Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Grizella is drunk


__ADS_3

...Happy Reading readers 🌼🌼🌼...


...Jangan lupa like dan komentarnya ya🌻🌻🌻...


...Terima kasih atas semua dukungannya 🌸🌸🌸...


...β€’β€’β€’β€’β€’...


Party pun di mulai. Semua orang terdekat dan beberapa tamu undangan telah hadir dan mendekat ke pusat acara. Dimana Jenny sudah bersiap-siap untuk meniup lilinnya. Sebelum itu,Β  Jenny berdoa untuk keluarga dan orang terdekatnya.


Setelah itu, Jenny meniup lilinnya. Memberikan suapan pertama kepada hubby tercinta. Johan pun menerimanya dan memberikan ciuman hangat di bibir Jenny. Setelah itu, si kembar pun mengambil alih acara tersebut dengan menghadiahkan sebuah lagi ulang tahun dalam bahasa asing kepada Jenny. Semua orang bertepuk tangan dengan kefasihan si kembar.


Selanjutnya, acara pemberian hadiah ulang tahun kepada pemilik acara. Bermacam-macam bentuk dan ukuran kotak kado terletak di sebuah tempat yang sudah di sediakan. Jenny berterima kasih kepada si pemberi.


Setelah itu, Grizella pun mendekati Jenny dan memberikan hadiahnya.


"Ini dari saya. Semoga Nyonya suka dengan hadiah yang tidak seberapa ini. " ucap Grizella penuh dengan kerendahan.


"Apaan sih, sayang. Kamu hadir saja Mommy sudah senang. Nikmatilah acara ini ya. " ucap Jenny. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Jenny pun memanggil pelayan yang sudah di utusnya. Mengambil 2 gelas jus untuk dia dan Grizella.


"Ini. Minumlah. " ucap Jenny. Grizella pun menerimanya tanpa ada rasa keraguan sedikit pun. Johan yang berbeda di samping Jenny melihat bahwa istrinya itu sepertinya sedang berbuat sesuatu. Johan pun membawa Jenny menjauh dari Grizella.


"Apa yang kamu lakukan, sayang? " tanya Johan gemes dengan istrinya tersebut.


"Maksud hubby apa? " Jenny berusaha menutupi rasa gugupnya.


"Hubby tahu kamu sedang menyembunyikan sesuatu. Ada apa, hem? " tanya Johan mulai nakal dengan memasukkan tangannya di balik pakaian Jenny. Agar wanita itu dengan cepat mengatakan yang sebenarnya. Itulah Jenny. Tidak bisa berbuat banyak jika Johan sudah seperti itu.


"Janji dulu jangan marah-marah. " ucap Jenny. Johan pun tersenyum lalu menciumi bibir Jenny dengan rakusnya. Membalikkan badannya agar tidak di lihat oleh orang lain.


"Bagaimana bisa hubby marah padamu. Kamu adalah segalanya untuk hubby. " ucap Johan yang membuat pipi Jenny seperti kepiting rebus.


"Emm ... aku, aku. " ucap Jenny gugup. Johan pun tersenyum dan kembali mencium bibir Jenny agar istrinya itu tidak takut padanya.


"Katakanlah. Hubby tidak akan marah padamu. Hubby janji. " membentuk tanda V di jarinya. Agar istrinya itu yakin.


"Aku sudah memasukan bubuk yang membuat orang mabuk di gelas Grizella. " dengan cepat Jenny memeluk Johan agar tidak melihat wajah suaminya.


"Sudah kan? Kalau begitu mari kita temui gadis itu. Hubby takut dia hilang kendali. " ucap Johan yang membuat Jenny mengedipkan matanya. Tidak percaya dengan respon Johan setelah mendengarkan ucapannya.

__ADS_1


"HubbyΒ  tidak marah? " tanya Jenny.


"Kan sudah di bilang tadi. Hubby tidak akan marah padamu. Mending kita temui gadis itu. Hubby takut dia di bawa lari oleh orang lain nanti. " ucap Johan menarik tangan Jenny. Membawanya untuk menghampiri Grizella. Saat mereka sedang menuju ke tempat Grizella. Gadis itu terlihat mabuk di sebuah meja yang tidak jauh darinya. Johan pun melihat keberadaan Jaxton di samping gadis itu. Membuat Johan menghela napasnya. Lega jika anaknya sudah berada di sana.


"Apa yang telah terjadi padanya? " tanya Johan pura-pura tidur tahu apa yang telah terjadi.


"Sepertinya Ella mabuk, Dad. Aku akan membawanya ke kamarnya. Aku tidak mau di tonton banyak orang. " ucap Jaxton. Johan pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Bawalah dia ke kamarnya. Jaga dia baik-baik. " ucap Johan menepuk pundak Jaxton. Jaxton pun langsung mengendong tubuh kecil Grizella. Menaiki lantai 2 tempat di mana Kamar Grizella berada.


Setibanya di dalam kamar. Tiba-tiba Grizella merasa tubuhnya gerah. Ia mencoba melepaskan jas Jaxton yang ia pakai. Tapi Jaxton menahannya. Jaxton tidak yakin. Takut jiwa laki-lakinya bangkit ketika melihat tubuh Grizella yang aduhai.


"Tenanglah. Aku akan mengantarmu ke kamar. Dan menghidupkan AC kamarnya. " ucap Jaxton. Grizella mulai melihat sekelilingnya. Terlihat samar-samar tapi dia yakin ia mengenal suara itu.


"Kenapa kamu mengendong ku? " tanya Grizella yang merasakan pusing di kepalanya.


"Kamu tidak baik-baik saja sekarang. Lebih baik kamu diam dan biarkan aku menemanimu. " ucap Jaxton.


"Tapi kenapa kepalaku pusing sekali? " tanya Grizella.


"Apa yang kamu makan tadi? " Jaxton malah bertanya.


"Emm, jus. Jusnya enak. Aku minum sampai habis. " Grizella mulai ngeracau. Menggoyangkan 2 tangannya di udara. Jaxton sampai tersenyum melihat tingkah mengemaskan gadis itu.


"Apa aku pantas untukmu? " tanya Grizella. Jaxton mencoba berdiri tapi di tahan oleh Grizella.


"Jawab dulu. " ucap Grizella dengan wajah memelasnya. Dalam keadaannya yang mabuk membuat Grizella sangat mengemaskan.


"Apa kamu baik-baik saja? " tanya Jaxton. Grizella pun nyengir kuda tak jelas. Di tanya malah nyengir.


Jaxton pun tersenyum nakal. Tiba-tiba terpikir untuk membuat gadis itu berkata jujur kepadanya.


"Apa kamu menyukaiku? "Β  tanya Jaxton. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Jaxton pun tersenyum bahagia.


"Apa kamu mau kita menikah? " tanya Jaxton lagi. Grizella pun membalasnya seperti tadi. Jaxton pun menciumi bibir Grizella.


"Apa aku boleh menciummu? Di sini? " menunjukkan ke dada Grizella. Grizella pun mengerucutkan bibirnya. Tidak mau melakukan hal itu.


"Sebentar saja. " ucap Jaxton. Grizella terlihat berpikir.


"Janji dulu. " racau Grizella.

__ADS_1


"Apa? " tanya Jaxton.


"Kamu harus bertanggung jawab. " ucap Grizella. Jaxton pun tersenyum.


"Dengan senang hati. " jawab Jaxton. Jaxton tahu Grizella pasti takut dia tidak akan bertanggung jawab kepadanya. Jaxton pun berdiri. Mengunci pintu kamar Grizella agar si kembar tidak nyelonong masuk ke dalam kamar Grizella.


Aku akan menghukummu. Agar kamu tidak melakukan hal seperti ini lagi. Mabuk tanpa izin dariku. ucap Jaxton dalam hatinya. Jaxton pun menyiapkan kamera ponselnya. Membuat video agar bisa membungkam mulut Grizella besok pagi.


Setelah itu. Jaxton membuka kemejanya. Nantinya Jaxton akan mengedit video itu agar seperti Grizella yang mengodanya.


Jaxton mulai mendekati Grizella. Menindih tubuh kecil Grizella. Perlahan membuka gaun Grizella. Jaxton sampai terbelalak karena Grizella lebih dulu menciumnya. Membuat Jaxton senang karena tidak perlu mengoda Grizella lebih dulu.


"Kamu yang minta ya. Jangan salahkan aku nanti. " ucap Jaxton. Jaxton pun mulai mencium bibir Grizella. Perlahan turun ke leher gadis itu. Dan mulai ke dada Grizella. Jaxton tidak mau lebih agar Grizella tidak salah paham padanya. Jaxton hanya menikmati bagian dada dan wajah Grizella saja.


Beberapa jam bermain. Jaxton pun tertidur dengan perasaan puas. Kemudian melirik gadis di sampingnya.


"Meskipun hanya seperti tadi. Aku akan tetap bertanggung jawab padamu. Aku tulus mencintaimu, Ella. "Lirih Jaxton kembali mencium bibir Grizella.


.


.


.


.


.


Bersambung.


...INGAT! SIMBIOSIS MUTUALISME 😊...


IG : gx_shi7


Ikuti IG ku yah. Akan ada tampilan visual dari para pameran utama dan pendukung novel ku.


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan 😚😘


By : Nadila Sizy

__ADS_1


#Grizella&Jaxton_LFR


__ADS_2