Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Jaxton was weak


__ADS_3

Kembali ke kediaman Jaxton Davinchi. Di dalam kamar dengan motif anak-anak. Di dominasi kartun dan barbie serta princess. Dengan warna yang senada pula.


Di dekat dinding kamar. Terdapat dua meja belajar yang di dekatnya terdapat jendela yang membuat kita bisa melihat ke arah luar. Di luar sana terik matahari tak lepas dari awan-awan yang menemaninya. Awan putih yang bisa menetralkan panas yang menyengat.


Di dalam kamar tersebut. Dua anak kembar terlihat sedang menyelesaikan pekerjaan rumahnya yang ia dapatkan dari sekolah mereka. Mereka terlihat fokus membuat tugas mereka. Dan sampai akhirnya Chloe meregangkan otot tangannya.


"Akhhh. Akhirnya selesai juga. Apa kamu sudah selesai Zoe?  " tanya Chloe kepada kembarannya itu. Zoe tidak menoleh tapi mulutnya terlihat bergerak-gerak seraya menyelesaikan tugasnya tersebut.


"Bentar lagi. Tinggal dikit lagi nih. " balas Zoe.


Chloe terlihat manggut-manggut. Lalu, menoleh ke arah pintu kamar mereka.


"Mommy kemana, ya? Biasanya Mommy akan membawakan cemilan untuk kita?  " tanya Chloe menatap kembarannya tersebut.


"Emm, bentar. Aku selesaikan ini dulu. " balas Zoe karena mau fokus dengan PRnya. Chloe pun hanya mengedikkan bahunya. Lalu, mulai merapikan mejanya. Dan Zoe, anak itu sudah menyelesaikan pekerjaannya.


"Mommy mungkin di kamarnya. Tertidur mungkin. " Zoe membahas pertanyaan kembarannya tadi. Sembari tangan merapikan mejanya yang penuh dengan buku-buku.


"Kalau begitu kita lihat Mommy, yuk? " ajak Chloe.


"Ayuk. " balas Zoe. Mereka pun sudah selesai merapikan mejanya. Lalu, berlenggang ke kamar utama.


Si kembar pun sudah berada di kamar Grizella. Dilihatnya Grizella tengah berbaring. Tertidur dengan lelapnya. Bahkan, tidak menyadari kehadiran mereka. Mungkin kelelahan pikir si kembar.


"Mommy mungkin kelelahan. Kita biarkan saja Mommy istirahat. Kasihan Mommy. Dia bekerja di sekolah serta mengurus kita di rumah setelah ia pulang kerja. " ucap Chloe dengan bijaknya.


"Benar. Kalau begitu kita main di taman, yuk. " ajak Zoe.


"Ayuk. " balas Chloe.

__ADS_1


Saat menuruni tangga. Si kembar pun bersitatap dengan Bianca yang baru saja datang. Bianca pun mendekati mereka.


"Kalian mau kemana? " tanya Bianca.


"Kami mau ke taman, Tan. " balas Chloe.


"Oh gitu ya. Tante mampir sebentar di sini. Mau istirahat. Tidak apa-apakan? " tanya Bianca. Ya, sebelum Jaxton menikah. Bianca memang pernah sesekali menginap di sana. Karena letak RS tidak terlalu jauh dari kediaman Jaxton. Dan karena Jaxton sudah berteman dengan Bianca dari kecil. Jaxton pun membiarkan kamar tamu di huni oleh wanita itu.


"Kami tidak tahu, Tan. Rumah ini di atur oleh Mommy. Tante harus izin dulu sama Mommy. Oma sudah balik juga sehingga Mommy yang pegang penuh kendali rumah ini. " ucap Chloe menatap dengan tatapan polosnya.


Bianca terlihat tidak suka dengan ucapan si kembar. Entah kenapa, mendengar hal itu ia jadi membenci Grizella. Karena Grizella membuat si kembar jauh darinya.


"Yaudah, kalau begitu Tante minum air putih saja. Habis itu Tante akan pergi. Oh iya, Mommy kalian kemana? " tanya Bianca basa-basi.


"Mommy lagi sibuk, Tan. Menyelesaikan pekerjaannya. " Zoe berbohong karena tidak mau orang lain menganggap Grizella bermalasan menjadi seorang Ibu angkat dari mereka. Dan memilih untuk tidur di kamar sendirian. Meninggalkan mereka yang belum di urus. Si kembar sendiri tidak mempermasalahkannya. Karena mereka sendiri sudah bisa mengurus diri mereka sendiri. Apalagi, di rumah ini ada banyak pelayan yang sudah di sediakan oleh Jaxton untuk mereka.


"Ooh begitu ya. Yaudah, kalian pergilah main-main. Tante ke dapur dulu. " ucap Bianca. Si kembar pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu pergi ke arah taman yang ada di samping rumah.


Cih. Jadi, dia hanya bisa bermalasan di sini. Membiarkan si kembar terlantar. Harusnya ia merawat dua anak itu. Bukan malah tidur-tiduran di sini. Enak saja dia. Jaxton kerja seharian. Dan dia hanya menikmati harta Jaxton. Gumam Bianca.


Bianca pun berjalan mendekati tempat tidur Grizella.


"Permisi. " panggil Bianca. Mengguncang lengan Grizella dengan tidak mempedulikan rasa malu sedikit pun. Grizella pun membuka kelopak matanya. Grizella terkejut karena melihat Bianca di depannya. Bianca yang melihat Grizella sudah bangun. Dia pun melingkarkan tangannya di dada.


"Si kembar bilang kamu yang penuh kendali rumah ini? " tanya Bianca. Grizella pun duduk dan bersandar di kepala kasur. Grizella pun berusaha tersenyum meski tidurnya di ganggu.


"Emang kenapa ya, Nona? " tanya Grizella dengan senyuman di bibirnya.


"Aku hanya mau bilang. Dari dulu aku sudah terbiasa tidur di sini. Jadi, jangan larang aku untuk bermalaman di sini. Kamu paham kan? " tanya Bianca. Grizella pun manggut-manggut. Menopang dagunya dengan tangan kanannya.

__ADS_1


"Emm. Maaf ya. Tapi, gimana ya. Sekarang adalah istri pemilik rumah ini. Kendali penuh ada di tanganku setelah Mommy Jenny. Jadi, Nona tidak bisa berbuat sesuka Nona lagi. Kecuali kalau saya mengizinkannya. Apa Nona paham? " Grizella mencoba menyadarkan Bianca bagaimana posisinya di rumah ini.


Bianca tersenyum menyeringai. "Lalu, bagaimana dengan suamimu. Aku tidak akan pergi dari sini kecuali suamimu yang menyuruhku pergi. " ucap Bianca menyilangkan tangannya di dada. Lalu, berlalu keluar dari kamar. Grizella memijit pangkal hidungnya. Malas memikirkan semua itu. Grizella yang sudah tidak mengantuk lagi. Dia pun memilih untuk melihat si kembar. Ia merasa bersalah karena tidak mengurus anak itu. Apakah anak itu sudah makan siang atau belum.


Di kantor Jaxton. Mario terlihat menyeringai. Tersenyum dengan wajah mimik merendahkan Jaxton. Jaxton yang di lihat seperti itu tentu membuat dirinya marah.


"Sudahlah. Aku hanya mau kamu melihat foto ini. Aku harap kamu bisa membiarkan aku bertemu istrimu. " ucap Mario yang lagi-lagi membuat Jaxton meradang.


Brak.


Jaxton mendobrak meja kerjanya. Merasa marah mendengar ucapan Mario. Berani-beraninya ia meminta untuk bertemu istrinya. Tentu saja Jaxton tidak akan mengabulkan hal itu. Sampai akhirnya, Jaxton memelototkan matanya karena foto yang ada di meja tadi terjatuh ke lantai. Tepat di samping ia berdiri sekarang. Dilihatnya foto itu. Tiba-tiba dadanya terasa sakit. Hatinya hancur. Bagaimana bisa Grizella melakukan hal itu. Yang ia tahu. Grizella dulunya hanya berhubungan dengan Smith. Mantan calon tunangan istrinya. Dan Jaxton yakin sekali. Foto yang ada di tangannya sekarang adalah foto palsu. Jaxton memilih untuk tidak percaya dengan foto tersebut. Sampai akhirnya, Mario memberikan ponselnya yang berisikan sebuah video.


Mario sudah paham dengan situasi. Memberikan ponsel di tangannya.


"Aku adalah suami dari wanita yang ada di dalam video tersebut. " ucap Mario. Ingat ya, suami dari wanita yang ada di dalam video.  Kita semua tahu. Wanita yang ada di dalam video itu siapa. Jaxton pun dengan tangan gemetar menerima ponsel di tangan Mario.


Mata Jaxton membulat sempurna. Jantungnya seolah berhenti. Jaxton merosot ke kursinya. Ponsel Mario jatuh ke lantai.


"Hubby. " panggil seorang wanita yang tengah duduk di kursi roda. Jaxton yang sebelumnya melemah langsung berdiri tegak karena mendengar suara sang kekasih hati.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Tunggu sebentar lagi kelanjutannyaya ya.


__ADS_2