
Grizella, Jaxton dan si kembar akhirnya keluar juga dari restoran tersebut. Si kembar terlihat gembira setelah lepas dari masalah yang di timbulkan oleh siluman yang berwujud manusia itu. Untung saja saat ini Grizella belum memiliki perasaan terhadap Jaxton. Kalau tidak, mereka akan kesulitan untuk menyatukan kembali mereka berdua. Akan tetapi, si kembar bingung. Setelah keluar dari restoran tadi, entah kenapa wajah Grizella terlihat tidak bersemangat lagi.
"Mommy, Mommy baik-baik saja, kan? " tanya Chloe yang duduk di kursi belakang. Grizella pun menoleh dan tersenyum kepada anak manis itu.
"Mommy tidak apa-apa. Duduklah lagi di tempat duduknya dengan benar. " ucap Grizella. Chloe pun duduk kembali ke tempat duduknya.
Jaxton yang mendengar percakapan mereka dia pun menoleh ke sampingnya. Menatap wajah gadis itu. Terlihat Grizella yang kurang bersemangat.
"Kamu baik-baik saja, kan? " tanya Jaxton. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Namun, Jaxton masih tidak percaya bahwa Grizella baik-baik saja. Tetapi, dia juga tidak mau membuat gadis itu tidak nyaman dengannya. Akhirnya, Jaxton memilih untuk diam dan melajukan mobilnya dengan baik.
Di restoran tadi Maxim dan Merci masih belum bisa menguasai diri mereka. Apalagi Merci yang tidak tahu apa-apa itu.
"Ada hubungan apa Grizella dengan Tuan Jaxton? " tanya Merci yang di tujukan kepada Maxim yang sedang berada di sampingnya.
"Apa kamu setuju bila Grizella bersama Jaxton. Aku lihat gadis itu sangat menyayangi para keponakan ku. " seru Maxim. Merci pun menoleh ke sampingnya.
"Aku setuju banget. Apalagi gadis itu sungguh kasihan nasibnya. Dia memiliki calon tunangan yang suka berselingkuh dengan wanita lain. " ucap Merci.
"Kalau begitu, bagaimana kalau kita menyatukan mereka. Aku sendiri juga setuju dengan gadis itu. Dia sangat cocok untuk sepupu ku itu. Pria itu pantas mendapatkan gadis yang cantik dan baik hati seperti Grizella. " seru Maxim.
"Baiklah. Mari kita buat Grizella pisah dari calon tunangannya. " ucap Merci memberikan tangannya agar berjabat tangan dengan Maxim. Maxim pun tersenyum dan membalas jabatan tangan dari Merci.
Semudah itu dia melupakan kekesalannya tadi. Sungguh gadis yang menarik. Maxim.
"Yaudah, kalau begitu apa aku boleh minta nomor ponsel kamu. Biar aku bisa memberimu kabar rencana kita kedepannya. " ucap Maxim memberikan ponselnya ke Merci. Merci pun menatap curiga Maxim. Namun, pria itu mengeluarkan jurus handalanya yaitu senyum jenakanya. Membuat Merci memutuskan untuk mengambil ponsel Maxim dan segera menyimpan nomornya di ponsel Maxim.
Di dalam hatinya Maxim kegirangan. Karena dia bisa lebih deket dengan Merci. Dia bahkan tidak mampu mengontrol hatinya yang sedang berbunga - bunga saat ini. Namun, dia hanya bisa menutupi mulutnya agar Merci tidak berubah pikiran memberikan nomor ponselnya.
__ADS_1
"Nih nomorku. Kalau kamu ada yang mau ditanyakan tentang Grizella segera tanyakan padaku. Akan segera aku angkat jika aku tidak sibuk. " seru Merci memberikan kembali ponsel Maxim. Maxim pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Wah. Kartu kita samaan. Sepertinya kita berjodoh. " goda Maxim yang membuat Merci merona karena malu.
"Apaan sih. Di bumi ini masih banyak yang memakai kartu itu. Itu kebetulan saja. " balas Merci memalingkan wajahnya dari Maxim. Tidak mau pria itu melihat wajahnya yang memerah.
"Hehehe. Aku senang saja. Jadi, aku bisa menelponmu seharian. " goda Maxim lagi.
"Sudahlah. Mending kita pergi dari sini. Kita cari makanan dulu yuk. Aku sudah lapar dari tadi. Tapi, kita cari tempat lain. Malas di sini karena ada siluman. " seru Merci menoleh ke arah Vivian yang tidak di ketahui oleh wanita itu. Maxim pun tersenyum. Baru mengetahui bahwa gadisnya memiliki sifat seperti itu.
"Yaudah, ayuk. " ucap Maxim mempersilahkan Merci terlebih dahulu untuk berjalan.
Di tempat lain di waktu yang sama Edison terlihat bersenang-senang dengan seorang wanita muda yang memakai pakaian seksi. Wanita itu dengan manjanya bersegayut di lengan Edison. Sedangkan pria itu terlihat menikmati sentuhan-sentuhan para wanita di sampingnya. Dada para wanita itu dengan tenangnya menyenggol lengan Edison. Tangan mereka bahkan sudah masuk ke dalam celana Edison. Meremas nya hingga Edison mengeluarkan suara yang penuh kenikmatan. Edison membiarkannya dan ikut menyentuh dan meremas dada para wanita di sampingnya. Sesekali Edison mencumbui bibir mereka. Menjilatnya dengan kerakusan yang tak berbatas. Tangan Edison bahkan tidak bisa menahan lagi untuk tidak masuk ke dalam celana para wanita itu. Edison mencubit bagian bawah wanita itu hingga membuat para wanita itu berteriak penuh kenikmatan. Edison terlihat menikmatinya. Bahkan buru**nya sudah menegang dan ingin menuntaskannya sekarang juga. Akan tetapi, dia ingin menikmati sentuhan-sentuhan para wanita itu terlebih dahulu. Baru segera ia menjinakkan buru**nya.
Hingga akhirnya Edison sudah tidak bisa menahan hasratnya lagi. Edison pun mendorong salah satu wanita di sampingnya ke sebuah sofa. Ia pun membuka jasnya dengan penuh gairah ketika melihat wanita cantik dan muda di sampingnya. Melepaskan dengan paksa kemejanya, hingga giwang kemejanya terlepas dari tempatnya. Dan dengan paksa juga Edison merobek pakaian wanita di depannya. Hingga memperlihatkan dada besar wanita itu.
Edison dengan rakusnya mencumbui wanita itu. Menikmati tubuh wanita di depannya. Bibirnya tidak lepas dari lekukan tubuh wanita itu. Edison menikmati setiap inci tubuh wanita itu. Bibirnya kembali menyesap pucuk gunung kembar yang besar dan kenyal itu. Sampai akhirnya Edi memasukkan buru**nya ke sarangnya.
Edison terlihat menikmati permainannya. Hingga tidak mengingat keluarganya yang sudah cemas menunggunya di rumah. Seila memang tidak mengetahui bahwa sang suami suka bermain dengan wanita di luar sana. Namun, akhir-akhir ini entah mengapa dia terlihat mencurigai suaminya tersebut. Karena sudah beberapa tahun ini terlihat Edison sudah tidak romantis lagi dengannya. Dan bahkan suka pulang malam. Alasannya hanya bilang bahwa dia sibuk di kantor yang harus segera di selesaikan.
Saat Edison pulang malam pun ia melihat suaminya itu terlihat berantakan dan seperti kehilangan tenaga. Seila berpikir mungkin karena suaminya itu lembur kerja makanya ia seperti itu. Jadi, Seila tidak terlalu memikirkannya. Akan tetapi, belakangan ini Seila terlihat mulai curiga dengan suaminya karena setiap pulang malam ia selalu mencium aroma parfum wanita di kemeja suaminya. Dan aroma parfum itu berganti tiap harinya.
Begitu juga dengan anak semata wayangnya. Seila semakin hari semakin cemas terhadap para pria di rumahnya. Seila juga merasakan hal yang sama terjadi kepada anaknya, Smith. Tetapi, Smith hanya tercium satu parfum saja. Dan hal itu dirasakan oleh Seila setiap hari di tiap malamnya.
"Astaga. Apa yang terjadi sebenarnya dengan keluarga ku. Oh Tuhan. Semoga engkau selalu menjaga anak dan suamiku. Lindungilah mereka. Jauhkan mereka dari segala marabahaya. " Doa Seila untuk keluarganya.
Seila memang sosok wanita dan Ibu yang baik untuk keluarganya. Dirinya selalu terhubung oleh kebaikan di masa hidupnya. Apalagi semenjak menikah Seila semakin menekunkan dirinya kepada kepercayaannya.
__ADS_1
Yah, hidup tidak selamanya berjalan dengan mulus sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kadang kita tidak tahu bahwa kehidupan sudah mengubah pribadi seseorang dengan sendirinya. Apalagi zaman sekarang ini banyak alat-alat canggih bisa membuat seseorang lupa diri hingga tidak bisa mengenali mana yang asli dan mana yang palsu. Semuanya terlihat sama di mata orang, baik itu pria ataupun wanita. Yang terpenting di sini mereka menikmati apa yang ada di depan mereka sekarang. Tidak mempedulikan apakah itu asli atau tidak.
Seila sudah mondar-mandir di teras rumahnya. Tidak mempedulikan jika hari sudah mulai larut. Dilihatnya jam di dinding menunjukkan pukul 3 pagi. Akan tetapi, sang suami belum pulang juga. Sampai akhirnya ada klakson mobil yang menandakan adanya mobil orang yang datang. Seila pun menoleh dan melihat sosok sang suami.
"Syukurlah. Aku sangat menghawatirkan nya. " lirih Seila melihat mobil suaminya yang sudah masuk ke bagasi.
.
.
.
.
.
Bersambung.
IG : gx_shi7
Terima kasih 😊😊
Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘😙
By : Nadila Sizy
#Grizella&Jaxton_LFR
__ADS_1