
...Happy Reading readers πΌπΌπΌ...
...Jangan lupa like dan komentarnya yaπ»π»π»...
...Terima kasih atas semua dukungannya πΈπΈπΈ...
...β’β’β’β’β’...
Pagi harinya. Grizella terbangun dari tidurnya. Kepalanya terasa pusing sekali. Grizella pun hendak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Tapi, Matanya langsung terbelalak karena mendapati tubuhnya yang tidak memakai pakaian sedikit pun. Refleks Grizella berteriak.
"Aaakkk. Apa yang telah aku lakukan? " tanya Grizella pada dirinya sendiri.
"Hoam. " suara yang berhasil membuat Grizella menoleh ke sampingnya.
"Jaxton. Apa, a-apa yang terjadi ini? " tanya Grizella. Matanya sudah tidak bisa di bendung lagi. Jaxton pun bangun dari tidurnya.
"Apa kamu tidak ingat dengan kejadian tadi malam? " tanya Jaxton.
"Maksudnya apa? " tanya Grizella. Menutup rapat dadanya yang tidak memakai sehelai benang pun.
"Kau ingat-ingatlah dulu. Aku mau siap-siap di kamarku. Ada urusan yang harus aku selesaikan hari ini. " ucap Jaxton keluar dari kamar Grizella. Tersenyum penuh dengan kepuasan pada dirinya.
Setelah kepergian Jaxton. Grizella pun mencoba mengingat kejadian kemarin malam. Saat semua ingatan terkumpul Grizella pun berteriak. Jaxton yang masih di depan pintu kamar Grizella pun tersenyum puas.
"Ini adalah pelajaran untukmu. Tunggulah pernikahan kita sebentar lagi, Ella. " ucap Jaxton dengan senyuman yang tidak bisa di artikan dengan kata-kata.
β’β’β’β’β’
Hari ini adalah hari libur. Grizella dan si kembar tengah duduk di taman yang ada di belakangΒ mansion. Si kembar terlihat sibuk bermain dengan kupu-kupu yang beterbangan. Mereka mengejarnya. Berlari kesana-kemari.
Grizella sendiri masih memikirkan apa yang telah ia lakukan bersama Jaxton kemarin malam. Melamun tanpa mengubris sahutan dari Jenny.
"Hei. Apa yang telah terjadi, sayang? " tanya Jenny dengan wajah tanpa dosanya.
"Emm, ti-tidak apa-apa, Nyonya. Kalau begitu saya ke kamar dulu. " ucap Grizella yang langsung pergi ke kamarnya. Jenny yang tahu apa yang ada di pikiran gadis itu hanya bisa tersenyum. Lalu kembali fokus pada kedua cucunya.
Ketika Grizella masuk ke dalam. Tiba-tiba Jaxton datang dan memanggilnya.
"Apa kamu sudah ingat kejadian semalam? " tanya Jaxton. Grizella pun gugup di buatnya. Memilih untuk mengelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Serius kamu tidak ingat sama sekali? " tanya Jaxton lagi.Β Berjalan mendekati Grizella. Grizella pun menganggukkan kepalanya. Jaxton pun tersenyum menyeringai.
" Ada untungnya aku merekam kejadian semalam. Jadi, aku bisa menuntut apa yang telah kamu lakukan padaku semalam. Apa kamu mau liat videonya? " Jaxton menawari. Memberikan ponselnya kepada Grizella.
"Jangan. Aku ingat. Maafkan aku. Aku tidak sadar kemarin. Kita anggap saja itu tidak pernah terjadi. " ucap Grizella membalikkan badannya. Tapi, Jaxton menghentikan langkah kaki Grizella.
"Kita akan menikah 2 minggu lagi. Bersiaplah nanti malam. Aku akan melamarmu di depan keluargamu. " ucap Jaxton tersenyum kepada Grizella.
"Kenapa cepat sekali? Aku tahu semalam adalah kesalahanku. Tapi kita tidak melakukan apapun. Aku masih perawan, kok. " ucap Grizella gugup. Membuat Jaxton gemes pada tingkah polos gadis itu.
"Tidak bisa. Aku sudah melihat semuanya yang ada pada dirimu. Dari atas sampai bawah sudah aku lihat semua. Aku akan bertanggung jawab. Maka aku harus segera menjadi suamimu. Aku tidak mau mendengar bantahan. Atau aku akan mengatakan apa yang telah kamu lakukan kemarin malam padaku. " ancam Jaxton yang membuat Grizella tidak bisa membantahnya.
"Kamu tahu kita pasti akan menikah. Tapi, aku belum siap untuk itu. Tunggulah sampai aku siap dulu. Baru kita melangsungkan pernikahan. Aku belum siap dengan diriku sendiri. Kamu harus tahu itu. " ucap Grizella menundukkan kepalanya.
"Apalagi yang kamu pikirkan. Apa kamu melupakan begitu saja dengan apa yang telah kamu lakukan semalam. Untung itu aku. Bagaimana jika itu orang lain. Apa kamu akan membiarkannya begitu saja. "Jaxton mulai memprovokasi Grizella. Grizella yang mendengar ucapan Jaxton pun mendongakkan kepalanya.
"Bukan begitu. Hanya saja aku belum siap. " Grizella melirih.
"Aku tidak mau tahu. Aku sudah menyiapkan semuanya. Atau aku temui saja Mommy. Aku akan memberikan video ini. " ucap Jaxton yang mencoba mencari Jenny.
"Mom, Mommy. Kamu di mana? " tanya Jaxton mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. Grizella pun mulai gugup. Tentu Grizella tidak mau hal memalukan itu di lihat oleh orang lain. Mending menyetujui ajakan Jaxton. Toh, mereka sudah berencana untuk menikah juga. Dari pada malu karena orang-orang melihat video nakalnya bersama Jaxton.
"Jadi, bagaimana menurutmu? " tanya Jaxton membalikkan badannya.
"Aku setuju. Aku akan menunggu kamu di rumahku. Kalau begitu aku siap-siap untuk kembali ke rumahku dulu. " ucap Grizella pada akhirnya.
"Baiklah. Aku akan mengantarmu pulang. " ucap Jaxton melihat kepergian Grizella ke kamarnya.
Siang harinya. Grizella sudah berada di rumahnya. Terlihat Grizella merenungkan dirinyasendiri di dalam kamar. Melihat daun-daun pohon di balik kamarnya. Grizella terlihat menyesali atas perbuatannya semalam. Sampai akhirnya renungannya di hentikan oleh kedua keponakannya. Adellia dan Jacky masuk ke kamar Grizella. Adellia langsung memilih untuk duduk di samping Grizella. Memeluk bibinya yang terlihat mengkhawatirkan sesuatu.
"Apa Bibi baik-baik saja? " tanya Adellia dengan suara kecilnya. Grizella pun tersenyum lalu mengusap sayang kepala Adellia. Grizella menggerakkan tangannya agar Jacky juga ikut duduk di sampingnya. Setelah Jacky duduk di sampingnya. Grizella langsung memeluk kedua keponakannya itu. Melepaskan rasa gundah di hatinya. Tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya.
"Bibi tidak apa-apa, sayang. Bibi hanya rindu sama kalian saja. " ucap Grizella memeluk erat kedua tubuh keponakannya. Adellia mendongakkan kepalanya.
"Kalau begitu Bibi tidak boleh sedih lagi. Kami kan sudah berada di dalam pelukan Bibi. " Adellia mengusap air mata Grizella. Grizella pun tersenyum lalu menciumi pucuk kepala Adellia dan Jacky.
"Yasudah, kita ke meja makan, yuk. Waktunya kita makan siang. " ajak Grizella. Mereka pun tersenyum lalu pergi ke ruang makanan.
Di tempat lain di waktu yang sama. Jaxton terlihat menyiapkan semua persiapan buat ke rumah Grizella. Jenny pun mendekati Jaxton.
__ADS_1
"Apa kamu sudah mendapatkan persetujuan dari Grizella? " tanya Jenny.
"Sudah, Mommy. Malam ini kita tinggal pergi ke rumahnya. Dan 2 minggu lagi akan Jaxton adakan pernikahannya. " ucap Jaxton bahagia.
"Tapi janjilah pada Mommy agar tidak membuatnya terluka. Dia adalah wanita yang lemah lembut. Mommy tidak mau dia terluka gara-gara pernikahan yang mendadak begini. " ucap Jenny.
"Mommy jangan cemas. Sebelumnya kami sudah berencana akan melakukan lamaran. Hanya saja kali ini acaranya di percepat. Jaxton tidak mau Grizella di rebut oleh orang lain. " ucap Jaxton.
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Mommy akan mendukung semuanya. Kalau begitu Mommy akan bersiap-siap untuk acara nanti malam. " ucap Jenny.
"Iya, Mom. " jawab Jaxton. Setelah Jenny pergi. Jaxton pun mengeluarkan cincin yang ada di sebuah kotak biru berukuran kecil. Terlihat 2 cincin manis di dalamnya.
"Aku sudah tidak sabar memakaikan cincin ini di jarinya. Menjadikan dirinya hanya untukku seorang. " ucap Jaxton tersenyum. Membayangkan wajah Grizella yang sayu dan tentunya yang manis itu.
.
.
.
.
.
Bersambung.
...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME π...
IG : gx_shi7
Ikuti IG ku yah. Akan ada tampilan visual dari para pameran utama dan pendukung novel ku.
Terima kasih ππ
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan ππ
By : Nadila Sizy
#Grizella&Jaxton_LFR
__ADS_1