Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
I changed my mind


__ADS_3

^^^Happy Reading readers ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ^^^


^^^Jangan lupa like dan komentarnya ya๐ŸŒป๐ŸŒป๐ŸŒป^^^


^^^Terima kasih atas semua dukungannya ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ^^^


...โ€ขโ€ขโ€ขโ€ขโ€ข...


Grizella meronta di pelukan Jaxton. Memukul dada pria itu tanpa mempedulikan Jaxton yang mengaduh kesakitan.


Beberapa waktu yang lalu. Sebelum Jaxton pulang ke rumah. Grizella mendapatkan pesan masuk dari nomor asing. Awalnya Grizella tidak peduli. Tapi, beberapa pesan lagi mengusik pikirannya. Alhasil, Grizella pun membuka pesan asing tersebut. Betapa terperanjak nya ia melihat sang suami tengah di peluk oleh wanita lain. Posisinya wanita itu membelakangi kamera.ย  Sehingga, Grizella tidak bisa melihat siapa wanita itu.


Tentu saja hati Grizella sakit melihat hal itu. Melihat suaminya di peluk oleh wanita lain selain dirinya. Grizella marah dan kesal melihat foto-foto itu. Posisinya saat ini sedang bersama si kembar. Tidak tau kepada siapa dia harus mengadu. Tidak mungkin kan ia curhat sama anak kecil. Alhasil, Grizella memilih untuk melampiaskan kekesalannya dengan mencuci piring yang Jelas-jelas sudah selesai di bersihkan. Entah kenapa, saat marah, Grizella merasa piring itu masih ada nodanya. Sehingga harus di cuci ulang.


"Hiks. Piringnya masih kotor. Biar aku membersihkan nya dulu. " ucap Grizella masih dengan tangisannya. Jaxton perlahan melepaskan pelukannya. Dilihatnya sang istri tengah menangisi hal yang tidak penting sama sekali. Jaxton pun menundukkan kepalanya. Mensejajarkan pandangannya dengan sang istri.


"Kamu kenapa? Apa ada orang yang membuat kamu kesal? Apa ada orang yang menyakitimu? " tanya Jaxton mengusap air mata Grizella.


Ada. Orang itu kamu. Kamu yang membuat aku kesal. Kamulah yang menyakitiku. Gumam Grizella dalam hatinya.


Karena tidak ingin mengatakan isi hatinya. Grizella pun menangis sejadi-jadinya.


"Huaaa. Aku ingin sendiri saat ini. " ucap Grizella meninggalkan Jaxton sendirian dengan isi pikiran yang amat kebingungan. Bingung harus bagaimana menenangkan istrinya. Seumur hidup, Jaxton baru kali ini menenangkan wanita. Jaxton pun memijit hidungnya. Memijit pelan keningnya. Tiba-tiba si kembar datang.


"Ada apa dengan Mommy, Dad? " tanya Chloe. Dilihatnya pria itu sedang memikirkan sesuatu. Jaxton pun tersenyum setelah melihat kehadiran kedua keponakannya. Jaxton jongkok di depan si kembar. Mensejajarkan tinggi dua anak itu.


"Mommy tidak apa-apa, kok. Bagaimana dengan tugas sekolahnya? Sudah selesai di kerjakan? " tanya Jaxton meletakkan satu tangannya di kepala Chloe.


"Emm. Pekerjaan sekolah kami hampir selesai, Dad. Kami hanya mau ambil air minum. Zoe katanya mau ambil cemilan. " balas Chloe. Jaxton pun tersenyum mendengarnya.


"Yaudah, setelah itu kalian kembali ke kamar ya. Daddy mau ke kamar dulu. Menyusul Mommy kalian. " ucap Jaxton. Kedua anak kembar itu pun menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, Daddy.ย Aku mau ambil air putih dulu. " ucap Chloe yang di anggukan oleh Jaxton.


Setelah melihat si kembar kembali ke kamarnya. Jaxton pun memutuskan untuk menyusul sang istri ke kamar mereka.


Setibanya di kamar. Jaxton ternyata tidak melihat keberadaan istrinya. Jaxton pun mendengar air shower di pakai di balik kamar mandi. Jaxton pun merasa lega. Lalu, Jaxton memilih untuk melepaskan kemejanya. Dilihatnya kemeja yang ia pakai sudah basah karena busa sabun cuci piring.


Setelah itu, Jaxton pun melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi. Ternyata pintu tidak di kunci. Jaxton pun langsung masuk ke dalam. Dilihatnya Grizella tengah menyiram tubuhnya dengan air shower. Seketika tubuh Jaxton menegang. Ia terlihat meneguk salivanya. Ingin sekali ia mencicipi tubuh istrinya tersebut. Tapi, mengingat sang istri sedang dalam mood tidak baik. Jaxton pun hanya bisa menunduk sedih. Mengosok junior nya untuk bersabar.

__ADS_1


Kasihan sekali kamu dek. Belum juga nengok bahkan icip aja tidak bisa. Maafkan kakak ya. Menatap sedih dedeknya yang tengah melihat indahnya dunia.


Jaxton pun melangkahkan kakinya ke arah sang istri.


"Sayang. Jangan lama-lama mandinya. Gantian. Sekarang giliran aku yang mandi. Bajuku basah dan perlu di ganti. Sekalian aja aku mandi karena masih ada urusan di kantor. " ucap Jaxton berdiri di depan sang istri. Grizella tidak menjawab. Hanya diam dengan mata yang bengkak akibat menangis seharian. Grizella pun pergi tanpa membalas ucapan suaminya tersebut. Jaxton pun mendesah. Bahunya seketika turun. Ikut merasakan kesedihan sang istri. Entah apa yang telah terjadi pada istrinya saat ini. Dia belum tau apa yang telah mengganggu pikiran istrinya tersebut. Jaxton pun bertekad. Setelah pulang kerja nanti ia akan mencari tahu apa yang membuat istrinya bersedih. Dia akan membalas orang yang berani bermain dengan perasaan istrinya tersebut. Dia akan menghabiskan orang itu dengan tangannya sendiri.


Setelah beberapa saat. Jaxton pun menyelesaikan ritual mandi siangnya. Jaxton melihat Grizella tengah menyisir rambutnya. Jaxton pun memberikan kecupan lembut di pipi kanan gadis itu.


"Aku akan kembali ke kantor. Apa kamu butuh sesuatu nanti? " tanya Jaxton seraya berjalan ke ruang ganti pakaian. Mencari setelan baru yang akan ia kenakan ke kantor. Grizella pun mengikuti langkah kakinya. Membantu mencarikan kemeja yang cocok di pakai suaminya tersebut. Jaxton pun sedikit tersenyum karena melihat istrinya yang masih peduli padanya.


"Aku sayang kamu, Ella ku. " kecupan mendarat di bibir mungil Grizella. Sebelum itu terjadi. Grizella memalingkan wajahnya dari Jaxton. Sehingga bibir Jaxton hanya mencium udara yang nakal.


"Kenapa? Kamu tidak mau aku cium? " tanya Jaxton ketika sudah memakai kemejanya.


"Aku tidak mau bekas bibir wanita lain nempel di bibirku. " ucap Grizella yang membuat Jaxton mengernyitkan keningnya.


Apa dia cemburu? Tunggu ... sejak kapan ada bekas bibir wanita lain di bibir ku. Jadi, ceritanya dia salah paham gitu. Jadi ini yang membuat dia marah dan kesal padaku. Oh astaga. Dia sangat mengemaskan sekali. Istriku yang manis ternyata juga sangat mengemaskan. Beruntung aku memiliki istri yang mengemaskan begini. Lihatlah, wajahnya yang kesal terlihat sangat-sangat mengemaskan. Hihihi. Jaxton tersenyum kepada istrinya.


Jaxton berjalan mendekati istrinya tersebut. Memeluk istrinya dari depan. Mengusap kepala belakang Grizella.


"Kamu cemburu ya? " tanya Jaxton. Grizella pun mengernyitkan keningnya.


"Emang kamu cemburu dengan siapa sih? " tanya Jaxton.


"Selingkuhanmu. " balas Grizella secara tidak sadar. Jaxton di buat semakin bingung oleh istrinya. Sejak kapan aku punya selingkuhan pikir Jaxton.


"Kamu melihatnya? " tanya Jaxton memancing istrinya tersebut.


"Jadi kamu benar-benar memiliki selingkuhan? " tanya Grizella mendorong kuat tubuh Jaxton.


"Jahat kamu. Kita baru menikah beberapa hari tapi kamu sudah berani selingkuh dariku. Aku membencimu. Suami jahat. " Grizella meninggalkan Jaxton sendirian. Sebelum Grizella melangkahkan kakinya keluar. Jaxton menahan tangan Grizella agar gadis itu tidak pergi darinya.


"Maafkan aku, sayang. Aku bercanda kok. Siapa juga yang punya selingkuhan. Aku kan hanya ingin menjadi milikmu seorang. Hanya kamu yang boleh memilikiku. Karena hidupku ada di tanganmu mulai sekarang, tentunya tak lepas dari kendali tuhan yang telah menciptakanku untuk melengkapimu. Dan kamu melengkapiku." Ucap Jaxton memeluk Grizella dari belakang.


"Lalu bagaimana cara kamu menjelaskan foto ini? " tanya Grizella menunjukkan sebuah foto ia yang tengah berpelukan dengan Bianca. Jaxton pun membulatkan matanya. Tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


"Ini tidak seperti yang kamu bayangkan. Aku akui dia adalah Bianca. Dia datang ke kantor ku untuk membagikan rasa senangnya dan tiba-tiba saja dia memelukku. Aku jamin bahwa aku tidak membalas pelukannya. Kamu harus percaya padaku. Hanya kamu yang ingin aku peluk, Ella. Hanya kamu seorang. " Jaxton menatap nanar kekasih hatinya. Grizella pun melihat kejujuran di mata pria itu. Tidak ada kebohongan sedikit pun di sana.


Seketika Grizella membenamkan wajahnya di dada kekar Jaxton. Dirinya mulai segukan.

__ADS_1


"Kamu tidak bohong kan? " tanya Grizella memastikan.


"Aku jujur, sayang. Kalau kamu tidak percaya maka aku akan menyuruh Bianca menjelaskannya padamu agar kamu percaya padaku. " balas Jaxton memegang kedua pipi Grizella agar gadisnya itu menatap ke arahnya.


Kinaya mengelengkan kepalanya.


"Kamu bilang ini adalah rumahku. Jadi, aku tidak ingin wanita lain masuk ke rumah ini. Bolehkan? " tanya Grizella menatap Jaxton. Meminta izin agar memegang kendali penuh terhadap rumah yang ia tinggali. Jaxton pun tersenyum mendengarnya.


Jaxton memegang dagu Grizella. Memberikan kecupan lembut di sana.


"Aku serahkan semua kendali rumah ini padamu. Hanya kamu seorang yang berhak memberikan izin siapa saja yang boleh dan tidak boleh tinggal ataupun bertamu di sini. Semuanya milikmu, Ella sayangku. " Jaxton memberikan ciuman hangat di bibir mungil Grizella. Grizella pun tersenyum dan membalas apa yang telah dilakukan oleh Jaxton.


Setelah lama berpelukan. Grizella pun teringat sesuatu.


"Kamu bilang ada sesuatu yang ingin kamu lihatkan padaku. Apa itu? " tanya Grizella mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihat wajah suaminya yang tinggi dari penglihatannya.


"Tapi bukannya kamu ingin ke Mall ya? Kenapa cepat sekali baliknya? " tanya Jaxton ketika mengingat bahwa tadi pagi Grizella bilang ingin pergi ke Mall sebentar untuk membeli keperluan belajar anak-anak di sekolah.


"Ooh itu. Aku berubah pikiran. Bagusnya besok saja lah. Soalnya besok libur sekolah. Sekalian kita jalan-jalan bersama si kembar. Kamu mau menemani kami, kan? " tanya Grizella.


"Dengan senang hati istriku. " Jaxton tersenyum. Lalu, menarik gadisnya ke pelukannya.


.


.


.


.


.


Bersambung.


Sesuai janjiku. aku kasih up lagi siang ini. Selamat membaca ya.


Oh iya, mau bilang. Visual Grizella sudah ada ya. Lihat di eps 26. Jangan lupa kasih likenya๐Ÿ˜Š


Jangan lupa tekan jempolnya๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘ ya. Agar Uni bisa beli kuota untuk Update nih novel.๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

__ADS_1


TERIMA KASIH


__ADS_2