka akan kehadiran Merci di depannya.


"Oh, bukankah tuan yang saya tabrak kemarin? " tanya Merci menatap Maxim.


Merci pun menoleh ke arah si kembar dan juga Maxim, bergantian. Grizella paham dan memperkenalkan diri mereka.


"Oh iya. Mereka adalah anak-anak tuan Jaxtonย  Davinchi dan tuan ini adalah pamannya. Tuan Maxim. " SeruGrizella.


"Saya Merci. Maaf soal kejadian kemarin , Tuan. " seru Merci memberikan tangannya agar berjabat tangan dengan Maxim. Dengan senang hati Maxim menerima uluran tangan Merci.


"Tidak apa-apa, Nona. Saya juga yang bersalah kemarin. " balas Maxim tersenyum hangat.


Si kembar pun menatap mereka berdua.

__ADS_1


"Ehem, ehem, ehem. Kita masuk ke dalam yuk , Mom. " ajak Chloe kepada Grizella. Maxim dan Merci melepaskan genggaman tangannya ketika mendengar deheman si kembar. Merci bahkan sampai tidak peka terhadap panggilan si kembar pada Grizella.


"Ayuk, sayang. " balas Grizella mengenggam tangan si kembar.


Mereka pun masuk ke toko buku tersebut.


Di kantor. Jaxton terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Maxim benar-benar sudah mengatur agar jadwal Jaxton sibuk sesuai dengan keinginan si kembar. Pagi tadi Maxim menyuruh Albert untuk memadatkan jadwal Jaxton.


"Apa masih ada lagi yang harus aku lakukan setelah ini? " tanya Jaxton kepada Albert.


"Sesuai jadwal kita ada pertemuan dengan direktur Vivian di Mall milik kita, Tuan. " balas Albert.


"Baiklah, mari kita pergi ke sana sekarang. " seru Jaxton yang langsung memakaikan jasnya.


Beberapa menit setelah itu, Jaxton bertemu dengan direktur Vivian di sebuah toko perhiasan yang ada di Mall, tempat mereka janjian. Mereka berdua berjalan beriringan. Albert dan asisten Vivian yang bernama Mola mengikuti mereka dari belakang.


Jaxton pun masuk ke sebuah toko perhiasan.ย  Jaxton sedang meninjau penjualan toko di sana. Ketika sedang melihat-lihat, dia menemukan sebuah kalung dengan buah kalung yang berbentuk senyuman.


"Saya mau kalung ini. Tolong di bungkuskan. " seru Jaxton sembari mengingat wajah Grizella saat melihat kalung tersebut.


Vivian yang juga ada di samping Jaxton


terlihat menyukai kalung yang di pilih Jaxton.


"Terima kasih, Tuan. " seru Vivian dengan percaya dirinya mengira bahwa Jaxton memilihkan kalung itu untuknya. Jaxton terlihat mengernyitkan keningnya. Menatap Vivian di sampingnya. Jaxton tidak menjawab ucapan Vivian dan langsung pergi dari toko itu ketika kasir memberikan kalung yang ia minta.


Jaxton kembali meninjau toko lain yang ada di Mall itu. Tidak sengaja Jaxton melihat Grizella dengan si kembar tengah memilih beberapa buku di sebuah toko buku. Ketika Jaxton hendak menghampirinya tiba-tiba Vivian menahan tangan Jaxton.


" Maaf, Tuan. Bagaimana kalau kita makan siang dulu. Karena ini adalah waktunya makan siang. Setelah itu kita akan melanjutkan kerja samanya. " ajak Vivian. Jaxton pun terlihat berpikir dan menyetujui ajakan Vivian.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜™


By : Nadila Sizy


#Grizella&Jaxton_LFR

__ADS_1


__ADS_2