Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy

Si Kembar Mencari Mommy : Menemukan Mommy
Dinner


__ADS_3

Beberapa menit setelah menempuh perjalanan di tengah kota dengan mobilnya. Jaxton pun memberhentikan mobilnya di sebuah restoran yang sudah di janjikan oleh Grizella.


Di luar restoran itu terlihat daun-daun yang merambat di dinding restoran tersebut. Dan terdapat pula ayunan di sana. Grizella memilih duduk di luar restoran yang juga di sediakan tempat duduk di sana.


Malam hari ini entah mengapa suasananya juga mendukung malam romantis itu. Pasangan itu terlihat senyum - senyum sendiri. Tidak tahu juga apa yang akan di lakukan kedepannya. Apalagi gadis itu, dia terlihat canggung sekali malam ini. Dirinya tidak terbiasa untuk makan malam di luar apartemennya. Biasanya Grizella hanya makan di apartemen saja. Kalau pun makan di luar dia akan memilih restoran yang ada di pinggir jalan saja. Tempat umum yang biasa sering di kunjungi oleh kalangan yang banyak anak muda. Grizella sendiri tidak tahu apa yang telah dia lakukan sekarang. Dirinya tiba-tiba saja ingin makan di sini. Ada kesenangan juga di hatinya karena bisa berduaan dengan Jaxton malam ini. Pasalnya, pria itu tidak membawa kedua keponakannya.


"Apa kamu yakin kita akan makan di sini? " tanya Jaxton. Grizella pun menoleh ke arah Jaxton.


"Emang kenapa? Apa kamu tidak suka? " tanya Grizella yang malah balik nanya.


"Eh, tidak kok. Aku suka dengan tempatnya. Yaudah, Bagaimana kalau kita pesan makanannya sekarang. " ucap Jaxton yang langsung mengalihkan perhatian Grizella agar gadis itu tidak kesal kepadanya.


Jaxton pun mengambil buku menu yang ada di meja, tempat mereka duduk sekarang. Grizella juga mengambil. Betapa terkejut Grizella karena menu yang ia lihat berbeda dari info yang dia dapatkan. Grizella menelan ludahnya dengan kasar.


Kenapa harga makanan di sini sangat mahal. Bukankah tidak segini harganya? Gumam Grizella dengan wajah pias.


Jaxton melihat jelas wajah pias Grizella. Tapi, dia diam saja. Tidak mau berkomentar lebih. Karena dari situlah Jaxton tahu, pasti Grizella akan kesulitan ketika membayar makanan ini nanti.


Tadinya , Jaxton sudah tahu bahwa di restoran ini pasti menunya sangat mahal semua. Dia tahu pasti gadis di depannya tidak mengetahui hal itu. Ketika melihat wajah pias Grizella membuat Jaxton yakin dengan tebakannya. Jaxton hanya tersenyum melihat Grizella tanpa di sadari oleh gadis itu.


Tabunganku. Maafkan aku yang sudah menyia-nyiakan kalian semua yang selama ini sudah menemaniku. Grizella menangis di dalam hatinya.


"Apa kamu tidak memesan makananmu? " tanya Jaxton ketika melihat gadis di depannya yang hanya diam mematung.


"Emm. Maaf ya. Aku diet malam ini. Kamu pesan saja. Tenang, aku yang bayar malam ini. Aku kan sudah janji padamu. " seru Grizella yang di dalam hatinya dia sangat sedih.


"Loh, kenapa pakai diet malam ini! Kamu temani aku yah. Aku tidak enak jika makan sendirian. Sedangkan kamu duduk di depan ku. " kata Jaxton.


"Tidak apa-apa, kok. Aku sudah terbiasa diet kalau malam hari. " balas Grizella.


"Tidak boleh. Aku akan memesan makanan untukmu. Sayang sekali kan karena suasana malam ini sangat bagus dan indah. Karena itu kita tidak boleh menyia-nyiakan nya . " ucap Jaxton. Jaxton pun memanggil pelayan restoran tersebut. Jaxton langsung memberikan catatan pesanannya kepada pelayan restoran tersebut.


"Tapi aku.... " ucap Grizella menggantung karena Jaxton menatap datar ke arah Grizella. Menandakan ketidakpuasan terhadap Grizella.


Aku tidak akan sanggup membayarnya. lanjut Grizella hanya bisa mengatakan di dalam hatinya. Menatap Jaxton dengan tatapan yang sulit di artikan. Jaxton pun tersenyum puas.


Hahahaha. Pasti dia akan kesulitan untuk membayarnya. Tapi Tenang saja. Aku tidak akan membuatmu kesusahan. Mari kita nikmati malam yang romantis ini. Jaxton menatap Grizella dengan senyuman di bibirnya.


Beberapa saat setelah itu pesanan yang Jaxton minta sudah siap. Dan betapa terkejutnya Grizella karena Jaxton memesan Steak daging. Grizella sudah yakin bahwa makanan yang ada di depannya sangat mahal. Entah kenapa ada tetesan air di mata gadis itu yang membuat Jaxton terkejut.


"Apa kamu sedih? " tanya Jaxton


Grizella pun mengelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa, kok. " balas Grizella dengan senyuman yang di paksakan.


"Kamu jangan cemas. Aku yang akan traktir malam ini. " seru Jaxton yang sudah menyerah karena tidak mau untuk mengerjai gadis itu lagi.


Awalnya Jaxton ingin melihat lebih lama wajah panik Grizella. Tapi, ketika melihat tetesan air mata Grizella membuat Jaxton tidak tega lagi. Jaxton tidak mau Grizella merasa terbebani. Apalagi malam ini adalah malam pertama bagi mereka makan berduaan di luar. Dan suasananya juga mendukung dinner mereka malam ini yang terlihat sangat indah dan romantis. Gadis itu juga sudah berdandan untuknya, membuat Jaxton tidak mau menyia-nyiakannya. Apalagi ini tempat yang di pesankan oleh Grizella.


Jaxton tersenyum melihat wajah Grizella yang sudah berubah ceria. Jaxton menatap hangat gadis itu.


"Benarkah. Huh, syukurlah. " ucap Grizella. Lagi-lagi membuat Jaxton tersenyum.


"Kalau boleh tahu dari mana kamu dapat informasi restoran ini? " tanya Jaxton.


"Huh" Grizella menghela napasnya, "temanku, katanya disini sangat bagus dan low budget. Aku langsung percaya karena dia tidak pernah melakukan kesalahan sebelumnya. " balas Grizella dengan polosnya.


"Tapi tidak apa-apa juga. Dia tidak salah juga kok. Disini terlihat sangat romantis untuk kita berdua. " seru Jaxton. Jaxton pun mengambil sesuatu di saku celananya. Dan memberikannyakepada Grizella.


"Bukalah. Semoga kamu suka. " lanjut Jaxton. Terlihat kotak kecil berbentuk kubus berwarna biru. Grizella menerimanya dan betapa terkejutnya Grizella karena ia melihat kalung dengan buah berbentuk senyuman.


"Ini untukku! Apa kamu yakin? " tanya Grizella. Jaxton pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Aku akan memakaikan nya untukmu. " Jaxton bangun dari duduknya. Mengambil kalung yang ada di depan Grizella. Jaxton mengenggam rambut Grizella lalu meletakkannya di bagian depan Grizella. Jaxton pun memakaikan kalung tersebut ke leher Grizella. Setelah selesai Jaxton pun kembali ke tempat duduknya.


"Cantik sekali. " ucap Jaxton.


"Kamu suka? " tanya Jaxton. Grizella menganggukkan kepalanya.


"Tapi apa ini mahal? Aku sepertinya tidak pantas mendapatkannya darimu. Kamu harus memberikan kepada pacarmu. " ucap Grizella.


"Apa kamu mau jadi pacarku? " tanya Jaxton. Grizella pun membulatkan matanya dengan sempurna. Tiba-tiba ia tersedak karena baru sadar dengan ucapan Jaxton. Dengan cepat Jaxton memberikan Grizella air. Jaxton mengusap lembut punggung Grizella.


"Kamu tidak apa-apakan? Apa kamu butuh sesuatu? " tanya Jaxton. Grizella pun mengelengkan kepalanya.


"Aku tidak apa-apa. Aku mau ke toilet sebentar. " ucap Grizella yang langsung berlenggang ke toilet.


Jaxton pun menganggukkan kepalanya dan membiarkan Grizella pergi. Jaxton tahu pasti Grizella mencoba untuk menenangkan dirinya.


Di toilet Grizella terlihat bercermin. Menatap dirinya di pantulan cermin.


"Apa dia serius mengatakannya. Apa dia benar-benar mengatakannya kepadaku tadi? " Grizella terus bertanya-tanya kepada dirinya sendiri. Belum percaya terhadap apa yang dia dengar barusan. Grizella pun mencuci wajahnya. Setelah itu ia mengeringkan nya dengan tisu yang ada di dalam tasnya.


Setelah cukup menguasai dirinya. Grizella pun pergi ke tempat ia dan Jaxton duduk tadi. Grizella melihat Jaxton dari kejauhan. Entah kenapa Grizella tidak berani untuk mendekati Jaxton tapi pria itu melihatnya membuat Grizella melangkahkan kakinya ke arah Jaxton.


"Apa kamu sudah baikkan? " tanya Jaxton. Grizella pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya dengan tatapan canggung.

__ADS_1


"Kita makan dulu. Lupakan dulu masalah yang tadi. " ucap Jaxton.


Kamu pikir aku bisa makan setelah apa yang kamu katakan barusan tadi itu. Grizella menatap tidak percaya ke arah Jaxton.


Mereka pun memulai makan malam romantis yang canggung bagi Grizella namun tidak dengan Jaxton. Saat ini Jaxton terlihat menikmati malam romantis tersebut. Yang berbeda terbalik dengan Grizella. Grizella bahkan grogi ketika memotong daging yang ada di depannya. Membuat Jaxton memotongkannya untuk Grizella. Mereka pun menyantap makanannya dengan suasana yang mereka sendiri yang tahu seperti apa rasanya.


Di tempat lain Merci dan Maxim melihat mereka dari kejauhan. Masih di lingkungan restoran tersebut.


"Apa yang barusan terjadi? Apakah Tuan Jaxton melamar Grizella? " tanya Merci.


".... " Maxim tidak mengubris pertanyaan Merci.


"HeiΒ  ! Aku sedang bertanya kepadamu. " ucap Merci memukul bahu Maxim.


"Awww. Kenapa main pukul sih? " tanya Maxim.


"Aku bertanya. Apakah Tuan Jaxton melamar Grizella barusan. " ucap Merci.


"Yaudah, itu bagus dong. Jadi, saudara ku itu tidak jomblo lagi. " ucap Maxim, "sekarang kita pesan makanan juga yuk. Aku lapar nih. " ucap Maxim.


"Tapi kamu yang traktir yah. Tempat ini sangat mahal tahu. " ucap Merci.


"Iya dong. Kamu tenang saja. " balas Maxim. Merci pun tersenyum bahagia karena dia juga bisa menikmati makanan mewah malam ini.


.


.


.


.


.


Bersambung.


IG : gx_shi7


Terima kasih 😊😊


Jangan lupa dukungannya yah kesayangan πŸ˜šπŸ˜˜πŸ˜™


By : Nadila Sizy

__ADS_1


#Grizella&Jaxton_LFR


__ADS_2