Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
My beautiful past


__ADS_3

Jaxton mengenggam tangan Grizella. Menyematkan jemarinya di jemari sang kekasih hati.


Gadis itu menjadi bingung. Karena saat ini ia di bawa melangkah ke ruangan kerja sang suami. Grizella pun hanya bisa mengikuti langkah kaki Jaxton.


Jaxton pun tersenyum sebelum masuk ke dalam ruangan kerja. Tersenyum hangat kepada gadis di sampingnya.


"Kamu mau menunjukkan apa? " tanya Grizella.


"Kamu akan lihat sebentar lagi. " balas Jaxton. Jaxton pun mulai membuka pintu ruang kerjanya.


Sebelum masuk. Grizella di hadapkan dengan beberapa buku yang sepertinya membahas tentang bisnis dan buku-buku sekolah yang biasanya ia gunakan. Hal itu membuat Grizella bingung dengan pria di sampingnya. Tapi, dia menepis semua itu. Mungkin ia ingin mempelajarinya pikir Grizella. Di rak selanjutnya, Grizella bisa melihat beberapa buku umum terpajang rapi di rak.


Ketika Grizella melangkah masuk lebih dalam. Ia di suguhkan oleh alat-alat kantor. Dan ketika melangkah lebih jauh. Tiba-tiba Grizella menghentikan langkahnya. Grizella memandang ruangan yang ada di depannya. Lalu, melipat ke sampingnya. Suaminya itu sedang tersenyum kepadanya.


"Ayuk. " Jaxton mengajaknya mendekati ruangan yang di pandang tanpa berkedip oleh Grizella.


Di dinding ruangan itu bisa ia lihat tulisan 'My wife's work room'


Grizella terkagum dengan apa yang telah di siapkan oleh Jaxton untuknya. Tapi dia belum yakin dengan semua yang telah Jaxton lakukan untuknya tersebut. Grizella pun menoleh ke arah suaminya itu.


"Apa ini untukku? " tanya Grizella ketika mereka sudah berada di depan meja kerja Grizella.


"Emang siapa lagi istriku? " tanya Jaxton tersenyum hangat kepada istrinya tersebut.


"Apa aku tidak akan mengganggumu, nanti? " tanya Grizella. Lagi-lagi Jaxton tersenyum kepada istrinya.


"Bagaimana bisa kamu mengganggu ku, sayang. " ucap Jaxton memeluk tubuh kecil Grizella. Menyandarkan kepalanya di bahu kanan gadis itu.


"Makasih ya. Aku tidak menyangka akan memiliki ruangan kerja sendiri. Aku tidak pernah mengharapkan ini semua sebelumnya. Tapi, kamu memberikannya kepadaku hari ini. Makasih ya. " ucap Grizella. Tangannya mengusap pelan meja di depannya.


"Apa kamu suka? " tanya Jaxton mempererat pelukannya. Menoleh ke arah Grizella. Jaxton pun meninggalkan kecupan lembut di leher gadis itu. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Grizella pun tersadar bahwa Jaxton akan kembali ke kantor.


"Bukannya kamu akan kembali ke kantor? " tanya Grizella menatap suaminya tersebut. Bukan jawaban yang ia dapatkan. Grizella malah mendapat ciuman hangat oleh suaminya tersebut. Jaxton mengarahkan langkah Grizella ke sofa yang ada di ruangan tersebut. Jaxton pun menjatuhkan tubuh Grizella di sana dengan pelan-pelan.


"Aku ingin makan dulu sebentar. Tidak berat kok. Cuman hidangan pembuka saja. " ucap Jaxton yang membuat istrinya tersebut merona. Grizella bahkan memalingkan wajahnya karena tidak tahan melihat Jaxton kembali melepaskan kemejanya. Hingga tinggal celana bahan saja.

__ADS_1


"Aku masih belum selesai. " ucap Grizella.


"Aku kan sudah bilang. Hanya menginginkan makanan pembuka saja. Makanan penutupnya akan menyusul. " balas Jaxton tersenyum nakal.


Dan pada akhirnya beberapa menit kemudian. Jaxton pun menyelesaikan kegiatan panasnya. Gadis itu di buat lemas meski Jaxton belum menyantap makanan utamanya. Apa jadinya nanti Jaxton melakukan hal tersebut. Di jamin Grizella tidak akan bisa bangun lagi. Mungkin tidur seharian di kamar.


"Aku mau istirahat sebentar. " ucap Grizella masih membaringkan tubuhnya di sofa.


"Yaudah, aku pergi ke kantor dulu. " balas Jaxton mengecup kening gadis itu.


"Antarkan aku ke kamar. Aku malas bergerak. " Grizella merentangkan kedua tangannya agar dia di gendong oleh sang suami. Jaxton pun tersenyum melihatnya.


"Apa aku terlalu bersemangat melakukannya sampai kamu kelelahan seperti ini. Bagaimana jika kita melakukan pucuk nya nanti?  " goda Jaxton yang membuat Grizella hanya bisa membenamkan wajahnya di dada kekar Jaxton. Malas menanggapi. Pria itu pun tersenyum.


Jaxton pun melangkahkan kakinya ke kamar mereka. Jaxton meletakkan tubuh Grizella dengan pelan-pelan ke kasur. Gadis itu langsung memeluk guling yang ada di sampingnya.


"Aku akan pergi dulu. Apa kamu butuh sesuatu untuk di bawa pulang nanti? " tanya Jaxton.


Grizella mengelengkan kepalanya.


"Pulang saja dengan selamat. Aku akan sangat bahagia. " balas Grizella. Jaxton pun tersenyum lalu memberikan kecupan di kening Grizella.


Beberapa saat setelah itu. Jaxton pun sampai di kantornya. Beberapa berkas sudah terletak di mejanya. Tiba-tiba panggilan masuk dari sekretarisnya.


"Maaf, Pak. Tuan Mario Still dari MS Group ingin bertemu. Beliau ingin mengatakan sesuatu yang penting. " ucap sekretaris tersebut. Jaxton terlihat berpikir sesaat.


"Persilahkan dia masuk. " balas Jaxton.


"Baiklah, Pak. " balas sekretaris Jaxton.


Beberapa saat setelah itu. Mario pun datang. Masuk dengan gagahnya. Tubuhnya yang tinggi. Hidungnya mancung dan kulitnya yang eksotis membuat kegagahannya amat terlihat.


"Kamu! " ucap Jaxton yang ingat dengan Mario. Seputaran masa lalu berputar di kepalanya. Dimana saat itu ia tengah bersama Grizella dan juga anak-anak di tempat penjualan buku.


"Saya pria yang saat itu tidak sengaja menyelamatkan gadis cantikmu. Sampai sekarang saya masih mengingat bagaimana dirinya hampir tertimpa rak buku. Saya adalah Mario Still. " ucap Mario memberikan tangannya agar mereka berjabat tangan. Jaxton pun hanya diam. Tidak membalas jabatan tangan tersebut. Ia merasa tidak sudi bersentuhan dengan pria di depannya ini.

__ADS_1


"Ada apa kamu datang kemari? " tanya Jaxton langsung ke intinya.


"Santai, bung. Aku tidak ingin membuat masalah di sini. " ucap Mario mengangkat tangan ke atas. Seperti seorang tahanan yang di tangkap polisi.


"Jangan membuat kesabaranku habis. Jika kamu ingin selamat maka cepat katakan maksud kedatanganmu ke sini.  " Jaxton mencoba menahan kekesalannya di depan Mario.


"Baiklah. Apa kamu percaya aku memiliki hubungan dengan istrimu? " tanya Mario mencoba memancing emosi Jaxton. Jaxton pun mengernyitkan keningnya. Apa maksudnya pikir Jaxton. Mario pun menahan senyumnya. ia pun teringat dengan ucapan istrinya sebelum ia ke kantor Jaxton.


"Ingat! Jangan coba-coba mengerjai adik iparmu. Mereka bahkan baru menikah beberapa hari yang lalu. " nasehat Issabela sebelum Mario pergi. Mario pun tersenyum lalu melingkarkan tangannya di pinggang ramping Issabela.


"Sayang. Aku tidak bisa menjamin sesuatu. Jika dia tidak mempercayai istrinya maka itu adalah kesalahannya sendiri. Aku kan hanya menguji kepercayaannya saja. " ucap Mario memberikan kecupan lembut di bibir mungil istrinya.


"Tapi kamu tidak boleh mempermainkannya. Kamu ingat kan? " tanya Issabela. Mario pun tersenyum lalu mengusap lembut kepala Issabela.


"Iya, sayang. Kalau begitu aku pergi dulu ya. Suster akan datang sebentar lagi. " ucap Mario. Issabela pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Hati-hati, By. " ucap Issabela merebahkan kepalanya di dada Mario.


"Makasih ya, sayang. " balas Mario kembali mencium bibir manis itu sebelum pergi.


Kembali ke waktu sekarang.


"Apa maksudmu? " tanya Jaxton. Jaxton pun mengernyitkan keningnya ketika melihat Mario mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya. Lalu meletakkan di atas meja Jaxton.


"Ada masa lalu indahku bersama istrimu. Aku harap kamu bisa menerimanya apa adanya. " ucap Mario. Jaxton pun di buat khawatir oleh Mario. Entah kenapa, saat ini Jaxton merasakan sesuatu yang aneh. Rasa cemburu muncul begitu saja ketika hanya mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh Mario.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung.


Maaf ya. Saat ini Uni kehabisan ide. Hanya bisa Update 1 eps. Semoga saja bisa mengobati rasa rindu kalian. Semoga dukungan kalian nanti dapat membantu Uni untuk doble Update besok ya.


__ADS_2