
Seorang anak mungkin menyukai mainannya namun rasa sukanya tidak akan melebihi rasa suka saat berkumpul bersama Ayah dan Ibunya. Seorang anak sering bermasalah dengan psikis mereka bila tidak mempunyai keluarga yang lengkap namun apabila adanya dorongan dan kasih sayang yang tulus dari orang yang mencintai mereka maka tidak tertutup suatu kemungkinan anak itu tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya.
Seperti yang terjadi saat ini, Chloe dan Zoe langsung menyambar kepelukan Ayahnya ketika mendengar suara mobil sang Ayah. Mereka membuang mainan yang mereka pegang sedari tadi disaat sang Ayah belum pulang. Jaxton yang saat itu baru membuka pintu dia langsung disambut oleh sosok kedua putri kecilnya. Dia pun berjongkok di depan kedua putrinya lalu memeluk erat sang putri tercintanya. Begitu juga dengan kedua putrinya menempel di tubuh Ayahnya yang satu di lengan kanan dan satu lagi dengan lengan kiri. Mereka menempelkan kepala mereka, melepaskan rasa rindu di dada sang Ayah. Seolah obat rindu membuat kedua anaknya merasa nyaman di pelukannya. Jaxton pun mengendong kedua putrinya di masing-masing tangannya. Dia pun berpindah di sebuah sofa lalu mendudukkan dirinya di sofa yang cukup besar. Dia bahkan lebih leluasa melepaskan rasa rindunya pada kedua putri tercintanya.
" Dad, kami sangat rindu Daddy. Lain kali Daddy harus pulang lebih cepat dari hari ini. Biar kita bisa menghabiskan waktu bersama. " rengek Chloe yang tengah duduk disisi kanan Jaxton.
" Iya Daddy akan usahakan meluangkan banyak waktu Daddy untuk kalian, oke." Jaxton memberi semangat untuk Chloe dan Zoe.
" Daddy janji akan meluangkan waktu Daddy untuk kami? " Chloe melihat ke Zoe lalu kembali menatap Jaxton.
" Bagaimana kalau besok kita piknik bersama di taman kota, membawa keranjang makanan yang ada roti, buah dan yoghurt segar. Pasti sangat menyenangkan. " Zoe menambahkan. Dengan membayangkan hal seru yang akan dilakukan besok.
Jaxton terlihat berpikir sejenak. Dia seperti mengingat kegiatannya dikantor besok, setelah itu dia melihat kedua putrinya yang sedang menunggu jawabannya. Dia tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
" Baiklah. Besok Daddy akan menyiapkan makanan di keranjang ada roti lapis, buah dan yoghurt kesukaan kalian. Apa kalian sudah bersiap untuk besok? " tanah Jaxton memberikan tangannya agar mereka bisa High Five bersama. Chloe dan Zoe pun menyambut tangan Jaxton dan tersenyum bersama.
Mereka kembali berpelukan bersama, bahagia bersama membayangkan hal yang menyenangkan yang akan mereka lakukan besok.
" Baiklah anak-anak. Apa kalian sudah mandi, hum? Daddy merasa ada bau aneh ditubuh kalian. Bau yang sulit untuk diartikan. " Jaxton tersenyum dengan menutup hidungnya dan sedikit menjauh dari kedua putrinya.
" Iih Daddy. Kami tuh nunggu Daddy untuk mandi bersama. Ayuk Dad." ajak Chloe yang turun dari pangkuan Jaxton begitu juga Zoe yang juga turun dari pangkuan Jaxton.
" Emm. Tapi..." sengaja menggantung ucapannya agar kedua putrinya itu kesal. Chloe dan Zoe sudah mulai cemberut karena ada kata tapi yang keluar dari mulut Jaxton.
__ADS_1
" Beri kecupan dulu. " lanjut Jaxton yang langsung mendapat kecupan oleh putrinya di sisi kanan dan kiri pipinya.
" Nah gitu dong. Kan Daddy jadi semangat untuk mandi bersama kalian, ayuk. " ajak Jaxton menggenggam jemari kecil kedua putrinya di masing-masing tangannya lalu berlenggang ke lantai dua menuju kamar Jaxton.
Setelah beberapa saat Ayah dan anak pun sudah berada di Bathtup yang berukuran besar. Mereka tengah main air bersama-sama. Chloe tengah mencipratkan air ke Jaxton begitu juga Zoe. Jaxton sedikit membalas karena ingin menyenangkan kedua putrinya. Chloe dan Zoe terlihat bahagia ketika bersama Jaxton. Mereka terlihat seperti anak kecil di depan Jaxton namun dibelakang Jaxton dia sudah seperti anak umur belasan. Entah apa yang membuat mereka seperti itu, mungkin jiwa anak-anak muncul ketika bersama Jaxton.
" Yaudah. Kita akhiri mandinya sekarang. Airnya sudah mulai dingin. Setelah itu, kalian ambil handuk kalian dan kembali ke kamar kalian. Oke anak pintar. " Jaxton sudah berdiri yang Bathtup dengan memakai celana boxer selutut. Dia membantu Chloe dan Zoe memakaikan handuknya lalu dia pun memakai handuk bajunya. Dia pun mengantarkan kedua putrinya ke kamar mereka setelah itu dia memanggil baby sister untuk si kembar.
" Ingat. Dengarkanlah apa kata baby sister kalian, Oke." Jaxton memperingati kedua putrinya karena dia tahu kedua putrinya itu tidak mau dibantu ketika memakaikan pakaiannya.
" Iya, Dad. Kami akan mendengarkan Clara." seru si kembar serentak. Meski didalam hati mereka memberontak tidak mau.
" Yaudah. Anak pintar. Kalau begitu Daddy mah siap-siap juga. Sekarang kembalilah ke kamar kalian sekarang. " Jaxton mendorong pelan tubuh si kembar keluar dari kamarnya lalu melambaikan tangannya kepada kedua putrinya dan tersenyum.
Setelah beberapa saat akhirnya Daddy dan kedua putri kembar itu pun selesai bersiap-siap. Mereka turun ke lantai satu dan memilih duduk di ruang keluarga. Chloe dan Zoe tengah menyiapkan rencananya sebelum Jaxton berkumpul bersama mereka. Setelah beberapa saat Jaxton pun turun dari kamarnya. Dia menghampiri kedua putrinya. Putrinya yang terlihat serius menonton siaran di TV. Namun hati Jaxton sedikit teriris melihat kedua putrinya yang seperti bersedih. Dia pun mendekati si kembar lalu memeluk si kembar.
" Kenapa hum? "Jaxton berada di tengah-tengah putri kembarnya.
" Dad. Kami mau Mommy. Seperti itu." Chloe menunjuk ke layar TV dan memperlihatkan sebuah keluarga lengkap ada ibu, ayah dan anak-anaknya. Jaxton tersentuh mendengarkan permintaan Chloe dia pun memeluk erat putri kecilnya itu dengan mata yang terpejam.
" Daddy akan berusaha mengabulkan permintaan kalian." Jaxton menatap kedua putrinya. Namun si kembar mengelengkan kepalanya membuat Jaxton bingung.
" Biar kami yang carikan Daddy Mommy yang baik, cantik, dan sayang sama kami. " Zoe menanggapi kalimat Jaxton.
__ADS_1
" Kami sudah membuat rencana untuk calon Mommy Kita kan Zoe. " Chloe memandang Zoe dan Zoe pun terlihat menganggukkan kepalanya.
" Emm Baiklah. Tapi kalau Daddy boleh tahu rencana seperti apa yang kalian maksudkan?" Jaxton memancing si kembar agar memberi tahu rencana mereka namun si kembar terlihat mengelengkan kepalanya.
" This is secret. Daddy akan tahu nanti setelah bertemu dengan calon Mommy." Chloe tersenyum menatap dengan senyuman wajah Jaxton. Jaxton pun mulai gemes lalu mengusap kepala kedua putrinya.
" Okey. Tapi ingat. Harus mami yang cantik dan seksi oke." Jaxton mengedipkan satu mata nya ke arah Chloe.
" Tenang saja Dad. Kami akan mencarikan Mommy yang terbaik di dunia ini. "seru Zoe mengedipkan matanya ke arah Jaxton. Jaxton pun terkejut melihat reaksi kedua putri kembarnya yang bukan seperti anak kecil namun dia tidak terlalu terkejut karena pasti ini turunan dari Mommy kandungannya yang mempunyai IQ tinggi. Pasti kecerdikan Mommy kandungannya menular ke mereka pikir Jaxton.
" Okey. Daddy menantikan Mommy dari kalian berdua. " Jaxton memeluk kedua putri kembarnya.
.
.
.
.
.
TBC haha
__ADS_1